BBC Diserang Cina Setelah Lisensi Penyiaran CGTN Dicabut Inggris

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lalu lintas orang-orang di depan Broadcasting House, markas besar BBC, di London Inggris 2 Juli 2015. [REUTERS / Paul Hackett]

    Lalu lintas orang-orang di depan Broadcasting House, markas besar BBC, di London Inggris 2 Juli 2015. [REUTERS / Paul Hackett]

    TEMPO.CO, Jakarta - BBC mendapat kecaman dari pejabat Cina dan media sosial pada Jumat dalam sengketa diplomatik yang meningkat, sehari setelah regulator media Inggris mencabut lisensi penyiaran televisi pemerintah Cina CGTN.

    Inggris dan Cina telah bertengkar selama berbulan-bulan karena tindakan keras Cina terhadap perbedaan pendapat di bekas koloni Inggris di Hong Kong, kekhawatiran atas keamanan teknologi Huawei, dan perlakuan terhadap etnis Muslim Uighur di wilayah Xinjiang Cina.

    Pada hari Kamis, Ofcom Inggris mencabut lisensi China Global Television Network (CGTN), saluran berbahasa Inggris dari CCTV, setelah menyimpulkan bahwa Partai Komunis Cina memiliki tanggung jawab editorial tertinggi untuk saluran tersebut.

    Beberapa menit kemudian, kementerian luar negeri Cina mengeluarkan pernyataan yang menuduh British Broadcasting Corp atau BBC mendorong "berita palsu" dalam pelaporan Covid-19, menuntut permintaan maaf dan mengatakan bahwa BBC telah mempolitisasi pandemi dan mengulangi teori bahwa Cina menutup-nutupi wabah.

    BBC mengatakan bahwa pelaporannya adil dan tidak memihak.

    Pada hari Jumat, juru bicara kementerian luar negeri Cina Wang Wenbin mengecam keputusan Ofcom, menyebutnya telah "mempolitisasi masalah" dan memperingatkan bahwa Cina berhak untuk membuat "tanggapan yang diperlukan".

    Surat kabar Inggris Telegraph secara terpisah melaporkan pada hari Kamis bahwa Inggris pada tahun lalu telah mengusir tiga mata-mata Cina yang berada di sana dengan visa jurnalis.

    Media pemerintah Cina telah meningkatkan serangan terhadap televisi Inggris dalam beberapa pekan terakhir.

    "Saya sangat curiga bahwa BBC telah dihasut oleh badan intelijen AS dan Inggris. Itu telah menjadi benteng perang opini publik Barat melawan China," kata Hu Xijin, pemimpin redaksi tabloid Global Times yang didukung Partai Komunis Cina, mengatakan di Twitter.

    Baca juga: Cina: Inggris Tak Akan Punya Masa Depan Jika Lawan Kami

    Kritik kementerian luar negeri Cina terhadap BBC termasuk di antara tren teratas di aplikasi media sosial Weibo Cina pada hari Jumat.

    "BBC harusnya tidak menjadi Bad-mouthing Broadcasting Corporation (media penyiaran bermulut kotor)," kata juru bicara kementerian Zhao Lijian di Twitter.

    Siaran BBC, seperti kebanyakan media berita Barat, diblokir di Cina.

    Beberapa orang menyerukan agar BBC dikeluarkan sebagai tanggapan atas pencabutan lisensi CGTN.

    "BBC sudah lama bermarkas di Beijing, namun selalu menyimpan prasangka ideologis dan menyiarkan berita palsu dari platformnya, dengan sengaja mencemarkan nama baik Cina. Setelah bertahun-tahun, sudah waktunya kami mengambil tindakan," kata salah satu pengguna Weibo.

    Liputan BBC tentang Xinjiang mendapat kecaman keras setelah pada Rabu melaporkan perempuan di kamp untuk etnis Uighur dan Muslim lainnya di wilayah tersebut menjadi sasaran pemerkosaan dan penyiksaan.

    Kementerian luar negeri Cina mengatakan laporan itu tidak memiliki dasar faktual. The Global Times mengatakan dalam sebuah editorial pada hari Jumat bahwa BBC telah "secara serius melanggar etika jurnalistik".

    REUTERS

    Sumber:

    https://www.reuters.com/article/us-china-britain/china-takes-aim-again-at-bbc-as-dispute-with-britain-intensifies-idUSKBN2A50DY?il=0


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.