Jelang Sidang Pemakzulan, Donald Trump Belum Punya Tim Kuasa Hukum

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Donald Trump berbicara dalam unjuk rasa untuk memperebutkan sertifikasi hasil pemilu oleh Kongres AS, di Washington, 6 Januari 2021.[REUTERS / Jim Bourg]

    Presiden Donald Trump berbicara dalam unjuk rasa untuk memperebutkan sertifikasi hasil pemilu oleh Kongres AS, di Washington, 6 Januari 2021.[REUTERS / Jim Bourg]

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Presiden Amerika Donald Trump mulai mengumpulan kuasa hukum. Hal itu berkaitan dengan proses pemakzulan yang berlangsung Senin kemarin dan mulai disidangkan, paling cepat, pada 8 Februari nanti

    Dikutip dari CNN, sejauh ini baru satu pengacara yang sudah bergabung dalam tim kuasa hukum Trump. Ia adalah Butch Bowers, pengacara asal South Caroline dan mantan pejabat Kemenatian Kehakiman di masa mantan Presiden Amerika George W. Bush. Donald Trump dikabarkan berdiskusi dengan Bowers beberapa hari terakhir.

    Setelah Bowers, pengacara yang diincar Trump adalah Charlie Condon. Dia adalah mantan Jaksa Agung Negara Bagian South Carolina. Saat ini, ia mengelola firma hukum miliknya sendiri. Sejauh ini, Cordon memastikan dirinya tidak bergabung dengan tim kuasa hukum Donald Trump.

    "Saya tidak mewakli Donald Trump," ujar Condon sebagaimana dilansir dari CNN, Senin, 25 Januari 2021.

    ADVERTISEMENT

    Dengan waktu yang tersisa hanya dua pekan, berhasil atau tidaknya Donald Trump mengumpulkan tim kuasa hukum jadi pertanyaan tersendiri. Sejumlah firma hukum, yang ditanyai CNN, menyatakan mereka masih ragu untuk mewakili Donald Trump.

    Slogan terlihat di lantai demonstrasi "Keluarkan dia! Bela demokrasi", sehari setelah pendukung Presiden AS Donald Trump menyerbu Capitol, di wilayah Brooklyn, New York City, New York, AS, 7 Januari 2021. Penyerbuan pada Rabu kemarin menyebabkan empat pendukung Trump dan seorang polisi tewas dalam kerusuhan. REUTERS/Jeenah Moon

    Sejak diduga terlibat dalam insiden kerusuhan US Capitol, Donald Trump memang dijauhi banyak pihak. Citranya dianggap Toxic sehingga tak banyak yang mau berurusan dengannya. Berbagai media sosial memblokir dirinya, berbagai perusahaan memutus kerjasama, dan beberapa loyalisnya mengundurkan diri.

    Firma hukum swasta termasuk yang ragu berurusan dengan Donald Trump. Mereka khawatir antara tidak dibayar atau citranya jadi rusak akibat berurusan dengan Donald Trump. Sebagai contoh, beberapa pekan lalu, Donald Trump dikabarkan tak mau membayar pengacaranya, Rudy Giuliani, karena gagal membuatnya memenangkan sengketa Pilpres Amerika.

    Senator Republikan Lindsey Graham, yang membantu Trump mencari kuasa hukum, mengaku belum terbayang soal strategi apa yang akan digunakan Presiden Amerika ke-45 itu. Ia bahkan tak yakin Donald Trump akan meminta pemanggilan saksi di sidang pemakzulannya.

    "Saya pun tak terbayang siapa saksi yang bisa dipanggil," ujarnya.

    "Saya sudah bertemu dengan Donald Trump di Florida pada Ahad kemarin. Apa yang ia inginkan adalah sidang pemakzulan segera tuntas," ujar Lindsey Graham menegaskan.

    Baca juga: Sayonara Trump, Selamat Datang Joe Biden: Gebrakan Awal Pemerintahan Baru AS

    ISTMAN MP | CNN

    https://edition.cnn.com/2021/01/25/politics/impeachment-trump-lawyer-legal-team/index.html



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...