Rencana Stimulus COVID-19 US$1,9 Triliun Joe Biden Dapat Momentum Baru

Presiden AS Joe Biden bersiap untuk bertemu dengan Menteri Pertahanan AS yang baru Lloyd Austin di Kantor Oval di Gedung Putih di Washington, AS, 25 Januari 2021. [REUTERS / Kevin Lamarque]

TEMPO.CO, Jakarta - Upaya Presiden Joe Biden untuk menggolkan kebijakan dana bantuan COVID-19 US$1,9 triliun (Rp26.600 triliun) mendapat jalan mulus. Dikutip dari kantor berita Reuters, Jumat, 5 Februari 2021, Senat Amerika mengesahkan rancangan anggaran baru yang diloloskan Parlemen Amerika sehari sebelumnya. Adapun isi rancangan tersebut adalah Demokrat bisa mengesahkan kebijakan dana bantuan Joe Biden tanpa dukungan Republikan.

Keputusan itu didapat setelah perdabatan dan voting selama kurang lebih 15 jam. Senat Amerika awalnya terjebak pada situasi imbang, 50-50 antara Demokrat dan Republikan. Namun karena Wapres Kamala Harris bisa menggunakan suaranya dalam situasi imbang, ia memilih untuk mendukung rancangan anggaran baru tersebut. Kedudukan suara kemudian berubah menjadi 51-50.

Hal itu menjadi pertama kalinya Kamala Harris menggunakan wewenangnya sebagai Presiden Senat untuk menjadi tie breaker. Jika Kamala Harris tidak turun tangan, maka rancangan anggaran yang menentukan kelanjutan program Joe Biden itu bakal terjebak.

Sebelum Kamala Harris turun tangan, Demokrat sempat memainkan daya tawarnya dengan menjanjikan sejumlah amandemen pada hasil-hasil voting sebelumnya. Beberapa di antaranya terkait kelanjutan proyek pipa gas Keystone XL dan bantuan COVID-19 untuk imigran ilegal. Republikan menolak.

Dengan lolosnya rancangan anggaran tersebut, maka yang diperlukan Joe Biden hanyalah memastikan Demokrat solid. Selama seluruh anggota Kongres Amerika dari Demokrat mendukungnya, maka bantuan bernilai fantastis itu sudah pasti lolos.

Diberitakan sebelumnya, program dana bantuan COVID-19 adalah salah satu program utama Joe Biden sebagai Presiden Amerika ke-46. Republikan dan Demokrat setuju akan tujuan program tersebut, namun tidak dengan besar anggarannya.

Republikan mendorong nilai anggaran yang jauh lebih kecil, bahkan tidak sampai separuhnya, yaitu US$600 miliar. Menurut Republikan, dana bantuan senilai US$1,9 triliun terlalu besar dan dini mengingat dana bantuan COVID-19 sebelumnya, US$900 miliar, belum lama berlalu. Jika dipaksakan, dampaknya buruk bagi perekonomian Amerika ke depan.

Perbedaan pandangan soal besar nilai anggaran itu membuat program Joe Biden tak kunjung jalan. Padahal, Joe Biden menargetkan anggaran sudah cair di bulan Maret. Itulah kenapa, belakangan, Joe Biden siap memodifikasi programnya selama nilainya tak diubah. Salah satu hal yang ia tawarkan adalah syarat penerimaan cek stimulus US$1400 untuk warga Amerika

"Saya bisa mempertimbangkan batasan ketat soal siapa yang berhak menerima cek US$1400, namun saya tidak akan berkompromi untuk besarannya," ujar Joe Biden, dikutip dari kantor berita Reuters.

Baca juga: Joe Biden Pertimbangkan Kebijakan Dana Bantuan COVID-19 yang Selektif

ISTMAN MP | REUTERS

https://www.reuters.com/article/us-health-coronavirus-usa-congress/u-s-senate-passes-budget-plan-to-advance-bidens-1-9-trillion-covid-aid-package-idUSKBN2A514V?il=0






Setelah Hancurkan Florida, Badai Ian Hantam Carolina Selatan

13 jam lalu

Setelah Hancurkan Florida, Badai Ian Hantam Carolina Selatan

Badai Ian menghantam Carolina Selatan, Amerika Serikat, setelah menghancurkan Florida.


Joe Biden: Caplok Ukraina, Tanda Putin dalam Posisi Sulit

16 jam lalu

Joe Biden: Caplok Ukraina, Tanda Putin dalam Posisi Sulit

Joe Biden menyebut pencaplokan sebagian Ukraina oleh Vladimir Putin merupakan tanda bahwa Presiden Rusia itu sedang dalam posisi sulit.


Putin Rayakan Pencaplokan Ukraina, Zelensky Ambil Jalur Cepat Masuk NATO

18 jam lalu

Putin Rayakan Pencaplokan Ukraina, Zelensky Ambil Jalur Cepat Masuk NATO

Putin merayakan pencaplokan wilayah Ukraina dengan pesta meriah di Moskow ketika pasukannya kesulitan di medan tempur.


Bursa AS Jeblok ke Level Terburuk Sejak Maret 2020, Apa Sebabnya?

20 jam lalu

Bursa AS Jeblok ke Level Terburuk Sejak Maret 2020, Apa Sebabnya?

Bursa saham Amerika Serikat atau Bursa AS jeblok pada akhir perdagangan Jumat, 30 September 2022.


Update Covid Hari Ini: Bertambah 1.857 Kasus, Meninggal 19 Orang

1 hari lalu

Update Covid Hari Ini: Bertambah 1.857 Kasus, Meninggal 19 Orang

Update Covid hari ini Jumat 30 September 2022 bertambah 1.857 kasus sehingga total mencapai 6.431.624 orang.


Biden Ingatkan Badai Ian Bisa Jadi Sejarah Mematikan di Florida

1 hari lalu

Biden Ingatkan Badai Ian Bisa Jadi Sejarah Mematikan di Florida

Presiden AS Joe Biden memperingatkan ancaman badai Ian yang menerjang Florida.


Australia Hapus Wajib Isolasi Mandiri Covid-19, Ahli Kesehatan Khawatir

1 hari lalu

Australia Hapus Wajib Isolasi Mandiri Covid-19, Ahli Kesehatan Khawatir

Australia akan menghapus wajib isolasi mandiri di rumah lima hari untuk orang yang terinfeksi Covid-19, yang membuat ahli kesehatan khawatir


Airlangga Sebut Jokowi Ingin Penanganan Inflasi seperti Pengendalian Covid-19

1 hari lalu

Airlangga Sebut Jokowi Ingin Penanganan Inflasi seperti Pengendalian Covid-19

Jokowi ingin pengendalian inflasi dilakukan secara bersama-sama antara pemerintah pusat dan daerah.


Rusia Tuding Biden di Balik Sabotase Nord Stream

2 hari lalu

Rusia Tuding Biden di Balik Sabotase Nord Stream

Juru bicara kementerian luar negeri Rusia memposting video Biden yang mengatakan "kami akan mengakhiri" Nord Stream 2 jika tank Rusia ke Ukraina


Malaysia Cabut Wajib Masker di Pesawat

2 hari lalu

Malaysia Cabut Wajib Masker di Pesawat

Kementerian Kesehatan Malaysia mengeluarkan kebijakan baru tidak lagi mewajibkan penumpang menggunakan masker dalam pesawat terbang.