Umat Islam dan Kristen Singapura Bersatu Hadapi Ancaman Teror

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah umat muslim menunggu dimulainya salat tarawih di sebuah masjid di Singapura, 26 Mei 2017. REUTERS/Edgar Su

    Sejumlah umat muslim menunggu dimulainya salat tarawih di sebuah masjid di Singapura, 26 Mei 2017. REUTERS/Edgar Su

    TEMPO.CO, - Pemerintah Singapura gerak cepat menanggapi penangkapan seorang remaja 16 tahun yang ingin melakukan teror di dua masjid setempat. Menteri Hukum dan Dalam Negeri Singapura K Shanmugam mengumpulkan para pemuka agama untuk menegaskan kembali solidaritas beragama di sana.

    Berlangsung di Masjid Yusof Ishak di Woodlands, yang merupakan salah satu target remaja tersebut, pertemuan ini dihadiri para para pemimpin Kristen dan Islam. Shanmugam berterima kasih karena kelompok-kelompok agama menolak ideologi ekstremis dan menyatakan dukungan satu sama lain setelah mendengar berita tersebut.

    “Apa yang kami miliki di Singapura cukup unik. Kami menganggapnya sebagai cara hidup, bahwa ada semangat kerukunan umat beragama, dan itu sangat berharga dan harus dilindungi," katanya dikutip dari Channel News Asia, Jumat, 29 Januari 2021.

    Presiden Dewan Nasional Gereja-Gereja Singapura, Pendeta Keith Lai, mengatakan pihaknya akan berdiri bersama dengan umat Islam untuk memerangi dan mengalahkan kebencian dan kekerasan. “Karena apa pun yang direncanakan oleh pemuda ini bertentangan dengan apa yang diajarkan Alkitab tentang cinta dan penerimaan,” katanya.

    Menurut Lai, kehadirannya dalam pertemuan ini menegaskan komitmen gereja untuk berdiri bersama dengan Muslim. "Dan bekerja bersama mereka untuk meyakinkan mereka bahwa tidak ada permusuhan antara Kristen dan Muslim," tuturnya.

    Baca juga: Remaja Singapura yang Ingin Serang Masjid Bakal Jalani Deradikalisasi

    Mufti Nazirudin Mohd Nasir mengatakan komunitas-komunitas keagamaan sekarang harus membantu remaja ini dan banyak orang seperti dia untuk menghilangkan perasaan benci dan niat melakukan kekerasan. “Bukan untuk membentuk stereotip dan prasangka, melalui penutup mata yang buram dan layar piksel kebencian dan ekstremisme kekerasan,” ucap dia.

    Nasir berterima kasih kepada badan keamanan Singapura karena telah menggagalkan serangan semacam itu sebelum terjadi.

    Shanmugam mengatakan remaja itu akab menjalani deradikalisasi. Dia terlebih dahulu akan dibawa ke persidangan untuk memutuskan bagaimana proses rehabilitasi atau deradikalisasi dilakukan.

    Menurut Shanmugam, remaja tersebut tidak akan diadili di pengadilan karena dia belum melakukan apapun. Ia mengamini akan terlambat jika harus ada peristiwa kriminal dahulu baru bisa menjatuhkan hukuman pada seseorang. Sebabnya, pemerintah Singapura cenderung melakukan deradikalisasi kepadanya. "Kami mendukung pendekatan di mana kami melakukan intervensi sejak dini," ujarnya

    CHANNEL NEWS ASIA
    https://www.channelnewsasia.com/news/singapore/teen-singaporean-isd-lawyer-court-terrorist-acts-mosques-14060142


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.