Kepercayaan Konsumen Amerika Serikat Merosot

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Washington: Tingkat kepercayaan konsumen Amerika Serikat merosot tajam bulan ini. Pemutusan hubungan kerja, anjloknya harga perumahan, dan tak menentunya tingkat investasi menjadi faktor pendorong konsumen bersikap pesimistis.

    Lembaga riset Amerika Serikat, the Conference Board, mengungkapkan indeks kepercayaan konsumen Oktober 2008 anjlok ke level 38 poin dari bulan sebelumnya di level 61,4 poin. Bahkan, tingkat kepercayaan ini jauh lebih rendah jika dibandingkan Oktober 2007 yang berada di posisi 95,2 poin.

    Hasil riset ini jauh di bawah ekspektasi kalangan pengamat yang memperkirakan indeks hanya akan turun ke level 52 poin.  Sedangkan, the Conference Board, hasil risetnya kali ini merupakan yang terendah sejak lembaga swasta tersebut melakukan riset sentimen konsumen pada 1967.

    Kabar ini bukan perkiraan yang baik bagi para pedagang ritel yang sudah mulai bugar menghadapi musim liburan," kata Direktur the Conference Board's Consumer Research Center, Lynn Franco, seperti dikutip Associate Press, Rabu (29/10) waktu setempat.

    Penurunan tingkat kepercayaan konsumen sebesar 23,4 poin bulan ini merupakan yang paling tajam sejak 1973. Ketika itu, indeks turun hingga 36,9 poin saat perekonomian Amerika Serikat juga terguncang resesi.

    Sentimen konsumer selama ini menjadi perhatian di Amerika Serikat karena belanja konsumsi menopang 70 persen aktivitas perekonomian. The Conference Board memperkirakan indeks kepercayaan konsumen akan terjerembab di kisaran 35,5 poin hingga 61,5 poin selama enam bulan mendatang.

    "Angka ini sangat buruk dan di luar kebiasaan," kata Kepala Ekonom High Frequency Economics, Ian Shepherdson. Dia berharap, rendahnya harga gas saat ini bisa membangkitkan kembali tingkat konsumsi pada masa mendatang.

    Agoeng Wijaya,AP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.