Amerika dan Inggris Kecam Serangan Drone ke Ibu Kota Arab Saudi

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Militer Arab Saudi melihat sisa-sisa rudal balistik milik militan Houthi Yaman di Riyadh, Arab Saudi, 29 Maret 2020. Pertahanan udara Arab Saudi mencegat rudal balistik di atas Riyadh dan Jizan. REUTERS/Ahmed Yosri

    Militer Arab Saudi melihat sisa-sisa rudal balistik milik militan Houthi Yaman di Riyadh, Arab Saudi, 29 Maret 2020. Pertahanan udara Arab Saudi mencegat rudal balistik di atas Riyadh dan Jizan. REUTERS/Ahmed Yosri

    TEMPO.CO, Jakarta - Amerika Serikat dan Inggris pada Ahad mengutuk serangan yang diduga dilakukan kelompok Houthi ke ibu kota Arab Saudi, Riyadh, pada Sabtu kemarin.

    "Serangan di ibu kota Saudi pada hari Sabtu, yang digagalkan oleh pertahanan udara kerajaan, tampaknya merupakan upaya untuk menargetkan warga sipil," kata Departemen Luar Negeri AS, Arab News melaporkan, 25 Januari 2021.

    "Serangan semacam itu melanggar hukum internasional dan merusak semua upaya untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas. Saat kami berupaya mengurangi ketegangan di kawasan melalui prinsip diplomasi, termasuk dengan mengakhiri perang di Yaman, kami juga akan membantu mitra kami, Arab Saudi, mempertahankan diri dari serangan di wilayahnya dan menahan mereka yang mencoba merusak stabilitas untuk dimintai pertanggungjawaban," tegas Departemen Luar Negeri AS.

    Inggris juga mengutuk serangan itu, yang menyebutnya bisa merusak perdamaian regional. "Kami mengutuk keras serangan ini, dan kami mendukung mitra Saudi kami," kata Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab.

    Koalisi militer pimpinan Arab Saudi yang memerangi gerakan Houthi Yaman mengatakan telah menggagalkan serangan terhadap ibu kota Arab Saudi Riyadh pada hari Sabtu, televisi pemerintah Saudi melaporkan.

    Houthi, kelompok yang didukung Iran, membantah keterlibatan apapun.

    Sisa-sisa rudal yang dikatakan pemerintah Arab Saudi digunakan untuk menyerang fasilitas minyak Saudi Aramco, ditampilkan selama konferensi pers di Riyadh, Arab Saudi 18 September 2019. [REUTERS / Hamad I Mohammed]

    Koalisi mencegat dan menghancurkan target udara musuh, televisi Al Ekhbariyah yang dikelola pemerintah dan Al Hadath milik Saudi mengatakan di akun Twitter mereka.

    Dikutip dari Reuters, seorang juru bicara militer untuk kelompok Houthi, yang telah meluncurkan serangan rudal dan drone lintas batas di kota-kota Saudi, mengatakan gerakan itu tidak melakukan operasi apapun terhadap negara-negara koalisi selama 24 jam terakhir.

    Baca juga: Bandara Arab Saudi Diserang Drone Kelompok Houthi

    Sebuah kelompok yang sampai sekarang tidak dikenal menyebut dirinya Alwiya Alwaad Alhaq, yang secara kasar diterjemahkan sebagai 'Brigade Janji Sejati', mengeluarkan pernyataan pada Sabtu malam yang mengklaim bertanggung jawab melalui perpesanan Telegram. Reuters tidak dapat secara independen mengkonfirmasi keasliannya.

    Pada Jumat, koalisi pimpinan Saudi mengatakan pihaknya menggagalkan dua serangan drone Houthi yang diluncurkan ke Arab Saudi dan sebuah kapal sarat bahan peledak di Laut Merah selatan.

    Aliansi militer Arab melakukan intervensi di Yaman pada 2015 setelah Houthi menggulingkan pemerintah yang diakui secara internasional dari kekuasaan di ibu kota, Sanaa. Konflik Yaman secara luas dipandang sebagai perang proksi antara Arab Saudi dan Iran.

    ARAB NEWS | REUTERS

    Sumber:

    https://www.arabnews.com/node/1797726/saudi-arabia

    https://www.reuters.com/article/us-yemen-security/saudi-led-forces-thwart-attack-by-yemens-houthis-al-hadath-tv-idUSKBN29S07R?il=0


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.