Prancis Minta Warganya Pakai Masker Bedah daripada Masker Kain untuk Cegah Covid

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Prancis Emmanuel Macron, dinyatakan positif mengidap penyakit virus corona (COVID-19), terlihat di layar TV saat dia menghadiri konferensi video meja bundar untuk Konferensi Kemanusiaan Nasional (NHC) di Kementerian Luar Negeri di Paris, Prancis, 17 Desember. , 2020. [REUTERS / Christian Hartmann / Ilustrasi]

    Presiden Prancis Emmanuel Macron, dinyatakan positif mengidap penyakit virus corona (COVID-19), terlihat di layar TV saat dia menghadiri konferensi video meja bundar untuk Konferensi Kemanusiaan Nasional (NHC) di Kementerian Luar Negeri di Paris, Prancis, 17 Desember. , 2020. [REUTERS / Christian Hartmann / Ilustrasi]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Prancis merekomendasikan agar orang-orang memakai masker bedah di depan umum karena menawarkan perlindungan yang lebih baik dari penularan Covid-19 daripada masker kain, kata Menteri Kesehatan Prancis Olivier Veran pada Kamis.

    Prancis sudah mewajibkan masker untuk dikenakan di tempat umum, namun hingga saat ini belum memberikan rekomendasi tentang jenis masker yang mesti dipakai.

    "Rekomendasi yang saya buat kepada orang-orang Prancis adalah untuk tidak lagi menggunakan masker kain," kata Veran kepada televisi Prancis TF1, dikutip dari Reuters, 22 Januari 2021.

    Veran juga mengatakan sangat tidak mungkin bahwa pembatasan pada resor ski, titik penyebaran virus pada awal pandemi, akan dicabut bulan depan.

    Veran mengatakan, pemerintah tidak bisa mengesampingkan pengetatan pembatasan virus corona jika situasi penularan virus semakin memburuk.

    "Kita bisa dipaksa untuk mengambil tindakan yang lebih keras daripada yang dihadapi orang Prancis musim gugur ini ...Itu bisa menjadi lockdown jika situasinya membutuhkannya," katanya.

    Menteri Kesehatan Prancis Olivier Veran mengenakan masker wajahnya setelah konferensi pers di Paris, Prancis 14 Januari 2021, tentang strategi pemerintah Prancis saat ini untuk pandemi penyakit virus corona (Covid-19) yang sedang berlangsung. [Thomas Coex / Pool melalui REUTERS / File Foto]

    Prancis telah melaporkan lebih dari 71.000 kematian terkait virus corona sejak pandemi dimulai, dan sekarang berada pada 35% dari tingkat infeksi puncaknya, menurut data Reuters, jauh di bawah tetangganya, Inggris, yang berada pada 70%. Sekolah Prancis masih buka, dan toko non-esensial diizinkan untuk berdagang.

    Baca juga: Masuk Prancis, Pelancong Harus Bawa Surat Bebas Covid-19

    Namun, pejabat kesehatan masyarakat Prancis mengatakan mereka telah mendeteksi peningkatan tingkat penularan dalam beberapa hari terakhir, dan mereka juga mewaspadai penyebaran varian baru Covid-19 yang lebih menular yang lazim di negara lain.

    REUTERS

    Sumber:

    https://www.reuters.com/article/us-health-coronavirus-france-veran/france-tells-its-citizens-fabric-masks-not-enough-to-protect-from-covid-idUSKBN29Q2R7


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?