Cina Loloskan Regulasi Tembak Kapal Negara Lain di Laut Cina Selatan

Foto satelit mengungkap kapal selam Cina berlabuh di pangkalan militer bawah tanah di Pulau Hainan di Laut Cina Selatan. [CNN]

TEMPO.CO, Jakarta - Sengketa wilayah perairan yang diklaim Cina, seperti Laut Cina Selatan, berpotensi kian panas. Negeri tirai bambu tersebut baru saja meloloskan regulasi baru yang pada intinya memperbolehkan kapal coast guardnya untuk memeriksa dan menembak kapal negara lain jika mengancam wilayah perairan Cina.

Cina, sebagaimana diketahui, telah mengklaim sejumlah wilayah perairan di kawasan Pasifik sebagai miliknya. Selain Laut Cina Timur, juga Laut Cina Selatan yang mereka sebut sebagai Nine Dash Line. Dengan regulasi yang baru, coast guard Cina jadi memiliki wewenang untuk menembak kapal yang mereka anggap pelanggar di kedua wilayah perairan tersebut.

"Kapal coast guard diperbolehkan menggunakan cara apapun untuk menghentikan atau mencegah ancaman dari negera lain," bunyi petikan regulasi baru itu, dikutip dari Al Jazeera, Sabtu, 23 Januari 2021.

Regulasi yang disahkan oleh Parlemen Cina pada Jumat kemarin itu juga mengatur senjata apa saja yang bisa digunakan. Apabila mengacu pada isinya, Cina nyaris tidak memberi batasan. Senjata yang ditembakkan dari kapal ataupun udara, baik portable ataupun tidak, boleh digunakan.

Lebih lanjut, regulasi itu juga memperbolehkan kapal coast guard Cina untuk menghancurkan struktur yang dibangun oleh negara lain. Jadi, jika ada struktur bangunan negara lain di Laut Cina Selatan, kapal coast guard boleh memeriksa dan kemudian menghancurkannya.


Kapal tempur USS Ronald Reagan dan kapal pertahanan Jepang JS Izumo, sedang beroperasi di Laut Cina Selatan. Sumber: JMSDF/US Navy/Handout via Reuters/aljazeera.com


Untuk hal yang lebih bersifat pencegahan, regulasi baru memperbolehkan kapal coast guard Cina untuk membuat batas wilayah sementara. Hal itu untuk memastikan tidak ada yang menerabas masuk ke wilayah perairan yang diklaim Cina.

"Regulasi ini masih sesuai dangan hukum yang berlaku internasional," klaim juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Hua Chunying. Chunying berkata, regulasi itu penting untuk menjaga kedaulatan, keamanan, serta hak maritim Cina.

Hingga berita ini ditulis, belum ada respon dari negara-negara lain yang bersengketa atau bermasalah dengan Cina. Amerika diprediksi yang akan terpicu akan regulasi baru ini. Mereka bersekutu dengan sejumlah negara di Asia Tenggara dan Jepang untuk memastikan perairan di kawasan Indo-Pasifik bersifat terbuka dan bebas.

Analis diplomasi maritim dan pendiri lembaga think tank Arcipel, Christian Le Miere, menganggap regulasi baru tersebut sengaja dibuat untuk menyasar Amerika serta kebijakan navigasi bebas di Laut Cina Selatan.

"Armada Coast Guard Cina sudah melakukan banyak kerja berat, aksi koersif di wilayah perairan yang mereka klaim. Hal ini membaut regulasi baru tersebut menarik dipelajari," ujarnya.

Sebagai catatan, Mahkamah Internasional di Den Haag telah menganulir klaim cina soal Laut Cina Selatan atau Nine Dash Line.

Baca juga: Amerika Dukung Indonesia Tolak Klaim Cina di Laut Cina Selatan

ISTMAN MP | AL JAZEERA

https://www.aljazeera.com/news/2021/1/23/china-authorises-coast-guard-to-fire-on-foreign-vessels-if







Tesla Perbarui Perangkat Lunak 435.000 Mobil Listrik di Cina, Lampu Sein Bermasalah

5 jam lalu

Tesla Perbarui Perangkat Lunak 435.000 Mobil Listrik di Cina, Lampu Sein Bermasalah

Tesla di Cina hampir dua kali melakukan penarikan mobil listrik pada periode 1 November hingga 27 November 2022.


Sergei Lavrov: NATO Biang Kerok Ketegangan di Laut Cina Selatan

8 jam lalu

Sergei Lavrov: NATO Biang Kerok Ketegangan di Laut Cina Selatan

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menuduh NATO mengobarkan ketegangan di wilayah yang dekat dengan China.


Cina Berkabung, Xiaomi, iQOO, Huawei, MediaTek Tunda Rilis Produk

16 jam lalu

Cina Berkabung, Xiaomi, iQOO, Huawei, MediaTek Tunda Rilis Produk

Xiaomi dkk merespons suasana berkabung di Cina karena Jiang Zemin, mantan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Cina, berpulang.


Biden dan Macron Berselisih soal Subsidi untuk Perusahaan Amerika

18 jam lalu

Biden dan Macron Berselisih soal Subsidi untuk Perusahaan Amerika

Biden menjadi tuan rumah Macron pada kunjungan kenegaraan pertama sejak pemimpin AS itu menjabat pada awal 2021.


Rupiah Kembali Menguat di Level Rp 15.563 per Dolar AS Sore Ini

21 jam lalu

Rupiah Kembali Menguat di Level Rp 15.563 per Dolar AS Sore Ini

Rupiah menutup perdagangan Kamis, 1 Desember 2022 dengan penguatan 169 poin di level Rp 15.563 per dolar AS.


Protes Aturan Covid-19 di Cina Menyebar ke Luar Negeri

1 hari lalu

Protes Aturan Covid-19 di Cina Menyebar ke Luar Negeri

Warga Cina yang menetap di Sydney hingga Toronto ikut melakukan aksi protes terhadap aturan Covid-19 dengan menyerukan Cina yang bebas


MTI Beberkan Syarat Jumlah Penumpang Kereta Cepat Mencapai Target

1 hari lalu

MTI Beberkan Syarat Jumlah Penumpang Kereta Cepat Mencapai Target

Ketua MTI Djoko Setijowarno mengatakan aksesbilitas transportasi umum menjadi keberhasilan dalam menjaring penumpang kereta cepat Jakarta-Bandung.


Diprotes Warganya, Bagaimana Kebijakan Zero Covid-19 di Cina Berjalan?

1 hari lalu

Diprotes Warganya, Bagaimana Kebijakan Zero Covid-19 di Cina Berjalan?

Kebijakan zero COVID-19 Cina adalah upaya untuk mencegah penyebaran komunitas dari virus corona. Tujuannya adalah untuk menjaga kasus mendekati nol.


Tiga Warga Amerika Didakwa Mendanai Pemberontak Kamerun

2 hari lalu

Tiga Warga Amerika Didakwa Mendanai Pemberontak Kamerun

Warga Amerika tersebut diduga mengumpulkan dana untuk kelompok separatis Kamerun. Mereka bersekongkol menculik warga sipil untuk minta tebusan.


3 Astronot Cina Tiba di Stasiun Luar Angkasa

2 hari lalu

3 Astronot Cina Tiba di Stasiun Luar Angkasa

Tiga astronot melakukan rotasi awak orbit pertama dalam sejarah luar angkasa Cina.