Anggota DPR AS dari Partai Republik Disinyalir Dukung Eksekusi Partai Demokrat

Anggota DPR AS Marjorie Taylor Greene mengenakan masker wajah "Trump Won" saat ia tiba di lantai DPR untuk mengambil sumpah jabatannya sebagai anggota yang baru terpilih dari DPR ke-117 di Washington, AS, 3 Januari 2021. [REUTERS / Erin Scott / Pool ]

TEMPO.CO, Jakarta - Anggota DPR AS dari Partai Republik, Marjorie Taylor Greene, pernah menyukai komentar Facebook yang menyebut anggota Partai Demokrat mesti dieksekusi, sebelum dia terpilih menjadi anggota Kongres AS, menurut CNN yang memeriksa ratusan unggahan dan komentar Facebook Greene.

Greene, yang mewakili Distrik Kongres ke-14 Georgia, sering mengunggah konten ekstremis sayap kanan dan teori konspirasi di halaman Facebook-nya, termasuk konspirasi QAnon yang mengklaim tanpa bukti bahwa mantan Presiden Donald Trump dalam pertempuran imajiner melawan komplotan rahasia jahat predator seks anak dari Demokrat dan selebriti.

KFile CNN melaporkan, dalam satu unggahan mulai Januari 2019, Greene menyukai komentar yang mengatakan "peluru ke kepala akan lebih cepat" untuk menyingkirkan Ketua DPR Nancy Pelosi. Di unggahan lain, Greene menyukai komentar tentang mengeksekusi agen FBI yang menurutnya, adalah bagian dari "deep state" atau "negara dalam negara" yang beroperasi secara sembunyi-sembunyi melawan Trump.

Komentar Facebook yang menyebut anggota Demokrat mesti dieksekusi yang kemudian disukai oleh Marjorie Taylor Greene.[CNN]

Dalam satu unggahan Facebook dari April 2018, Greene menulis konspirasi tentang Kesepakatan Iran, salah satu pencapaian kebijakan luar negeri mantan Presiden Barack Obama. Seorang komentator bertanya kepada Greene, "Sekarang apakah kita bisa menggantungnya?? Artinya H&O ???", di mana H&O mengacu pada Obama dan Hillary Clinton.

Greene menjawab, "Panggung sedang diatur. Para pemain sedang disiapkan. Kita harus bersabar. Ini harus dilakukan dengan sempurna atau juri liberal akan melepaskan mereka."

Akun Twitter pribadinya mengunggah pernyataan di mana dia tidak menyangkal bahwa dia menyukai unggahan dan membalas komentar, tetapi mengklaim bahwa banyak orang telah menjalankan halaman Facebook-nya.

"Selama bertahun-tahun, saya memiliki tim yang mengelola halaman saya. Banyak unggahan disukai. Banyak unggahan telah dibagikan. Beberapa tidak mewakili pandangan saya. Terutama yang akan disebarkan oleh CNN ke seluruh internet," tulisnya.

Greene tidak merinci apakah dia atau anggota timnya berada di belakang unggahan yang ditinjau oleh KFile CNN.

Calon anggota DPR AS dari Partai Republik Marjorie Taylor Greene terlihat pada konferensi pers di Dallas, Georgia, AS 15 Oktober 2020. [REUTERS / Elijah Nouvelage / File Photo]

Setelah beberapa laporan tentang dukungan Greene terhadap kekerasan politik, anggota DPR AS Jimmy Gomez, Demokrat dari California, mengumumkan pada Rabu malam bahwa dia akan mengeluarkan resolusi untuk mengeluarkannya dari DPR, New York Times melaporkan.

"Advokasi untuk ekstremisme dan hasutan seperti itu tidak hanya menuntut pengusirannya segera dari Kongres, tetapi juga mendapat kecaman yang kuat dan jelas dari semua rekan Partai Republiknya," kata Gomez. Pemecatan anggota Kongres AS dari majelis akan membutuhkan dua pertiga suara.

Sebagian besar anggota Partai Republik bungkam pada hari Rabu setelah KFile CNN melaporkan Marjorie Taylor Greene berulang kali menunjukkan dukungan untuk mengeksekusi politisi Demokrat terkemuka pada 2018 dan 2019 sebelum terpilih menjadi anggota Kongres.

"Komentar ini sangat mengganggu, dan Pemimpin McCarthy berencana untuk berbicara dengan anggota Kongres tentang mereka," kata Mark Bednar, juru bicara Pemimpin Minoritas DPR AS Kevin McCarthy pada Rabu malam, dikutip dari Axios.

Kandidat Demokrat untuk Dewan Perwakilan Rakyat AS Cori Bush berpose setelah mengalahkan petahana William Lacy Clay dalam pemilihan utama mereka, di St Louis, Missouri, AS 5 Agustus 2020. [REUTERS / Lawrence Bryant]

Greene juga bertengkar dengan Cori Bush dari Partai Demokrat yang berujung pada pemindahan ruang kantor Bush pada Jumat.

Kantor Green terletak di dekat kantor Bush di salah satu dari tiga gedung perkantoran besar Dewan Perwakilan Rakyat. Keduanya adalah anggota DPR periode pertama yang mulai menjabat bulan ini.

Baca juga: Partai Republik Terpecah Selepas Kepergian Donald Trump

Reuters melaporkan, Bush mengaku Marjorie Taylor Greene mencacinya ketika berpapasan di koridor Capitol AS tanpa mengenakan masker.

Greene, seorang perempuan kulit putih, menuduh Bush berbohong tentang masalah ini dan di Twitter menyebut Bush, yang merupakan perempuan kulit hitam, sebagai "pemimpin gerombolan teroris St. Louis Black Lives Matter".

Pemimpin Partai Republik Kevin McCarthy berada di bawah tekanan untuk mengambil tindakan terhadap Greene dan mengatakan dia akan berbicara dengannya.
Seorang pembantu McCarthy menyebut sangat terganggu dengan komentar Greene tentang pembunuhan anggota DPR AS Partai Demokrat.

CNN | NEW YORK TIMES | REUTERS

Sumber:

https://edition.cnn.com/2021/01/27/politics/marjorie-taylor-greene-comments-reaction/index.html

https://www.nytimes.com/2021/01/27/us/marjorie-taylor-greene-executing-democrats.html

https://www.reuters.com/article/us-usa-congress-greene/u-s-house-democrat-to-move-office-after-confrontation-with-republican-lawmaker-idUSKBN29Y2YR






Safari Politik Anies Baswedan di Aceh dan Riau Terhambat, Ini Kata PKS

1 hari lalu

Safari Politik Anies Baswedan di Aceh dan Riau Terhambat, Ini Kata PKS

PKS menilai setiap warga dan relawan berhak memberikan dukungan kepada Anies Baswedan sebagai calon presiden.


Safari Anies Baswedan ke Daerah Dihalang-halangi, Ini Kata Sekjen NasDem

1 hari lalu

Safari Anies Baswedan ke Daerah Dihalang-halangi, Ini Kata Sekjen NasDem

Sekjen NasDem Johnny G Plate tak mau berpikir negatif soal adanya penghalangan terhadap safari politik Anies Baswedan.


Hakeem Jeffries, Laki-laki Kulit Hitam Pertama yang Jadi Ketua DPR Amerika dari Partai Demokrat

1 hari lalu

Hakeem Jeffries, Laki-laki Kulit Hitam Pertama yang Jadi Ketua DPR Amerika dari Partai Demokrat

Hakeem Jeffries mencetak sejarah karena menjadi laki-laki kulit hitam pertama yang menduduki jabatan Ketua DPR Amerika Serikat dari Partai Demokrat


Temui Pimpinan Politik Australia, AHY Bicara Stabilitas Kawasan Indo-Pasifik

2 hari lalu

Temui Pimpinan Politik Australia, AHY Bicara Stabilitas Kawasan Indo-Pasifik

AHY menyampaikan sejumlah isu pokok di berbagai forum tersebut. Di antaranya, menyoroti multilateralisme yang bermasalah.


Lukas Enembe Minta Izin Berobat ke Singapura, KPK Akan Adakan Rapat Pimpinan

3 hari lalu

Lukas Enembe Minta Izin Berobat ke Singapura, KPK Akan Adakan Rapat Pimpinan

KPK menyatakan akan mengadakan rapat pimpinan untuk memutuskan soal izin berobat bagi Gubernur Papua Lukas Enembe.


Soal Rencana Lukas Enembe Berobat ke Singapura, Kuasa Hukum: Tunggu Izin KPK

3 hari lalu

Soal Rencana Lukas Enembe Berobat ke Singapura, Kuasa Hukum: Tunggu Izin KPK

Kuasa Hukum Lukas Enembe menyatakan kondisi kesehatan kliennya memburuk.


Bertemu Tokoh Antisemit, Donald Trump Dikritik Republikan

4 hari lalu

Bertemu Tokoh Antisemit, Donald Trump Dikritik Republikan

Donald Trump dikritik politikus Partai Republik karena bertemu tokoh antisemit Nick Fuentes. Trump mengatakan pertemuan itu tak disengaja.


Kecewa pada Biden, Elon Musk Dukung Ron DeSantis di Pemilu Amerika 2024

5 hari lalu

Kecewa pada Biden, Elon Musk Dukung Ron DeSantis di Pemilu Amerika 2024

Elon Musk mengakui akan mendukung Ron DeSantis pada pemilu Amerika Serikat 2024 karena kecewa pada pemerintahan Joe Biden.


Partai Demokrat Menolak Revisi UU IKN

7 hari lalu

Partai Demokrat Menolak Revisi UU IKN

Partai Demokrat menolak perubahan UU IKN untuk masuk dalam perubahan Prolegnas RUU Prioritas. Alasannya?


Studi: Pola Pikir Konspirasi Musuh Besar Vaksinasi Covid-19

13 hari lalu

Studi: Pola Pikir Konspirasi Musuh Besar Vaksinasi Covid-19

Orang yang percaya Covid-19 adalah hoax memiliki kecenderungan percaya segala teori konspirasi. Mereka meyakiniya sekalipun tidak ada bukti kuatnya.