Unjuk Rasa di Lebanon Menolak Lockdown Ricuh

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Demonstran ditembakan gas air mata selama protes terhadap lockdown dan memburuknya kondisi ekonomi, di tengah penyebaran COVID-19, di Tripoli, Lebanon 27 Januari 2021. REUTERS / Omar Ibrahim

    Demonstran ditembakan gas air mata selama protes terhadap lockdown dan memburuknya kondisi ekonomi, di tengah penyebaran COVID-19, di Tripoli, Lebanon 27 Januari 2021. REUTERS / Omar Ibrahim

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasukan keamanan Lebanon bentrok pada hari ketiga unjuk rasa menentang lockdown yang diberlakukan untuk menekan penyebaran wabah virus corona. Saksi mata menceritakan aparat kepolisian melepaskan tembakan peluru karet saat demonstran mencoba menyerang gedung pemerintah di Kota Tripoli, Lebanon.

    Demonstran yang marah juga melemparkan batu, bom molotov dan membakar sebuah mobil. Puluhan orang mengalami luka-luka.

    Kepolisian Lebanon belum mau berkomentar terkait dugaan apakah peluru tajam ikut ditembakkan dalam kerusuhan itu. Rekaman video Reuters memperlihatkan percikan api menghantam tanah, yang tampaknya berasal dari peluru yang memantul dan suara tembaka.

    Unjuk rasa menolak lockdown sudah memasuki hari ketiga, yang terjadi di beberapa kota miskin di Lebanon. Mereka yang memprotes mengatakan lockdown yang sangat ketat membuat mereka tak punya sarana untuk bertahan dari perekonomian Lebanon yang runtuh.

    Baca juga: Virus Corona, Lebanon Umumkan Lockdown 3 Pekan

    Orang-orang mengenakan masker wajah berjalan keluar rumah sakit Hariri, Lebanon dimana pasien kasus petama Corona Virus dikarantina di sini pada 21 Februari 2020. [REUTERS]

             

    Sebelumnya awal bulan ini, Pemerintah Lebanon memberlakukan jam malam dalam upaya menahan penyebaran wabah virus corona. Di negara itu, sudah lebih dari 2.500 orang meninggal akibat Covid-19.

    Lembaga-lembaga nirlaba di Lebanon memperingatkan dengan sedikitnya bantuan yang dikucurkan, lockdown telah mempersulit kelompok miskin, yang sekarang jumlahnya hampir separuh dari masyarakat Lebanon. Banyak dari mereka bersandar pada upah harian.       

      

    Keuangan Lebanon sedang terpuruk menyusul anjloknya nilai mata uang negara itu terhadap dolar Amerika. Kondisi ini menimbulkan risiko terburuk pada stabilitas Lebanon sejak perang sipil pada 1975 – 1990.        

    “Masyarakat sudah lelah. Ada kemiskinan, penderitaan, lockdown dan tidak ada lapangan pekerjaan. Masalah kami adalah politik,” kata Samir Agha, demonstran di Kota Tripoli, Rabu malam, 27 Januari 2021.

    Sumber: https://www.reuters.com/article/us-health-coronavirus-lebanon-protests/security-forces-clash-with-protesters-in-locked-down-lebanon-idUSKBN29W2W5


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?