Pemerintahan Baru Amerika Soroti Kelompok Houthi di Yaman

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bangunan bersejarah yang sebagian runtuh akibat hujan tanpa henti di Kota Tua Sanaa, Yaman, Ahad, 9 Agustus 2020. Pemerintah Yaman yang sudah terhuyung-huyung karena perang, kekurangan makanan, serta penyakit telah bekerja dengan UNESCO dan donatur lain untuk melestarikan sebagian. (Xinhua/Mohammed Mohammed)

    Bangunan bersejarah yang sebagian runtuh akibat hujan tanpa henti di Kota Tua Sanaa, Yaman, Ahad, 9 Agustus 2020. Pemerintah Yaman yang sudah terhuyung-huyung karena perang, kekurangan makanan, serta penyakit telah bekerja dengan UNESCO dan donatur lain untuk melestarikan sebagian. (Xinhua/Mohammed Mohammed)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat pada Jumat, 23 Januari 2021, berinisiatif melakukan sebuah evaluasi terhadap gerakan kelompok Houthi di Yaman dan mengambil keputusan terhadap kelompok itu.

    “Seperti disampaikan oleh calon Menteri Luar Negeri Anthony Blinken, Kementerian Luar Negeri telah berinisiatif untuk melakukan evaluasi terhadap teroris yang disebut Ansarallah. Kami tidak akan secara terbuka mendiskusikan hasil evaluasi, namun krisis kemanusiaan di Yaman yang sedang kami atasi membuat kami berusaha bekerja secepat mungkin dan mengambil sebuah keputusan,” kata Juru bicara Kementerian Luar Negeri, menggunakan nama lain kelompok Houthi.

    Arab Saudi diduga kuat telah merekrut anak-anak dari Darfur, Sudan, untuk berada di garda depan perang Yaman. Sumber: Nael Shyoukhi/Reuters/aljazeera.com

    Sebelumnya pada awal Pekan lalu, Presiden Amerika Serikat Joe Biden mencalonkan Blinken sebagai Menteri Luar Negeri Amerika Serikat. Washington juga akan meninjau kondisi di Yaman, yang membuat pejabat PBB dan kelompok-kelompok nirlaba kesulitan dalam mengatasi krisis kemanusiaan di sana.

    PBB menggambarkan krisis kemanusiaan di Yaman terbesar di dunia, di mana sekitar 80 persen masyarakat di sana masuk kategori orang yang membutuhkan.

    Kelompok – kelompok nirlaba dan Sekjen PBB Antonio Guterres memperingatkan terhadap kemungkinan memasukkan Houthi dalam kelompok daftar hitam, di mana hal ini bisa saja memicu kemarahan kelompok tersebut. Yaman saat ini berada dalam kondisi kelaparan, yang terburuk di dunia dalam beberapa puluh tahun terakhir.

    Koalisi militer pimpinan Arab Saudi melakukan invasi ke Yaman pada 2015, untuk mendukung tentara Yaman memerangi kelompok radikal Houthi. Perang Yaman dilihat secara luas sebagai perang proxy antara Arab Saudi yang merupakan sekutu Amerika Serikat dengan Iran.

               

    Pejabat PBB sedang mencoba untuk menghidupkan kembali perundingan damai demi mengakhiri Perang Yaman, yang memburuk karena kelumpuhan ekonomi dan pandemi Covid-19.

    Sebelumnya pada Selasa, 19 Januari 2021, Amerika Serikat membuat pengecualian kepada kelompok-kelompok nirlaba, PBB, Palang Merah, ekspor komoditas pertanian, obat-obatan dan peralatan medis, agar bisa tetap menembus Yaman. Namun begitu, hal tersebut tidak serta-merta menghapus kekhawatiran PBB kalau Washington bisa mendorong Yaman ke dalam bencana kelaparan yang lebih besar.

          

                  

    Sumber: https://www.reuters.com/article/us-yemen-security-usa/u-s-state-department-says-working-to-conclude-houthi-terrorist-designation-review-idUSKBN29R2KQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?