Rumah Penampungan Anjing Liar di Thailand Kesulitan Cari Donasi

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rumah penampungan The Man That Rescues Dogs di Thailand kekurangan dana karena dampak pandemi Covid-19. Sumber: Reuters/Reuters/ Athit Perawongmetha/asiaone.com

    Rumah penampungan The Man That Rescues Dogs di Thailand kekurangan dana karena dampak pandemi Covid-19. Sumber: Reuters/Reuters/ Athit Perawongmetha/asiaone.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Puluhan anjing disabilitas tampak gembira melakukan olahraga harian berjalan dengan bantuan roda di sebuah jalan berbatu. Roda-roda tersebut disangkutkan pada tubuh anjing-anjing tersebut untuk menopang mereka saat bergerak.

    Anjing-anjing tersebut sebagian besar mengalami disabilitas karena korban kecelakaan. Total ada 27 anjing yang dirawat di sebuah rumah penampungan di Provinsi Chonburi, wilayah selatan Ibu Kota Bangkok, Thailand.    

    “Tampaknya anjing-anjing tersebut tidak menyadari kalau mereka penyandang disabilitas. Ketika Anda menempatkannya di kursi roda untuk pertama kali, tampaknya tidak ada gelombang belajar,” kata Christopher Chidichimo, petugas perawat anjing-anjing disabilitas di The Man That Rescues Dogs.  

    Rumah penampungan The Man That Rescues Dogs di Thailand kekurangan dana karena dampak pandemi Covid-19. Sumber: Reuters/Reuters/ Athit Perawongmetha/asiaone.com

      

    Tempat penampungan anjing disabilitas The Man That Rescues Dogs didirikan oleh seorang warga negara Swedia yang pindah ke Provinsi Chonburi pada 2002. Pendiri The Man That Rescues Dogs itu tersentuh dengan buruknya kondisi anjing-anjing terlantar di Provinsi Chonburi dan mulai merawat mereka.  

    Sayang, pandemi Covid-19 telah menjadi ancaman bagi masa depan rumah penampungan itu. wabah virus corona telah memangkas sampai 40 persen dana bantuan yang biasa diterima yayasan tersebut. Jumlah turis asing yang berkunjung ke sana juga berkurang banyak.

    “Uang donasi sangat penting dan itu sama pentingnya dengan relawan serta kunjungan yang masuk. Sebab mereka yang datang, akan menyebarkan pesan kami,” kata Chidichimo.

    The Man That Rescues Dogs menghabiskan lebih dari USD 1.300 per hari untuk merawat lebih dari 600 ekor anjing dan memberi makan sekitar 350 ekor anjing liar di jalan-jalan.

    Sedangkan relawan juga diperlukan untuk merawat anjing yang lumpuh, seperti menjalani sesi fisioterapi. Keterbatasan dana telah memaksa The Man That Rescues Dogs menangguhkan kampanye untuk memandulkan dan mensterilkan anjing-anjing liar.

    Di Thailand, pada 2017 diperkirakan ada lebih dari 800 ribu ekor anjing dan kucing liar. Pada 2027, diperkirakan jumlah anjing dan kucing liar tersebut bisa mencapai 2 juta ekor serta 5 juta ekor dalam tempo 20 tahun ke depan, jika tidak dikendalikan dari sekarang.   

    Sumber: https://www.reuters.com/article/us-health-coronavirus-thailand-dogs-idUKKBN2A503N


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.