MA Amerika Hentikan Tuntutan Hukum Terhadap Donald Trump

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Donald Trump bersama Melania Trump berbicara pada seorang anak saat membagikan ketika merayakan Halloween di Gedung Putih di Washington, 25 Oktober 2020. REUTERS/Ken Cedeno

    Presiden Donald Trump bersama Melania Trump berbicara pada seorang anak saat membagikan ketika merayakan Halloween di Gedung Putih di Washington, 25 Oktober 2020. REUTERS/Ken Cedeno

    TEMPO.CO, - Mahkamah Agung Amerika Serikat memutuskan menghentikan tuntutan hukum kepada Donald Trump atas dugaan melanggar Konstitusi AS tentang antikorupsi karena tetap menjalankan bisnis, termasuk sebuah hotel di dekat Gedung Putih, saat menjabat sebagai presiden.

    Para hakim membatalkan putusan pengadilan yang lebih rendah yang memungkinkan tuntutan hukum. Di saat yang sama hakim menolak untuk banding Trump atas keputusan tersebut. Para hakim memerintahkan pengadilan yang lebih rendah untuk menghentikan kasus-kasus tersebut karena sekarang sedang diperdebatkan.

    Kasus ini diawali dari gugatan yang diajukan oleh District of Columbia dan negara bagian Maryland serta gugatan dari para kelompok pengawas (watchdog).

    Penggugat menuduh Trump melanggar ketentuan honorarium Konstitusi yang melarang presiden menerima hadiah atau pembayaran dari pemerintah asing dan negara bagian tanpa persetujuan kongres. Penggugat telah meminta Mahkamah Agung untuk menolak banding Trump karena perselisihan itu akan hilang begitu dia meninggalkan jabatannya pada Rabu lalu.

    Baca juga: Proses Pemakzulan Donald Trump Resmi Dimulai Senin Ini

    Dalam salah satu kasus, penggugat termasuk kelompok pengawas nirlaba Citizens for Responsibility and Ethics in Washington (CREW), seorang pemilik hotel dan kelompok perdagangan restoran mengatakan bahwa Trump gagal melepaskan diri dari kerajaan bisnisnya sehingga membuatnya rentan akan konflik kepentingan dan terhadap bujukan oleh pejabat yang ingin menjilat.

    Penggugat mengatakan bahwa mereka kehilangan perlindungan, gaji, dan komisi dari klien yang lebih memilih perusahaan Trump daripada milik mereka karena faktor jabatnnya sebagai presiden. Kasus ini sempat dibatalkan oleh hakim federal, namun Pengadilan Banding AS ke-2 yang berbasis di New York menghidupkan kembali perkara ini pada 2019.

    Keputusan tahun 2020 oleh Pengadilan Banding AS ke-4 yang berbasis di Richmond, Virginia juga mengizinkan gugatan serupa oleh District of Columbia dan Maryland untuk dilanjutkan. Gugatan itu difokuskan pada Trump International Hotel di Washington, yang menjadi penginapan favorit dan ruang acara bagi beberapa pejabat asing dan negara yang mengunjungi Washington.

    Gugatan ketiga yang diajukan oleh Kongres Demokrat terhadap Donald Trump berakhir tahun lalu setelah Mahkamah Agung menolak untuk mendengarkan banding mereka atas putusan pengadilan yang lebih rendah bahwa anggota parlemen tidak memiliki kedudukan hukum yang diperlukan untuk mengejar kasus tersebut.

    REUTERS

    https://www.reuters.com/article/idUSKBN29U1OE?il=0


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H