Proses Pemakzulan Donald Trump Resmi Dimulai Senin Ini

Gestur Donald Trump dan ibu negara Melania Trump saat meninggalkan Gedung Putih, menjelang pelantikan presiden terpilih Joe Biden, di Washington, AS, 20 Januari 2021. Trump memutuskan tidak hadir dalam pelantikan Joe Biden. REUTERS/Leah Millis

TEMPO.CO, Jakarta - Karir politik mantan Presiden Amerika Donald Trump ke depannya ditentukan proses hukum yang dimulai hari ini. Sesuai jadwal, Parlemen Amerika secara resmi memperkarakan Donald Trump hari ini atas kerusuhan US Capitol yang terjadi pada 6 Februari lalu. Ancaman hukumannya adalah pemakzulan.

Jika sidang menetapkan Donald Trump dimakzulkan, maka ia harus mengubur impiannya untuk kembali maju di Pilpres Amerika. Konstitusi Amerika menyatakan, salah satu cara untuk menghukum pejabat yang dimakzulkan adalah diskualifikasi untuk memegang dan menikmati jabatan kehormatan, kepercayaan, atau keuntungan apapun di bawah Amerika.

Dikutip dari Reuters, Senin, 25 Januari 2021, ada sembilan jaksa penuntut dalam persidangan pemakzulan Trump. Kesembilannya berasal dari Demokrat dan merekalah yang akan membawa berkas Pemakzulan Trump ke Senat Amerika.

Meski berkas diserahkan hari ini, sidang masih akan digelar dua pekan lagi. Paling cepat pada tanggal 8 Februari. Dengan kata lain, Donald Trump masih memiliki dua pekan untuk menyiapkan pembelaannya atas kerusuhan US Capitol. Donald Trump disebut menghasut pendukungnya untuk menyerang US Capitol saat hasil Pilpres Amerika hendak disahkan.

Donald Trump kemungkinan akan berdebat di persidangan bahwa pernyataannya adalah kebebasan berekspresi yang dilindungi oleh Amendemen Pertama Konstitusi. Ia akan berdalih ajakan kepada pendukungnya untuk "melawan" bukan hasutan untuk kekerasan.

Gas air mata dilepaskan di antara pengunjuk rasa saat bentrokan dengan polisi di Gedung Capitol pada rapat pengesahan hasil pemilihan presiden 2020 oleh Kongres AS di Gedung Capitol AS di Washington, 6 Januari 2021. Sekitar 350 pasukan Garda Nasional D.C. dikerahkan untuk mengantisipasi kerusuhan yang diperkirakan akan terjadi. REUTERS/Shannon Stapleton


Baca juga: 
Pesan Donald Trump di Hari Pelantikan Joe Biden: Kami Akan Kembali

Situasi Senat kali ini berbeda dibanding ketika Donald Trump dimakzulkan untuk pertama kalinya. Posisi Demokrat sekarang sebagai mayoritas sederhana yaitu 50 + 1 dengan Wakil Presiden Kamala Harris. Pada pemakzulan sebelumnya, posisi Republikan unggul yang memudahkan Donald Trump bertahan dari tuduhan penyalahgunaan wewenang untuk memaksa pemerintah Ukraina memata-matai Joe biden.

Pihak Republikan, sejauh ini, terpecah soal pemakzulan Trump. Kepala Senat Minoritas Mitch McConnell, misalnya, menyebut Donald Trump dengan sengaja memicu kerusuhan US Capitol. Senator Republikan Mitt Romney menyatakan hal senada bahwa sidang pengesahan hasil Pilpres Amerik tertunda akibat ulah Trump.

"Saya yakin bahwa apa yang dituduhkan dan apa yang kita lihat, di mana memicu penyerangan, adalah tindak pidana dengan ancaman hukuman pemakzulan. Jika tidak, lalu apa lagi?" ujar Romney.

Ada juga yang mendukung Donald Trump dan menyebut pemakzulan setelah administrasi berganti buang-buang waktu. Salah satu yang menyebut begitu adalah Senator Marco Rubio. Ia menyebut pemakzulan Trump bodoh.

"Sudah ada api yang membara di negeri ini dan langkah (pemakzulan) ini seperti menyiram bensin ke api itu," ujar Marco Rubio soal pemakzulan Donald Trump.

Baca juga: Donald Trump Terancam Dilarang Nyapres Jika Bersalah dalam Sidang Pemakzulan

ISTMAN MP | REUTERS

https://www.reuters.com/article/us-usa-trump-impeachment/u-s-house-to-bring-trump-incitement-charge-to-senate-launching-second-impeachment-trial-idUSKBN29U13G






AHY Sebut Lukas Enembe Sudah Empat Kali Terkena Stroke

2 jam lalu

AHY Sebut Lukas Enembe Sudah Empat Kali Terkena Stroke

AHY mengatakan telah bertemu dengan Lukas Enembe kemarin. Dia mengungkapkan kader Partai Demokrat itu telah terkena 4 kali serangan stroke.


NasDem Sebut Deklarasi Koalisi dan Capres Partai Itu Digelar 10 November 2022

5 jam lalu

NasDem Sebut Deklarasi Koalisi dan Capres Partai Itu Digelar 10 November 2022

Partai NasDem menyebut pengumuman koalisi dan calon presiden yang akan diusung partai itu akan dilakukan pada 10 November 2022.


Koalisi PKS, NasDem dan Demokrat Diprediksi Alot Tentukan Cawapres

7 jam lalu

Koalisi PKS, NasDem dan Demokrat Diprediksi Alot Tentukan Cawapres

PKS, NasDem dan Demokrat disebut bisa sepakat soal Anies Baswedan sebagai capres, tetapi alot dalam menentukan siapa pendampingnya.


Soal Peluang Anies Baswedan Jadi Capres, Ini Kata PKS

8 jam lalu

Soal Peluang Anies Baswedan Jadi Capres, Ini Kata PKS

PKS tak membantah soal nama Anies Baswedan yang akan mereka usung sebagai calon presiden bersama NasDem dan Demokrat.


NasDem 90 Persen Usung Anies Baswedan, Koalisi Diumumkan November Mendatang

8 jam lalu

NasDem 90 Persen Usung Anies Baswedan, Koalisi Diumumkan November Mendatang

Anies Baswedan disebut sebagai calon presiden yang paling berpeluang untuk diusung oleh koalisi NasDem, Demokrat dan PKS.


Dunia Melihat Indonesia sebagai Negara Super Power Mini, Apa Maksud Luhut

1 hari lalu

Dunia Melihat Indonesia sebagai Negara Super Power Mini, Apa Maksud Luhut

Luhut Binsar Panjaitan menceritakan beberapa pakar ekonomi di Amerika Serikat memuji kondisi perekonomian Indonesia.


Ancaman Resesi Global 2023, Luhut: Kita Harus Kompak Hadapi Keadaan

1 hari lalu

Ancaman Resesi Global 2023, Luhut: Kita Harus Kompak Hadapi Keadaan

Luhut Binsar Panjaitan meminta Indonesia harus kompak menghadapi ancaman resesi global 2023.


NasDem Sebut Koalisi dengan PKS dan Demokrat Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan

1 hari lalu

NasDem Sebut Koalisi dengan PKS dan Demokrat Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan

Partai NasDem dan calon mitra koalisinya memilih berhati-hati daripada terburu-buru dalam meresmikan koalisi.


Survei LSJ: PDIP Unggul dengan 22,8 Persen Disusul Gerindra, Demokrat Melejit ke Posisi Empat

2 hari lalu

Survei LSJ: PDIP Unggul dengan 22,8 Persen Disusul Gerindra, Demokrat Melejit ke Posisi Empat

PDIP memiliki elektabilitas tertinggi 22,8 persen disusul dengan Partai Gerindra dengan 16,9 persen. Kemudian Golkar dengan 10,3 persen.


PKS Belum Pastikan Ikuti NasDem Umumkan Capres dan Koalisi November

2 hari lalu

PKS Belum Pastikan Ikuti NasDem Umumkan Capres dan Koalisi November

PKS disebut-sebut bakal berkoalisi dengan Partai Demokrat dan Partai NasDem. Ketiganya mengatakan telah menjalin komunikasi yang intensif.