Selandia Baru Berpotensi Tutup Perbatasan Sepanjang 2021 Akibat COVID-19

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern berpartisipasi dalam debat yang disiarkan televisi dengan pemimpin Partai Nasional Judith Collins di TVNZ di Auckland, Selandia Baru, 22 September 2020. [Fiona Goodall / Pool via REUTERS]

    Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern berpartisipasi dalam debat yang disiarkan televisi dengan pemimpin Partai Nasional Judith Collins di TVNZ di Auckland, Selandia Baru, 22 September 2020. [Fiona Goodall / Pool via REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - PM Selandia Baru, Jacinda Ardern, pesimistis negaranya akan membuka perbatasan di tahun 2021. Hal tersebut dikarenakan memburuknya pandemi COVID-19 di berbagai negara. Walau begitu, kata Ardern, Selandia Baru akan tetap mengupayakan kesepakatan perjalanan dengan Australia dan negara-negara pasifik lainnya.

    "Melihat resiko (COVID-19) di dunia saat ini ditambah ketidakpastian soal distribusi vaksin, saya rasa perbatasan akan tetap tertutup sepanjang tahun ini," ujar Ardern, dikutip dari CNN, Selasa, 26 Januari 2021.

    Jacinda Ardern melanjutkan, dirinya baru akan berani membuka perbatasan lagi apabila dua hal sudah terpenuhi. Pertama, mereka yang divaksin terjamin tidak menularkan COVID-19 lagi. Kedua, mayoritas warga Selandia Baru juga sudah divaksin.

    Jika dua hal itu terpenuhi, maka orang-orang bisa masuk ke Selandia Baru dengan aman. Sayangnya, kata Ardern, belum ada kepastian akan dua hal tersebut.

    Baca juga: Ada Kasus Baru Covid-19, Travel Bubble Australia dan Selandia Baru Ditangguhkan


    Seorang pria berjalan melewati tanda jarak sosial pada hari pertama tindakan pengamanan penyakit virus corona (COVID-19) yang mewajibkan penggunaan masker pada transportasi umum, di Auckland, Selandia Baru, 31 Agustus 2020.[REUTERS / Fiona Goodall]


    "Butuh waktu untuk bisa mendapat kepastian soal dua kemungkinan itu. Untuk sementara, kami akan tetap mengupayakan travel bubbles dengan Australia dan Pasifik. Negara-negara lain terlalu beresiko," ujar Ardern menegaskan.

    Perihal vaksinasi, Ardern menyampaikan bahwa regulator obat-obatan Selandia Baru, Medsafe, berupaya untuk segera memberikan pengesahan. Adapun vaksin COVID-19 yang akan dipakai adalah buatan Pfizer dan rencananya mulai didistribusikan di kuartal pertama 2021.

    Sejauh ini, vaksin Pfizer sudah dinyatakan efektif untuk menangkal gejala COVID-19. Namun, tantangan sesungguhnya ada pada masalah pengadaan. Produksi Pfizer, beberapa hari terakhir, terganggu yang membuat kapasitasnya untuk memenuhi suplai vaksin COVID-19 di berbagai negara terganggu.

    Per berita ini ditulis, Selandia Baru mencatatkan dua kasus COVID-19 baru. Total, ada 65 kasus aktif dari 1934 kasus yang tercatat. Untuk kematian, ada 25 orang.

    Baca juga: Selandia Baru Konfirmasi Kasus Covid-19 Domestik Pertama Sejak November

    ISTMAN MP | CNN

    https://edition.cnn.com/2021/01/26/asia/new-zealand-covid-borders-shut-intl-hnk/index.html


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.