Cina Minta Amerika Tarik Kapal Perangnya dari Laut Cina Selatan

Kapal tempur USS Ronald Reagan dan kapal pertahanan Jepang JS Izumo, sedang beroperasi di Laut Cina Selatan. Sumber: JMSDF/US Navy/Handout via Reuters/aljazeera.com

TEMPO.CO, Jakarta - Belum ada sepekan sejak Joe Biden dilantik sebagai presiden, Cina sudah mulai mengangkat isu Laut Cina Selatan ke Amerika. Dalam pernyataan terbarunya, Pemerintah Cina meminta Amerika untuk menarik kapal perangnya dari wilayah perairan yang mereka sebut Nine Dash Line itu.

Lewat Kementerian Luar Negerinya, Pemerintah Cina menganggap keberadaan armada Angkatan Laut Amerika di Laut Cina Selatan hanyalah ajang "petantang-petenteng". Tujuannya untuk menakut-nakuti Cina. Menurut Cina, hal itu tidak baik untuk menjaga perdamaian di Laut Cina Selatan.

"Amerika Serikat rutin mengirim kapal dan pesawatnya ke Laut Cina Selatan untuk memperlihatkan kekuatannya. Itu tidak kondusif untuk perdamaian dan stabilitas di sana," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Zhao Lijian, Senin, 25 Januari 2021.

Sebagaimana diketahui, Laut Cina Selatan adalah salah satu wilayah perairan "terpanas" di Asia Tenggara. Perairan tersebut menjada pusat konflik sengketa wilayah kedaulatan yang melibatkan berbagai negara. Indonesia adalah salah satunya karena Natuna Utara berada di kawasan Laut Cina Selatan.


Laut China Selatan dan dan Sembilan Garis Putus-putus


Pemicu konflik itu adalah klaim negeri tirai bambu atau Laut Cina Selatan. Menurut Cina, Laut Cina Selatan adalah wilayah kedaulatan mereka. Tidak boleh ada yang masuk ke sana tanpa seizin Cina. Cina berdalih klaim mereka didukung hukum internasional.

Untuk memperkuat pengaruhnya di Laut Cina Selatan, Cina membentuk pulau buatan di sana. Pulau di Paracel dan Spratley itu juga dipersenjatai, disiapkan sebagai tandingan pangkalan Militer AS di Guam. Selain itu, regulasi baru untuk menembak kapal negara lain yang masuk ke Laut Cina Selatan juga disahkan pekan lalu.

Amerika bergeming. Sabtu kemarin, AL Amerika mengirimkan empat kapal perang, salah satunya USS Theodore Roosevelt, ke Laut Cina Selatan. Mereka menyebutnya sebagai kampanye "Laut Bebas".

Amerika, lewat Presence Operation, memang ingin Laut Cina Selatan menjadi wilayah perairan yang bebas dan terbuka. Nilai perdagangan di sana bisa mencapai trilyunan Dollar. Itu lah kenapa, beberapa tahun terakhir, mereka mencoba membangun sekutu dengan negara-negara Asia Tenggara.

Administrasi Joe Biden menegaskan bahwa komitmen mereka soal Laut Cina Selatan masih tetap sama, solid.

Baca juga: Cina Loloskan Regulasi Tembak Kapal Negara Lain di Laut Cina Selatan

ISTMAN MP | REUTERS

https://www.reuters.com/article/us-china-usa-security/china-says-u-s-military-in-south-china-sea-not-good-for-peace-idUSKBN29U0P0?il=0







Terpopuler Bisnis: BPS Ingatkan Tren Inflasi Desember Meningkat, Tiap Pekan Rapat Inflasi Digelar

1 jam lalu

Terpopuler Bisnis: BPS Ingatkan Tren Inflasi Desember Meningkat, Tiap Pekan Rapat Inflasi Digelar

Berita terpopuler di kanal ekonomi dan bisnis dimulai dengan kabar BPS memperingatkan kenaikan inflasi akan semakin tinggi pada Desember 2022.


Penjualan Mobil Listrik XPeng Anjlok Hingga 63 Persen, Produksi G9 Digenjot

19 jam lalu

Penjualan Mobil Listrik XPeng Anjlok Hingga 63 Persen, Produksi G9 Digenjot

XPeng mengharapkan pengiriman akan meningkat signifikan pada Desember 2022 karena peningkatan dan percepatan produksi mobil listrik G9.


Formula 1 Cina 2023 Dibatalkan Lagi, Apa Penyebabnya?

2 hari lalu

Formula 1 Cina 2023 Dibatalkan Lagi, Apa Penyebabnya?

Grand Prix Formula 1 Cina dipastikan tidak akan masuk dalam agenda F1 2023. Apa penyebabnya? Simak selengkapnya di artikel ini!


Fitur Emergency SOS via Satellite iPhone 14 Selamatkan Pria di Alaska

2 hari lalu

Fitur Emergency SOS via Satellite iPhone 14 Selamatkan Pria di Alaska

Aktivasi fitur Emergency SOS via Satellite milik Apple ini diharapkan meluas ke Prancis, Jerman, Irlandia dan Inggris pada Desember ini.


Jokowi dan Joe Biden Sepakat Kembangkan Kendaraan Listrik, Dananya Rp 308 T

3 hari lalu

Jokowi dan Joe Biden Sepakat Kembangkan Kendaraan Listrik, Dananya Rp 308 T

Presiden Jokowi dilaporkan telah menjalin kesepakatan dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden terkait pengembangkan kendaraan listrik.


Tesla Perbarui Perangkat Lunak 435.000 Mobil Listrik di Cina, Lampu Sein Bermasalah

3 hari lalu

Tesla Perbarui Perangkat Lunak 435.000 Mobil Listrik di Cina, Lampu Sein Bermasalah

Tesla di Cina hampir dua kali melakukan penarikan mobil listrik pada periode 1 November hingga 27 November 2022.


Kehadirannya Ditolak MUI, Ini Sosok Jessica Stern Utusan Khusus Biden soal LGBTQI+

3 hari lalu

Kehadirannya Ditolak MUI, Ini Sosok Jessica Stern Utusan Khusus Biden soal LGBTQI+

Jessica Stern ditunjuk Biden sebagai Utusan Khusus AS mengawasi implementasi memorandum Presiden AS tentang Memajukan HAM LGBTQI+ di Seluruh Dunia.


Sergei Lavrov: NATO Biang Kerok Ketegangan di Laut Cina Selatan

4 hari lalu

Sergei Lavrov: NATO Biang Kerok Ketegangan di Laut Cina Selatan

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menuduh NATO mengobarkan ketegangan di wilayah yang dekat dengan China.


Cina Berkabung, Xiaomi, iQOO, Huawei, MediaTek Tunda Rilis Produk

4 hari lalu

Cina Berkabung, Xiaomi, iQOO, Huawei, MediaTek Tunda Rilis Produk

Xiaomi dkk merespons suasana berkabung di Cina karena Jiang Zemin, mantan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Cina, berpulang.


Biden dan Macron Berselisih soal Subsidi untuk Perusahaan Amerika

4 hari lalu

Biden dan Macron Berselisih soal Subsidi untuk Perusahaan Amerika

Biden menjadi tuan rumah Macron pada kunjungan kenegaraan pertama sejak pemimpin AS itu menjabat pada awal 2021.