Siapkan Aksi Terorisme, Remaja Singapura Tiru Pelaku Penembakan di Christchurch

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi teroris. shutterstock.com

    Ilustrasi teroris. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian dan Departemen Keamanan Internal Singapura (ISD) berhasil menangkap remaja yang berniat melakukan serangan terorisme ke dua masjid. Dalam penelusuran mereka, remaja yang ditangkap pada bulan Desember itu ternyata terinspirasi aksi Brenton Tarrant, pelaku penembakan di Christchurch, Selandia Baru.

    Menurut ISD, penembakan di Christchurch menginspirasi sang remaja dalam banyak hal. Salah satu yang paling kentara adalah pemilihan dua masjid sebagai target serangan teror. Pada penembakan di Christchurch, aksi teror dilakukan Brenton Tarrant di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood.

    "Dia memilih Masjid Assyafaah dan Masjid Yusof Ishak sebagai targetnya karena dekat dari rumahnya," ujar keterangan ISD, dikutip dari Channel News Asia, Rabu, 27 Januari 2021.

    Setelah memilih kedua masjid tersebut, lanjut ISD, sang remaja kemudian melakukan survei. Hal itu dilakukan via Google Map dan Street View, untuk menentukan dari mana sebaiknya ia melakukan aksinya.

    Ketika survei, remaja berusia 16 tahun itu sempat menimbang mengganti targetnya. Dari Masjid Yusof Ishak ke Masjid An-Nur. Namun, ia mengurungkan niatnya setelah menganggap Yusof Ishak lebih dekat dari Masjid Assyafaah.

    Bagaimana serangan akan dilakukan pun meniru penembakan di Christchurch. ISD mengatakan, remaja terkait berencana menggunakan mobil untuk berpindah dari satu target ke target lainnya, persis seperti yang dilakukan di Christchurch. Mobil, kata ISD, memungkinkan sang remaja untuk berpindah target dan menghilang secara cepat.

    "Untuk memperoleh kendaraan, ia berniat mencuri kartu kredit ayahnya kemudian menyewa mobil BlueSG usai menemukan tempat peminjaman dekat rumahnya," ujar keterangan ISD.

    Hari penyerangan pun meniru penembakan di Christchurch, 15 Maret 2021. Apa yang berbeda, remaja keturunan India itu tidak berniat melakukan serangannya dengan senapan mesin, tetapi dengan senjata tajam golok.

    Ketika remaja itu tertangkap mempersiapkan serangan terorisme, dirinya telah menemukan golok yang hendak ia beli. Dia berniat membeli golok merk Smith and Weston dengan model Kukri, senjata tradisional angkatan darat Nepal dan resimen Gurkha. Harganya S$190. Adapun untuk memantapkan niatnya melakukan serangan, ia mengkonsumsi materi-materi propaganda ISIS alias melakukan radikalisasi secara otodidak.

    Baca juga: Remaja Singapura Ditangkap Karena Merencanakan Aksi Terorisme ke 2 Masjid

    ISTMAN MP | CHANNEL NEWS ASIA

    https://www.channelnewsasia.com/news/singapore/16-year-old-singaporean-detained-isa-planned-attack-2-mosques-14052400?cid=FBcna

    Catatan redaksi: Berita ini telah kami edit untuk memperjelas kapan remaja perencana serangan terorisme ditangkap. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.