Menlu Retno Marsudi Minta Nasionalisme Vaksin Dihentikan

Menlu Retno Marsudi menggelar jumpa pers soal resolusi DK PBB mengenai perpanjangan mandat UNAMA di Kemenlu pada Kamis, 17 September 2020. Kemenlu

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengkritik nasionalisme vaksin yang bisa membahayakan global dan menyerukan akses serta ketersediaan vaksin Covid-19 untuk negara tidak mampu dan berkembang.

Dalam konferensi virtual bertema "Resetting Geopolitics" di Davos World Economic Forum pada 29 Januari 2021, Menlu Retno L. P. Marsudi sependapat dengan para panelis lain tentang bahaya nasionalisme vaksin.

"Kita pulih lebih kuat jika kita pulih bersama," kata Retno, membahas fasilitas COVAX, skema produksi dan distribusi vaksin Covid-19 yang dipimpin bersama oleh GAVI, Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI) dan WHO.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi terpilih sebagai salah satu dari tiga co-chair GAVI COVAX Advance Market Commitment (AMC), bersama Menteri Kesehatan Ethiopia Lia Tadesse dan Menteri Pembangunan Internasional Kanada Karina Gould.

Retno mengatakan masalah utamanya adalah memastikan implementasi distribusi, termasuk memastikan akses terhadap vaksin, karena nasionalisme vaksin akan mengganggu distribusi.

"Upaya lembaga multilateral adalah kunci dan memuji semangat kolaborasi melalui upaya GAVI," tegas Retno.

Retno mengatakan melalui fasilitas COVAX, 92 negara ekonomi rendah dan menengah penerima vaksin COVAX atau AMC 92, bisa memvaksinasi 20 persen populasi mereka. COVAX memastikan akses dan distribusi yang adil untuk memvaksin semua negara.

"Ini bukan hanya penting bagi negara berkembang dan kurang berkembang, tetapi juga untuk dunia," tegas Retno.

Untuk merealisasikan implementasinya, Retno mengatakan ada tiga isu penting yakni ketersediaan vaksin, dukungan finansial, dan kesiapan negara penerima vaksin.

"Di sini kerja sama dengan pembuat vaksin adalah kunci...dan sangat disayangkan saya mendengar nasionalisme vaksin tetap terjadi. Dan jika ini tetap terjadi maka akan membahayakan multilateralisme vaksin," kata Retno.

Baca juga: Retno Marsudi: Semua Negara Harus Dapat Akses Vaksin Covid-19

"Ini bukan hal yang mudah. Kebanyakan vaksin yang didistribusikan untuk anggota AMC 92 akan membutuhkan rantai pengiriman super-dingin, dan pertanyaannya adalah apakah mereka memiliki infrastruktur ini?" ujar Retno.

Persoalan utama untuk memastikan implementasinya antara lain menghindari nasionalisme vaksin yang akan mengganggu distribusi, menurut Retno Marsudi. Upaya lembaga multilateral adalah kuncinya dan Retno Marsudi memuji semangat kolaborasi melalui upaya GAVI.

"Tolong hentikan politisasi vaksin, tolong hentikan nasionalisme vaksin. Kita harus mengingatkan diri kita sendiri bahwa vaksin adalah masalah kemanusiaan, bukan politik," kata Retno Marsudi.






Serangan Israel Meningkat, Retno Marsudi Pastikan Indonesia Dukung Perjuangan Palestina

5 jam lalu

Serangan Israel Meningkat, Retno Marsudi Pastikan Indonesia Dukung Perjuangan Palestina

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menegaskan dukungan Indonesia pada Palestina di tengah eskalasi serangan Israel.


Menlu Retno Marsudi: Krisis Myanmar Tak Mungkin Selesai dalam Setahun

11 jam lalu

Menlu Retno Marsudi: Krisis Myanmar Tak Mungkin Selesai dalam Setahun

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi ragu krisis politik yang terjadi di Myanmar dapat selesai dalam satu tahun keketuaan ASEAN.


Jokowi Meyakini ASEAN Masih Relevan bagi Rakyat dan Kawasan

1 hari lalu

Jokowi Meyakini ASEAN Masih Relevan bagi Rakyat dan Kawasan

Jokowi yakin ASEAN akan terus berkontribusi bagi perdamaian dan stabilitas di Indo-Pasifik.


Jokowi Resmi Memulai Kick Off Keketuaan ASEAN Indonesia 2023

1 hari lalu

Jokowi Resmi Memulai Kick Off Keketuaan ASEAN Indonesia 2023

Jokowi meyakini ASEAN masih penting dan relevan bagi rakyat dan kawasan. Ia yakin ASEAN akan berkontribusi bagi stabilitas di Indo-Pasifik.


Direktur Pengelolaan Imunisasi Jawab Wacana Vaksin Booster Berbayar

2 hari lalu

Direktur Pengelolaan Imunisasi Jawab Wacana Vaksin Booster Berbayar

Direktur Pengelolaan Imunisasi, Prima Yosephine Berliana, M.K.M menjawab wacana vaksin booster berbayar yang disampaikan Menteri Kesehatan.


Vaksin Campak dan Covid-19 Bisa Diberikan Bersamaan, Cek Syaratnya

3 hari lalu

Vaksin Campak dan Covid-19 Bisa Diberikan Bersamaan, Cek Syaratnya

Pakar kesehatan membolehkan vaksin campak diberikan bersama vaksin COVID-19, termasuk booster kedua. Ini yang perlu diperhatikan.


Usia 28 Tahun Jadi Doktor, Arif Nur Muhammad dari Unair Ciptakan Vaksin Covid-19 Halal dan Bebas Efek Samping

3 hari lalu

Usia 28 Tahun Jadi Doktor, Arif Nur Muhammad dari Unair Ciptakan Vaksin Covid-19 Halal dan Bebas Efek Samping

Arif Nur Muhammad mahasiswa Unair meraih gelar doktor di usia 28 tahun dengan disertasi mengenai Vaksin Covid-19 bebas efek samping dan halal.


Jokowi Ingatkan Masyarakat: Ini Masa Transisi Covid-19, Tetap Waspada

4 hari lalu

Jokowi Ingatkan Masyarakat: Ini Masa Transisi Covid-19, Tetap Waspada

Meski Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM sudah dicabut akhir 2022, Jokowi meminta masyarakat tetap waspada.


Menteri Teten Masduki Dorong Nestl Kembangkan Komoditi Kopi Hingga Cokelat

5 hari lalu

Menteri Teten Masduki Dorong Nestl Kembangkan Komoditi Kopi Hingga Cokelat

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Indonesia, Teten Masduki berharap Nestle bisa jadi pemasok tidak hanya untuk produk susu.


Pakar Kesehatan Ingatkan Manfaat Vaksinasi Booster Kedua

6 hari lalu

Pakar Kesehatan Ingatkan Manfaat Vaksinasi Booster Kedua

Vaksinasi booster kedua sangat bermanfaat untuk melindungi dari risiko terkena COVID-19 sehingga masyarakat perlu segera melengkapi vaksinasi.