Bakamla Pindahkan Kapal Tanker Iran ke Batam Untuk Penyelidikan

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua kapal berjenis motor tanker (MT) berbendera asing diamankan Badan Keamanan Laut (Bakamla) di perairan Pontianak, Kalimantan Barat, Ahad, 24 Januari 2021. KN Marore-322 milik Bakamla menangkap dua kapal tanker berbendera Iran dan Panama yang diduga melakukan transfer BBM illegal. ANTARA/HO/Bakamla

    Dua kapal berjenis motor tanker (MT) berbendera asing diamankan Badan Keamanan Laut (Bakamla) di perairan Pontianak, Kalimantan Barat, Ahad, 24 Januari 2021. KN Marore-322 milik Bakamla menangkap dua kapal tanker berbendera Iran dan Panama yang diduga melakukan transfer BBM illegal. ANTARA/HO/Bakamla

    TEMPO.CO, - Kepala Bagian Humas dan Protokol Badan Keamanan Laut Kolonel Wisnu Pramandita mengatakan pihaknya kini sedang memindahkan kapal tanker berbendera Iran dan Panama menuju Pulau Batam untuk penyelidikan lebih lanjut. Dua kapal ini pemerintah Indonesia sita karena diduga melakukan transfer minyak ilegal.

    Kedua supertanker, dengan awak dari Iran dan Cina, ditangkap pada Ahad kemarin di perairan dekat pulau Kalimantan. Kapal MT Horse, yang dimiliki oleh National Iranian Tanker Company dan MT Freya, yang dikelola oleh Shanghai Future Ship Management Co, memiliki total 61 anggota awak di dalamnya.

    "Kapal-kapal akan tiba di Batam sekitar pukul 15.00 hingga pukul 16.00 hari ini," kata Wisnu Pramandita kepada Reuters.

    Baca juga: Kapal Tankernya Disita Bakamla, Iran Minta Penjelasan

    Wisnu mengatakan beberapa awak kapal masih berada di kapal super, tetapi yang lain ditahan di kapal milik Bakamla untuk diperiksa saat penyelidikan sedang berlangsung.

    Wisnu mengatakan kepada Reuters pada hari Senin bahwa kapal itu tertangkap basah sedang mentransfer minyak dari MT Horse ke MT Freya dan ada tumpahan minyak di sekitar kapal tanker penerima.

    Iran mengatakan pada hari Senin bahwa MT Horse ditangkap karena masalah teknis dan telah meminta Indonesia untuk menjelaskan penyitaan tersebut.

    "Kementerian Luar Negeri telah berkoordinasi dengan Bakamla dan memperoleh informasi bahwa dua kapal tanker diduga melanggar hukum," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Teuku Faizasyah.

    Saat ini, penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang pelanggaran yang dilakukan dua kapal tanker berbendera Iran dan Panama itu.

    REUTERS

    https://www.reuters.com/article/idUSKBN29V0U0?il=0


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.