Cina Hubungi Indonesia Soal Warganya di Kapal Tanker Iran yang Disita

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua kapal motor tanker (MT) berbendera asing diamankan Badan Keamanan Laut (Bakamla) di perairan Pontianak, Kalimantan Barat, Ahad, 24 Januari 2021. Kapal tanker berbendera Iran dan Panama tertangkap saat melaksanakan 'ship to ship' dan ditemukan tumpahan minyak di sekitar kapal tanker penerima. ANTARA/HO/Bakamla

    Dua kapal motor tanker (MT) berbendera asing diamankan Badan Keamanan Laut (Bakamla) di perairan Pontianak, Kalimantan Barat, Ahad, 24 Januari 2021. Kapal tanker berbendera Iran dan Panama tertangkap saat melaksanakan 'ship to ship' dan ditemukan tumpahan minyak di sekitar kapal tanker penerima. ANTARA/HO/Bakamla

    TEMPO.CO, - Pemerintah Cina mengatakan sedang mencari informasi tentang 25 warga negaranya yang ditahan di Indonesia. Mereka bagian dari 61 anak buah kapal di dua kapal tanker berbendera Iran dan Panama yang ditangkap oleh Indonesia karena dicurigai mentransfer minyak secara ilegal.

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengkonfirmasi 25 awak dua kapal tanker itu adalah warganya. Namun dia tidak menjelaskan apakah semua ABK Cina itu berada di satu kapal atau terpisah di antara keduanya.

    "Kedutaan kami telah menyatakan keprihatinannya kepada Indonesia. Kami mendesak mereka untuk memverifikasi situasi tentang pelaut Cina secepat mungkin dan memberi tahu kami secara resmi," katanya dikutip dari Reuters, Rabu, 27 Januari 2021.

    Dia mengatakan Cina meminta Indonesia untuk melakukan penyelidikan secara adil dan sesuai dengan hukum.

    Baca juga: Bakamla Pindahkan Kapal Tanker Iran ke Batam Untuk Penyelidikan

    Sebelumnya, Badan Keamanan Laut (Bakamla) menahan dua kapal tanker ini pada Ahad kemarin di perairan dekat pulau Kalimantan. Kapal MT Horse, yang dimiliki oleh National Iranian Tanker Company dan MT Freya, yang dikelola oleh Shanghai Future Ship Management Co, memiliki total 61 anggota awak di dalamnya.

    Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Iran pada Senin kemarin meminta Indonesia untuk memberikan rincian lebih lanjut.

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Teuku Faizasyah, mengatakan kepada Reuters bahwa telah ada komunikasi awal dengan Cina dan Iran. "Diskusi lebih lanjut akan tergantung pada hasil penyelidikan," ucap dia.

    REUTERS
    https://www.reuters.com/article/idUSKBN29W134?il=0


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.