Korea Selatan Mau Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Angin Terbesar di Dunia

Pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai Walney Extension yang dioperasikan oleh Orsted di lepas pantai Blackpool, Inggris 5 September 2018. [REUTERS / Phil Noble]

TEMPO.CO, Jakarta - Korea Selatan menyiapkan anggaran 48,5 triliun won (Rp 606,5 triliun) untuk membuat pembangkit listrik tenaga angin terbesar di dunia pada tahun 2030.

Proyek ini merupakan komponen utama dari Kesepakatan Hijau Baru Presiden Moon Jae-in, yang dimulai tahun lalu untuk mengurangi ketergantungan negara ekonomi terbesar keempat Asia itu dari bahan bakar fosil dan menjadikannya netral karbon pada 2050.

Presiden Moon menghadiri upacara penandatanganan di kota pesisir barat daya Sinan untuk pembangkit listrik tersebut, yang akan memiliki kapasitas maksimum 8,2 gigawatt.

"Dengan proyek ini, kita mempercepat transisi energi ramah lingkungan dan bergerak lebih bersemangat menuju netral karbon," kata Moon pada acara tersebut, dikutip dari Reuters, 5 Februari 2021.

Perusahaan utilitas dan teknik juga hadir, termasuk Korea Electric Power Corp, SK E&S, Hanwha Engineering & Construction Corp, Doosan Heavy Industries & Construction Co., CS Wind Corp, dan Samkang M&T Co.

Pembangun pembangkit listrik terkemuka Korea Selatan Doosan Heavy Industries & Construction mengatakan Desember 2020, mereka telah bekerja sama dengan pemerintah Provinsi Jeolla Utara untuk membangun ladang angin lepas pantai di laut lepas pantai bagian barat daya Korea Selatan.

Berdasarkan kesepakatan proyek senilai 14 triliun won (Rp 175 triliun) itu, Doosan Heavy akan menyediakan dan memelihara generator tenaga angin, serta membangun ladang kincir angin lepas pantai di laut lepas pantai antara Kabupaten Gochang dan Kabupaten Buan, yang berjarak sekitar 250 kilometer barat daya Seoul, Yonhap melaporkan.

Baca juga: PM Korea Selatan Minta Pengurus Gereja Patuhi Protokol Covid-19

Semua perusahaan yang terlibat akan menyediakan 47,6 triliun won (Rp 595 triliun) dari dana yang dibutuhkan dan pemerintah mengeluarkan 0,9 triliun (Rp 11,2 triliun) sisanya, kata kantor kantor kepresidenan Korea Selatan, Gedung Biru.

Proyek tersebut diklaim akan menyediakan hingga 5.600 pekerjaan dan membantu meningkatkan kapasitas tenaga angin negara menjadi 16,5 GW pada tahun 2030 dari 1,67 GW sekarang.

Jumlah 8,2 GW yang direncanakan untuk energi yang dihasilkan oleh enam reaktor nuklir, atau efek dari penanaman 71 juta pohon pinus, kata para pejabat.

Hingga saat ini, pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai terbesar di dunia adalah Hornsea 1 di Inggris, yang memiliki kapasitas 1,12 GW.

REUTERS | YONHAP

Sumber:

https://www.reuters.com/article/us-southkorea-energy-windfarm/south-korea-unveils-43-billion-plan-for-worlds-largest-offshore-wind-farm-idUSKBN2A512D?il=0

https://en.yna.co.kr/view/AEN20201217007000320






NATO Desak Korea Selatan Tingkatkan Dukungan Militer untuk Ukraina

1 jam lalu

NATO Desak Korea Selatan Tingkatkan Dukungan Militer untuk Ukraina

Presiden Yoon Suk-yeol mengatakan undang-undang Korea Selatan melarang memasok senjata ke negara yang terlibat konflik, termasuk Ukraina


Pembangkit Listrik EBT Masih Sedikit, Menteri ESDM: Batu Bara Dominan, 67 Persen

2 jam lalu

Pembangkit Listrik EBT Masih Sedikit, Menteri ESDM: Batu Bara Dominan, 67 Persen

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyebut bauran energi baru terbarukan (EBT) dalam pembangkit listrik baru mencapai 14,11 persen pada 2022.


Daftar Tenaga Kerja Asing Terbanyak di Indonesia, TKA Cina Nomor Satu

1 hari lalu

Daftar Tenaga Kerja Asing Terbanyak di Indonesia, TKA Cina Nomor Satu

Tenaga Kerja Asing manakah terbanyak di Indonesia? TKA Cina di urutan pertama, disusul dari Jepang dan Korea Selatan. Berapa jumlahnya?


Suzuki Bakal Hadirkan Motor Listrik Baterai Tahun Depan, Kejar Target Nol Karbon

3 hari lalu

Suzuki Bakal Hadirkan Motor Listrik Baterai Tahun Depan, Kejar Target Nol Karbon

Suzuki secara resmi mengumumkan strateginya untuk mencapai netralitas karbon di berbagai negara di seluruh dunia.


Asnawi Mangkualam Dikontrak Klub Korea Selatan Jeonnam Dragons Sampai Desember 2023

3 hari lalu

Asnawi Mangkualam Dikontrak Klub Korea Selatan Jeonnam Dragons Sampai Desember 2023

Klub Korea Selatan, Jeonnam Dragons, mengumumkan bergabungnya Asnawi Mangkualam pada Jumat pagi, 27 Januari 2023.


50 Tahun Bekerja Sama, RI - Korea Selatan Fokus Dua Hal Ini

4 hari lalu

50 Tahun Bekerja Sama, RI - Korea Selatan Fokus Dua Hal Ini

Volume perdagangan bilateral Indonesia dan Korea Selatan mencapai US$20,57 miliar atau sekitar Rp307 triliun, angka tertinggi selama 5 tahun terakhir


Korea Selatan Menggandakan Kupon Energi untuk Hadapi Hujan Salju dan Gelombang Dingin

4 hari lalu

Korea Selatan Menggandakan Kupon Energi untuk Hadapi Hujan Salju dan Gelombang Dingin

Hujan Salju menutup beberapa taman nasional dan membatalkan lima penerbangan.


Asnawi Mangkualam Dikabarkan Pindah Klub, Ini Profil Jeonnam Dragons

4 hari lalu

Asnawi Mangkualam Dikabarkan Pindah Klub, Ini Profil Jeonnam Dragons

Kabar Asnawi Mangkualam Bahar bergabung klub sepak bola Korea Selatan, Jeonnam Dragons makin disoroti


Apa itu Daechang, Makanan Usus ala Korea Selatan yang Lagi Viral di TikTok

5 hari lalu

Apa itu Daechang, Makanan Usus ala Korea Selatan yang Lagi Viral di TikTok

Mengenal Daechang makanan khas Korea Selatan yang tengah viral di sosial media, seperti apa asal-usulnya?


Pemerintah Hapus Skema Power Wheeling dari RUU EBT, Pengamat: Tetap Kawal Agar Sesuai DIM

8 hari lalu

Pemerintah Hapus Skema Power Wheeling dari RUU EBT, Pengamat: Tetap Kawal Agar Sesuai DIM

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menghapus pasal skema power wheeling dalam Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan atau RUU EBT