Uni Eropa Ingin Ada Standar untuk Sertifikat Vaksin Virus Corona

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen mengadakan konferensi pers yang merinci upaya Uni Eropa untuk membatasi dampak ekonomi dari wabah penyakit virus Corona (COVID-19), di Brussels, Belgia 2 April 2020. [REUTERS / Francois Lenoir / Pool]

    Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen mengadakan konferensi pers yang merinci upaya Uni Eropa untuk membatasi dampak ekonomi dari wabah penyakit virus Corona (COVID-19), di Brussels, Belgia 2 April 2020. [REUTERS / Francois Lenoir / Pool]

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Eropa pada Kamis, 21 Januari 2021, mengajukan proposal kepada para pemimpin Uni Eropa untuk mengidentifikasi zona merah atau tempat yang angka penyebaran virus coronanya tinggi.

    Dalam rapat yang diselenggarakan secara online, para pemimpin negara-negara anggota Uni Eropa juga setuju harus ada kata sepakat untuk sertifikat vaksin virus corona untuk tujuan medis. Namun sempat terjadi debat pula, apakah sertifikat suntik vaksin virus corona bisa digunakan sebagai syarat warga melakukan perjalanan, di mana hal ini diinginkan oleh Yunani dan Spanyol.

    Baca juga: Uni Eropa Minta Joe Biden Pimpin Perang Global Melawan COVID-19 

    Seorang penumpang pesawat mengenakan pakaian pelindung dan masker gas saat tiba di Bandara Josep Tarradellas Barcelona- El Prat di Barcelona, Spanyol, 15 Mei 2020. Penumpang yang berasal dari London itu mengenakan pakaian pelindung untuk menghindari terinfeksi virus corona. REUTERS/Nacho Doce

    Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan kondisi kesehatan di Eropa sangat serius dengan munculnya varian baru Covid-19 dan naiknya angka infeksi virus corona. Dia menekankan negara-negara tidak seharusnya menutup pintu-pintu perbatasan mereka supaya single market berfungsi, termasuk aliran barang-barang dan lalu-lintas pekerja yang melintasi perbatasan.

    Komisi Eropa berencana menambah kategori zona merah, yang mengindikasikan area itu risiko penyebaran virus coronanya tinggi. Sekarang ini, bisa dikatakan hampir semua wilayah di Eropa adalah zona merah.

    “Orang-orang yang melakukan perjalanan dari zona merah harus diminta untuk melakukan sebuah tes (virus corona) sebelum berangkat dan menjalani karantina mandiri setelah tiba di area yang dituju,” kata Leyen.

    Semua perjalanan yang tidak mendesak sebaiknya menghindari zona merah. Kanselir Jerman, Angela Merkel mengatakan negara-negara Eropa perlu dengan serius menanggapi varian baru Covid-19 yang ditemukan di Inggris demi menghindari gelombang tiga Covid-19.  

    Sedangkan pejabat eksekutif Uni Eropa ingin ke-27 negara anggota lembaga itu sepakat soal sertifikat vaksin virus corona per akhir Januari 2021. Contohnya, sertifikat untuk orang yang sudah disuntik vaksin virus corona dari Estonia, berlaku atau bisa di terima oleh Portugal atau negara lain di Eropa.     

    Sumber: https://www.reuters.com/article/us-health-coronavirus-eu/eu-to-tighten-travel-curbs-for-virus-hot-spots-as-third-wave-fears-mount-idUSKBN29Q1J1


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.