Malaysia Menangkap Puluhan Pengungsi Rohingya Ilegal

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengungsi etnis Rohingya duduk di dalam bus saat tiba di tempat penampungan yang baru di Balai Latihan Kerja (BLK) Desa Mee Kandang, Lhokseumawe, Aceh, Jumat 10 Juli 2020. Sebanyak 99 orang pengungsi Rohingya yang terdiri dari 43 orang dewasa dan 56 anak-anak dipindahkan ke tempat penampungan sementara yang baru dan sehat sambil menunggu kepastian dari imigrasi, IOM dan UHNCR soal sampai kapan mereka akan berada di Indonesia. ANTARA FOTO/Rahmad

    Sejumlah pengungsi etnis Rohingya duduk di dalam bus saat tiba di tempat penampungan yang baru di Balai Latihan Kerja (BLK) Desa Mee Kandang, Lhokseumawe, Aceh, Jumat 10 Juli 2020. Sebanyak 99 orang pengungsi Rohingya yang terdiri dari 43 orang dewasa dan 56 anak-anak dipindahkan ke tempat penampungan sementara yang baru dan sehat sambil menunggu kepastian dari imigrasi, IOM dan UHNCR soal sampai kapan mereka akan berada di Indonesia. ANTARA FOTO/Rahmad

    TEMPO.CO, Jakarta - Lebih dari 30 orang pengungsi Rohingya, yang diduga melarikan diri dari kamp perlindungan di Indonesia, tertangkap saat tiba di Malaysia menggunakan perahu. Kepolisian Malaysia pada Minggu, 7 Februari 2021, melaporkan para pengungsi itu tertangkap pada akhir bulan lalu.

    Laporan AFP pada Jumat, 5 Januari 2021, menyebutkan ada 17 perempuan etnis Rohingya, 7 laki-laki dan 7 anak-anak serta 5 perempuan warga negara Indonesia, yang ada dalam perahu itu. Kepala Kepolisian Kerajaan Malaysia bidang keamanan dalam negeri, Abdul Rahim Jaafar, mengatakan total 21 imigran itu sudah dituntut karena masuk Malaysia tanpa dokumen yang sah. Dua orang lainnya, dituntut atas tuduhan melanggar undang-undang perdagangan orang.

    Sebagian besar imigran itu sudah diserahkan ke Departemen Imigrasi Malaysia.

      

    Angkatan laut Bangladesh mendata para warga Rohingya yang menuju ke kapal untuk dipindahkan ke pulau Bhasan Char di Chattogram, Bangladesh, 29 Desember 2020. Sekitar satu juta pengungsi dari Rohingya melarikan diri dari Myanmar untuk menghindari pembantaian etnis pada 2017 lalu. REUTERS/Mohammad Ponir Hossain

    Baca juga: Uni Eropa Kucurkan Dana Bantuan Tambahan Rp34 M untuk Rohingya

    Dalam laporan Kepolisian Malaysia itu dijelaskan, para pengungsi yang kabur dari kamp pengungsian di Indonesia tersebut, sebagian besar perempuan. Mereka berangkat dari Tanjung Balai, Provinsi Sumatera Utara, dan mendarat di Selangor, Malaysia pada 6 Januari 2021.

    Malaysia tidak mengakui status pengungsi, namun bersedia menerima pengungsi Rohingya yang ingin mencari kehidupan yang lebih baik. Para pengungsi itu melarikan diri dari upaya persekusi di Myanmar. Beberapa dari mereka mengambil opsi yang berbahaya melakukan perjalanan dengan penyelundup manusia yang akan membawa mereka ke negara-negara Asia Tenggara.       

    Sumber: https://www.reuters.com/article/us-malaysia-rohingya/over-30-rohingya-caught-arriving-in-malaysia-by-boat-in-january-police-idUSKBN2A709B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.