Korea Utara Diduga Gunakan Diplomasi untuk Kembangkan Senjata Nuklir

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deretan persenjataan militer terlihat selama parade militer untuk memperingati Kongres ke-8 Partai Buruh di Pyongyang, Korea Utara, Kamis, 14 Januari 2021. Dalam parade ini Korea Utara memamerkan kekuatan militernya, dan mengklaim sebagai negara dengan senjata nuklir dan kekuatan pertahanan terbesar di dunia. KCNA via REUTERS

    Deretan persenjataan militer terlihat selama parade militer untuk memperingati Kongres ke-8 Partai Buruh di Pyongyang, Korea Utara, Kamis, 14 Januari 2021. Dalam parade ini Korea Utara memamerkan kekuatan militernya, dan mengklaim sebagai negara dengan senjata nuklir dan kekuatan pertahanan terbesar di dunia. KCNA via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Pejabat intelijen Amerika Serikat untuk Korea Utara pada Jumat, 23 Januari 2021 memperingatkan Korea Utara hanya melihat diplomasi sebagai alat untuk meningkatkan pengembangan senjata nuklirnya, kendati pemerintahan Presiden Joe Biden menantikan kesempatan untuk berunding dengan Pyongyang.

    Sydney Seiler, anggota intelijen Nasional Amerika Serikat untuk Korea Utara, mengatakan senjata yang dikembangkan oleh Pyongyang telah menjadi kebijaksanaan Korea Utara yang konsisten selama 30 tahun.      

    “Setiap hubungan diplomasi ditujukan untuk program nuklir lebih lanjut, bukan untuk menemukan jalan keluar. Saya hanya mendesak masyarakat agar jangan sampai ada ambiguitas taktis menghalangi kejelasan strategis soal Korea Utara, yang kita punya,” kata Seiler.

    Detik-detik peluncuran proyektil jarak pendek di Wonsan, Korea Utara, Sabtu, 4 Mei 2019 waktu setempat. Sejumlah analis menduga Korea Utara berusaha memperkuat tekanan kepada Amerika Serikat setelah Presiden Donald Trump dan Kim Jong Un gagal mencapai kesepakatan tentang denuklirisasi dalam KTT di Hanoi, Vietnam Februari lalu. KCNA via REUTERS

    Dengan begitu, Seiler mengimbau pihaknya agar jangan terburu-buru jika Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengajukan undangan dialog dalam waktu dekat. Amerika Serikat juga baiknya tidak terlalu berharap jika Korea Utara melepaskan rudal balistik lintas benua (ICBM). Seiler juga mengatakan bantuan kemanusiaan bukan sesuatu yang menarik bagi Pyongyang.

    Baca juga: Korea Utara Kini Miliki 40 Hulu Ledak Senjata Nuklir 

    Sebelumnya pada Selasa, 19 Januari 2021, Anthony Blinken, kandidat Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, mengatakan Pemerintahan Amerika Serikat yang baru berencana mengevaluasi secara menyeluruh pendekatan Amerika Serikat ke Korea Utara. Evaluasi tersebut untuk mencari cara meningkatkan tekanan pada Pyongyang agar kembali bernegosiasi.

    Juru bicara DPR Amerika Serikat, Jen Psaki, pada Jumat, 23 Januari 2021, menekankan kembali bahwa senjata nuklir Korea Utara adalah sebuah ancaman serius pada perdamaian dan Washington memiliki kepentingan mendesak untuk menghalangi Pyongyang dalam hal ini.

         

    Sumber: https://www.reuters.com/article/us-usa-biden-north-korea/north-korea-sees-talks-as-way-to-advance-nuclear-program-says-u-s-intel-official-idUSKBN29R2FZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.