Joe Biden Enggan Berikan Pengarahan Intelijen ke Donald Trump

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Joe Biden berbicara tentang rencana pemerintahannya untuk memperkuat manufaktur Amerika selama penampilan singkat di South Court Auditorium di Gedung Putih di Washington, AS, 25 Januari 2021. [REUTERS / Kevin Lamarque]

    Presiden AS Joe Biden berbicara tentang rencana pemerintahannya untuk memperkuat manufaktur Amerika selama penampilan singkat di South Court Auditorium di Gedung Putih di Washington, AS, 25 Januari 2021. [REUTERS / Kevin Lamarque]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joe Biden mengatakan tidak akan memberikan laporan pengarahan intelijen kepada Donald Trump seperti tradisi biasanya karena tidak percaya dengan perilaku Trump.

    Joe Biden mengatakan kepada CBS News dalam sebuah wawancara bahwa Trump "tidak layak menjadi presiden" dan "perilakunya yang tidak menentu adalah alasan mengapa dia tidak boleh memiliki akses ke informasi rahasia negara."

    "Baiklah, izinkan saya bertanya kepada Anda tentang sesuatu yang Anda benar-benar harus diawasi sebagai presiden," kata Norah O'Donnell dari CBS Evening News, 6 Februari 2021.

    "Haruskah mantan Presiden Trump masih menerima pengarahan intelijen?" tanya O'Donnell.

    Mantan presiden seringkali memiliki kesempatan untuk menerima pengarahan intelijen dari pemerintahan yang sedang menjabat sesuai tradisi pemerintahan AS.

    "Saya kira tidak," jawab Joe Biden.

    "Kenapa tidak?" tanya O'Donnell.

    "Karena perilakunya yang tidak menentu yang tidak terkait dengan pemberontakan," kata Biden.

    "Anda telah menyebutnya ancaman eksistensial. Anda telah menyebutnya berbahaya. Anda telah menyebutnya sembrono," kata Norah O' Donnell berkata kepada Biden dalam wawancara klip yang dirilis hari Jumat.

    "Ya, saya mengatakan demikian dan saya percaya itu," jawab Biden.

    "Saya lebih suka tidak berspekulasi," kata Biden ketika ditanya apa yang dia khawatirkan bisa terjadi jika Trump terus menerima pengarahan.

    "Saya hanya berpikir bahwa dia tidak perlu menerima - briefing intelijen. Apa gunanya memberinya briefing intelijen? Apa dampaknya sama sekali, selain fakta bahwa dia mungkin ceroboh dan membocorkan sesuatu?" tegas Biden.

    Pembawa acara "CBS Evening News" Norah O'Donnell mewawancarai Presiden Joe Biden.[CBS News]

    Dikutip dari CNN, 6 Februari 2021, seorang pejabat senior pemerintahan sebelumnya mengatakan Trump belum mengajukan permintaan apa pun pada saat ini. Ada banyak cara menampilkan intelijen, kata pejabat itu, sesuatu yang akan dirumuskan komunitas intelijen jika ada permintaan masuk.

    "Komunitas intelijen mendukung permintaan pengarahan intelijen oleh mantan presiden dan akan meninjau setiap permintaan yang masuk, seperti yang selalu mereka lakukan," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki pada Kamis.

    Baca juga: Joe Biden Akan Keluarkan Memo Perlindungan Kaum LGBTQ

    Trump tidak diketahui sepenuhnya atau secara teratur membaca Laporan Harian Presiden, ringkasan rahasia negara yang sangat rahasia, ketika dia menjabat. Dia malah diberitahu secara lisan dua atau tiga kali seminggu oleh pejabat intelijennya, CNN melaporkan.

    Dalam klip wawancara yang ditayangkan Jumat, Joe Biden menolak mengatakan apakah dia akan memilih untuk menghukum Donald Trump dalam persidangan pemakzulan minggu depan jika dia seorang senator.

    CBS NEWS | CNN

    Sumber:

    https://www.cbsnews.com/news/biden-super-bowl-interview-trump-intelligence-briefings/

    https://edition.cnn.com/2021/02/05/politics/biden-trump-intelligence-briefing/index.html


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.