Jadi Menhan di Kabinet Joe Biden, Arahan Pertama Lloyd Austin Terkait COVID-19

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang tentara Angkatan Udara AS mendapat vaksin COVID-19 di Pangkalan Udara Osan di Pyeongtaek, Korea Selatan, 29 Desember 2020. Pasukan AS-Korea (USFK), yang mencakup sekitar 28.500 personel militer Amerika serta ribuan personel lain dan anggota keluarganya, memberikan dosis pertama kepada petugas kesehatan garis depan dan penanggap pertama di pasukan, kata seorang pejabat USFK. Staff Sgt. Betty R. Chevalier/U.S. Air Force/DVIDS/Handout via REUTERS

    Seorang tentara Angkatan Udara AS mendapat vaksin COVID-19 di Pangkalan Udara Osan di Pyeongtaek, Korea Selatan, 29 Desember 2020. Pasukan AS-Korea (USFK), yang mencakup sekitar 28.500 personel militer Amerika serta ribuan personel lain dan anggota keluarganya, memberikan dosis pertama kepada petugas kesehatan garis depan dan penanggap pertama di pasukan, kata seorang pejabat USFK. Staff Sgt. Betty R. Chevalier/U.S. Air Force/DVIDS/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Tak lama setelah disahkan sebagai Menteri Pertahanan Amerika di kabinet Joe Biden, Lloyd Austin langsung bergegas ke Pentagon (Kementerian Pertahanan AS). Di sana ia menerima laporan intelijen pertamanya sekaligus memberikan pengarahan terhadap para pejabatnya.

    Arahan pertama dari Austin berkaitan dengan pandemi COVID-19. Ia menyatakan bahwa peran militer Amerika ataupun Pentagon tak kalah krusial pada situasi pandemi seperti sekarang. Sebab, kata ia, personil militer bisa memberikan dukungan para petugas medis di lapangan yang berjuang menyelamatkan nyawa.

    "Kalian bisa bersiap-siap bahwa misi itu akan berlanjut...Kita harus membantu Pemerintah Federal untuk makin maju dan makin cepat dalam menangani dampak dari COVID-19," ujar Austin di Pentagon, Jumat, 22 Januari 2021.

    Per berita ini ditulis, situasi pandemi Amerika masih buruk. Amerika mencatat 25,3 juta kasus serta 424 ribu korban meninggal akibat COVID-19.


    Mantan presiden AS, Barack Obama, dan pensiunan jenderal Lloyd Austin. Foto: REUTERS


    Presiden Amerika Joe Biden telah meneken sejumlah perintah eksekutif untuk menekan pandemi tersebut. Beberapa di antaranya mulai dari kewajiban karantina untuk pendatang dari luar negeri, wajib pakai masker selama 100 hari, hingga penganggaran biaya darurat untuk operasional personel militer Garda Nasional.

    Setelah Austin mengarahkan stafnya soal pentingnya peranan Pentagon dalam penanganan COVID-19, ia lanjut mengikuti pertemuan virtual dengan NATO. Blok militer yang dipimpin Sekjen Jens Stoltenberg itu ingin membahas kerjasama Amerika - NATO yang renggang di masa mantan Presiden Amerika Donald Trump.

    Selain COVID-19 dan memperbaiki hubungan Amerika dengan NATO, Lloyd Austin juga memiliki sejumlah rencana kerja berbeda. Beberapa di antaranya, yang merupakan turunan dari kebijakan Joe Biden, adalah membuat militer Amerika lebih inklusif serta menutup penjara militer Amerika di Teluk Guantanamo, Kuba.

    Soal Teluk Guantanamo, misalnya, Joe Biden sudah lama ingin menutup penjara yang terkenal akan metode penyiksaan dan interogasinya tersebut. Joe Biden berkeinginan memindahkan tahanan di sana ke penjara lain dan menyidangkan mereka di pengadilan sipil, bukan militer. Dalam sesi wawancara dengan Senat Amerika, Austin menyatakan pemerintahan Joe Biden tidak memiliki kebutuhan dengan penjara Teluk Guantanamo lagi.

    Baca juga: Senat Sahkan Menteri Pertahanan Pilihan Joe Biden

    ISTMAN MP | REUTERS

    https://www.reuters.com/article/us-usa-biden-austin/austin-breaks-barrier-as-first-black-u-s-defense-secretary-idUSKBN29R28E?il=0

    Catatan redaksi: Berita ini mengalami perbaikan untuk total jumlah korban meninggal akibat COVID-19 di Amerika. Seharusnya 424 ribu. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?