Ada Aksi Petani, Pemerintah India Blokir Internet

Para petani ikut serta dalam unjuk rasa traktor untuk memprotes undang-undang pertanian pada kesempatan Hari Republik India di perbatasan Tikri dekat New Delhi, India, 26 Januari 2021. REUTERS/Anushree Fadnavis

TEMPO.CO, - Kementerian Dalam Negeri India pada Sabtu mengatakan layanan internet di tiga lokasi di pinggiran New Delhi diblokir hingga Ahad pukul 23.00 waktu setempat. Pemblokiran berlangsung di tengah aksi mogok makan para petani yang menolak UU Pertanian.

"Untuk menjaga keamanan publik," bunyi keterangan resmi pemerintah dikutip dari Reuters, Sabtu, 30 Januari 2021.

Otoritas India sering memblokir layanan internet lokal ketika mereka yakin akan ada kerusuhan, meskipun tindakan tersebut tidak biasa di ibu kota.

Aksi mogok makan para petani ini merupakan kelanjutan dari unjuk rasa pekan lalu di New Delhi. Demonstrasi yang diikuti ribuan petani itu berakhir rusuh hingga menyebabkan satu orang tewas serta ratusan lainnya luka-luka.

Baca juga: Kembali Protes, Petani India Gelar Aksi Mogok Makan

Para petani marah dengan undang-undang pertanian baru yang menurut mereka menguntungkan perusahaan besar namun mengorbankan produsen. Selama lebih dari dua bulan, ribuan petani telah berkemah di pinggiran ibu kota.

Di lokasi protes utama dekat desa Singhu di pinggiran utara kota, ada peningkatan kehadiran polisi pada hari Sabtu ketika ratusan traktor tiba dari Haryana, salah satu dari dua negara bagian yang menjadi pusat protes.

“Banyak kelompok petani telah bergabung dengan lokasi protes sejak tadi malam,” kata Mahesh Singh, seorang petani berusia 65 tahun dari Haryana.

“Mereka datang untuk menunjukkan dukungan mereka dan lebih banyak petani diharapkan datang dalam dua hari ke depan," ucap dia.

Para pemimpin koalisi petani mengatakan aksi mogok makan dilakukan hari ini karena bertepatan dengan peringatan kematian Mahatma Gandhi. Mereka ingin menunjukkan kepada orang India bahwa para petani yang berunjuk rasa adalah orang-orang yang cinta damai.

REUTERS
https://www.reuters.com/article/idUSKBN29Z08R?il=0






Mahatma Gandhi, Abdul Kalam Azad dan Hari Kemerdekaan India, Inggris Menyerah karena Apa?

8 jam lalu

Mahatma Gandhi, Abdul Kalam Azad dan Hari Kemerdekaan India, Inggris Menyerah karena Apa?

15 Agustus tiap tahunnya warga India memperingati hari kemerdekaan India dari jajahan Inggris. Seberapa besar peran Mahatma Gandhi?


India Rayakan Hari Kemerdekaan

1 hari lalu

India Rayakan Hari Kemerdekaan

India pada Senin, 15 Agustus 2022, merayarkan hari kemerdekaan. Kali ini perayaan diselenggarakan offline, setelah sebelumnya dilakukan online.


FIFA Skors Federasi Sepak Bola India karena Dianggap Melanggar Statuta

1 hari lalu

FIFA Skors Federasi Sepak Bola India karena Dianggap Melanggar Statuta

Badan sepak bola dunia atau FIFA menskors federasi sepak bola India (AIFF) karena adanya intervensi pihak ketiga.


Tawarkan Senjata Canggih, Putin: Penghargaan Rusia ke Sekutunya

1 hari lalu

Tawarkan Senjata Canggih, Putin: Penghargaan Rusia ke Sekutunya

Presiden Putin menawarkan senjata modern kepada negara-negara di Amerika Latin, Asia dan Afrika sebagai penghargaan Moskow kepada sekutunya


PM Modi Targetkan India jadi Negara Maju dalam 25 Tahun

1 hari lalu

PM Modi Targetkan India jadi Negara Maju dalam 25 Tahun

Menurut Perdana Menteri India, gol untuk jadi negara maju akan dicapai dengan kebijakan yang mendukung produksi dalam negeri di sektor energi, pertahanan, dan teknologi digital.


Kominfo Siapkan Internet Satelit untuk Museum Pulau Rinca

1 hari lalu

Kominfo Siapkan Internet Satelit untuk Museum Pulau Rinca

BAKTI Kementerian Kominfo akan menyediakan akses internet sebesar 30 Mbps.


Sri Lanka Tetap Izinkan kapal Riset China Berlabuh, meski Diprotes India dan AS

3 hari lalu

Sri Lanka Tetap Izinkan kapal Riset China Berlabuh, meski Diprotes India dan AS

Sri Lanka mengizinkan kapal riset China Yuan Wang 5 berlabuh, meski India dan AS keberatan karena curiga kapal bisa melacak rudal


Miliarder India Rakesh Jhunjhunwala Meninggal, Kekayaannya Rp87 Triliun

3 hari lalu

Miliarder India Rakesh Jhunjhunwala Meninggal, Kekayaannya Rp87 Triliun

Penyebab kematian miliarder Rakesh Jhunjhunwala tidak dipublikasi. Perdana Menteri Narendra Modi berduka atas kepergiannya


Kebanyakan Penduduk, Pemerintah di India Beri Hadiah Alat Kontrasepsi untuk Pengantin Baru

3 hari lalu

Kebanyakan Penduduk, Pemerintah di India Beri Hadiah Alat Kontrasepsi untuk Pengantin Baru

Pemerintah Negara Bagian Odisha di India memperkenalkan inisiatif baru di mana pasangan yang baru menikah akan diberi hadiah berupa alat kontrasepsi


Presiden Julius Maada Bio Curiga Unjuk Rasa di Sierra Leone untuk Mendongkelnya

4 hari lalu

Presiden Julius Maada Bio Curiga Unjuk Rasa di Sierra Leone untuk Mendongkelnya

Presiden Julius Maada Bio curiga rangkaian unjuk rasa yang terjadi di negaranya ditujukan untuk menggulingkan pemerintahannya.