Jepang Ingin Tanggung Semua Biaya Vaksin Virus Corona


TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga pada Kamis, 3 Februari 2021 memastikan Pemerintah pusat sedang mempertimbangkan untuk membiayai semua dana yang dikeluarkan untuk menjalani imunisasi vaksin virus corona.

“Kami akan melakukan yang terbaik untuk mendukung pemerintah daerah - memastikan mereka merampungkan sistem tepat waktu,” kata Perdana Menteri Suga, dalam sebuah pertemuan dengan anggota komite anggaran Majelis Rendah Jepang.

Baca juga: Virus Corona, Status Darurat di Jepang Diperpanjang

Suga menegaskan kembali niatnya untuk meningkatkan jumlah tenaga medis yang di vaksin sampai pertengahan Februari 2021. Sedangkan imunisasi vaksin virus corona bagi lansia usia 65 tahun dan lebih dari itu, direncanakan pada awal April 2021.

Terkait karyawan non-reguler di perusahaan-perusahaan besar, yang tidak mendapat subsidi cuti karena pandemi Covid-19, Suga mengatakan pihaknya menyediakan subsidi cuti, dimana Kementerian Kesehatan, Kementerian Tenaga Kerja dan Kesejahteraan, bisa melakukan pengecekan bagi mereka-mereka yang berhak atas subsidi cuti ini.       

“Kami ingin Kementerian memberikan tanggapan nyata secepatnya,” kata Suga.

Komite anggaran di DPR Jepang sebelumnya mempertanyakan pertanyaan mendasar mengenai draf anggaran pengeluaran untuk tahun fiskal 2021. Pertanyaan itu diajukan menyusul dimulainya pembahasan anggaran.  

Sumber: https://www.asiaone.com/asia/japan-plans-cover-all-covid-19-vaccination-costs






Poin Pertemuan Ma'ruf Amin - Fumio Kishida: Investasi USD 5,2 Miliar hingga Ekspor Tuna

1 jam lalu

Poin Pertemuan Ma'ruf Amin - Fumio Kishida: Investasi USD 5,2 Miliar hingga Ekspor Tuna

Ma'ruf Amin melaporkan sejumlah poin yang dibahas dalam pertemuannya dengan PM Jepang Fumio Kishida di Istana Akasaka, Senin, 26 September 2022.


Jepang Melepas Shinzo Abe dengan Bunga dan Kontroversi

1 jam lalu

Jepang Melepas Shinzo Abe dengan Bunga dan Kontroversi

Ribuan pelayat Shinzo Abe membanjiri tempat pemakaman sejak dini hari, memaksa penyelenggara untuk membuka aula setengah jam lebih awal.


Wapres Ma'ruf Amin dan Pemimpin Dunia Hari Ini Ikuti Pemakaman Shinzo Abe

2 jam lalu

Wapres Ma'ruf Amin dan Pemimpin Dunia Hari Ini Ikuti Pemakaman Shinzo Abe

Wakil Presiden Ma'ruf Amin hari ini akan mengikuti pemakaman kenegaraan mantan Perdana Menteri Shinzo Abe yang tewas dibunuh.


Diplomatnya Diusir Rusia, Jepang Protes Keras dan Siapkan Pembalasan

4 jam lalu

Diplomatnya Diusir Rusia, Jepang Protes Keras dan Siapkan Pembalasan

Tokyo mengajukan protes keras dan akan melakukan pembalasan karena diplomatnya diusir Rusia karena dianggap mata-mata


Diduga Mata-mata, Konjen Jepang di Vladivostok Diusir Rusia

5 jam lalu

Diduga Mata-mata, Konjen Jepang di Vladivostok Diusir Rusia

Pemerintah Rusia mengusir Konjen Jepang di Vladivostok, Motoki Tatsunori atas tuduhan spionase


Jepang Bersiap Gelar Pemakaman Shinzo Abe

5 jam lalu

Jepang Bersiap Gelar Pemakaman Shinzo Abe

Ratusan warga Jepang antre di jalan-jalan di luar Nippon Budokan Hall, lokasi pemakaman kenegaraan Shinzo Abe


Terlalu Mahal, Acara Pemakaman Kenegaraan Shinzo Abe Jadi Kontroversi

10 jam lalu

Terlalu Mahal, Acara Pemakaman Kenegaraan Shinzo Abe Jadi Kontroversi

Pemakaman Kenegaraan mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe telah memicu reaksi publik sampai ada yang bakar diri sebagai bentuk protes.


Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang Mengecam Sikap Cina ke Taiwan

17 jam lalu

Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang Mengecam Sikap Cina ke Taiwan

Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang mengutuk tindakan Cina di Selat Taiwan dan menegaskan kembali pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.


Kanselir Jerman Olaf Scholz Positif Covid-19

18 jam lalu

Kanselir Jerman Olaf Scholz Positif Covid-19

Kanselir Jerman Olaf Scholz terinfeksi virus corona sepulang lawatannya ke Timur Tengah.


Batuk Berkepanjangan, Hati-hati Gejala Long COVID-19

19 jam lalu

Batuk Berkepanjangan, Hati-hati Gejala Long COVID-19

Pakar menjelaskan batuk kronik berkepanjangan hingga beberapa bulan dapat mengindikasikan penyintas mengalami long COVID-19.