Kisah Mantan Presiden Peru Alberto Fujimori yang Divonis 25 Tahun Penjara

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Presiden Peru Alberto Fujimori menyampaikan permintaan maafnya dalam sebuah video, saat dirinya terbaring di atas kasur rumah sakit di Lima, Peru, 26 Desember 2017. Fujimori meminta maaf kepada rakyat Peru atas segala kesalahan yang dilakukannya semasa menjadi Presiden. Fujimori Handout/Reuters TV

    Mantan Presiden Peru Alberto Fujimori menyampaikan permintaan maafnya dalam sebuah video, saat dirinya terbaring di atas kasur rumah sakit di Lima, Peru, 26 Desember 2017. Fujimori meminta maaf kepada rakyat Peru atas segala kesalahan yang dilakukannya semasa menjadi Presiden. Fujimori Handout/Reuters TV

    TEMPO.CO, Jakarta - Nama mantan Presiden Peru, Alberto Fujimori, kembali menuai sorotan saat putrinya Keiko Fujimori, 45 tahun, secara terang-terangan mengutarakan rencana memberikan pengampunan pada ayahnya jika dia terpilih menjadi Presiden Peru dalam pemilu 11 April 2021 nanti.    

    Akan tetapi, Keiko berkomitmen meskipun jika dia kalah dalam pemilu, dia akan tetap mengupaya pengampunan bagi ayahnya.

    Demonstran protes terhadap pengampunan mantan Presiden Peru Alberto Fujimori di Lima, Peru, 25 Desember 2017. Pengampunan pada Fujimori yang diberikan oleh Presiden Kuczynski disambut dengan kemarahan dan demonstrasi dari para korban dari pemerintahan Fujimori. AP Photo

    Alberto adalah mantan Presiden Peru yang penuh kontroversi. Dia sekarang sedang menjalani masa hukuman 25 tahun penjara atas tuduhan pelanggaran HAM.  

    Alberto menjabat sebagai Presiden Peru pada 1990 – 2000. Seperti namanya, kedua orang tuanya adalah orang Jepang asli, yakni pasangan Inomoto Fujimori dan Naoichi Fujimori. Suami – istri itu bermigrasi dari Jepang ke Peru empat tahun sebelum Alberto lahir.     

    Alberto menempuh pendidikan di teknik pertanian di Universidad Nacional Agraria La Molina, yang lulus pada 1961. Dia ketahui pula pernah bekerja sebagai dosen bidang matematika selama beberapa waktu.

    Pada 1964, Alberto pindah ke Prancis untuk kuliah jurusan fisika di Universitas Strasbourg, sebuah kampus favorit di Prancis. Tak cukup disitu, Albarto mendapatkan beasiswa dari Ford untuk melanjutkan kuliah ke Amerika Serikat di Universitas Wisconsin-Milwaukee jurusan matematika pada 1969.   

    Selesai kuliah di Negeri Abang Sam, Alberto pulang ke Peru dan menjadi dekan di Universidad Nacional Agraria. Bukan hanya itu, Alberto mulai tampil di televisi dengan menjadi pembawa acara TV berjudul ‘Concertando’.

    Pendukung mantan Presiden Peru, Alberto Fujimori meneriakkan slogan-slogan di luar rumah sakit Centenario setelah Presiden Peru Pedro Pablo Kuczynski mengampuninya di Lima, Peru, 26 Desember 2017. Pengampunan itu diberikan Kuczynski atas dasar kemanusiaan setelah Fujimori divonis mengalami penyakit yang tak dapat disembuhkan. REUTERS

    Karir politik Alberto dimulai saat dia mendirikan Partai Cambio 90 dan mencalonkan diri menjadi Presiden Peru pada 1990. Hasilnya mengejutkan, dia menang dengan mengalahkan Mario Vargas Llosa, seorang penulis terkenal, yang ketika itu menjadi favorit.      

    Pada periode pertama pemerintahannya Alberto menerapkan reformasi neo-liberal secara besar-besaran atau yang dikenal dengan nama Fujishock. Melalui Fujushock, dia membuat program reformasi seperti kebebasan pasar, menghapus subsidi dan privatisasi BUMN atau yang pada dasarnya mengurangi peran negara di hampir segala bentuk ekonomi.         

    Dampak dari program ini, UMR naik menjadi empat kali lipat, tarif disederhanakan dan Pemerintah Peru bisa membentuk dana bantuan bagi rakyat miskin sampai USD.400 juta

    Pada tahun 2000, Alberto memenangkan lagi pemilu Peru. Namun 6 pekan setelah muncul gelombang protes dan tuduhan mencurangi suara, dia pun dipaksa untuk mengundurkan diri.

    Baca juga: Kandidat Presiden Peru Ingin Bebaskan Ayah dari Penjara

    Perjalanan karir politik Alberto tidak happy ending. Setelah mundur dari kursi Presiden, dia dituduh terlibat dalam skandal penggelapan uang pemerintah untuk menyuap politikus dan tokoh publik untuk mendukung kampanye dalam pemilu 2000. Dia pergi ke Jepang pada tahun 2000 dan tinggal di pengasingan selama lima tahun.

    Dia lalu diekstradisi ke Peru pada 2005 dan ditahan untuk beberapa tuduhan korupsi dan pelanggaran HAM. Pada 2007, dia divonis enam tahun penjara atas tuduhan penyalah gunaan kekuasaan karena memerintahkan penggeledahan di apartemen istrinya tanpa jaminan.      

    Pada 2009, Fujimori menghadapi tuduhan lain,yakni pelanggaran HAM. Dia dinyatakan bersalah atas pemberian otorisasi pada pembunuhan beregu atas dua insiden, yakni pembantaian Barrios Altos dan pembantaian La Cantuta pada 1992 yang menewaskan 25 orang.

    Dia juga dinyatakan bersalah atas penculikan wartawan oposisi Peru, Gustavo Gorriti dan pengusaha Samuel Dyer. Pengadilan menjatuhkan hukuman 25 tahun penjara. Alberto yang sekarang berusia 82 tahun masih menjalani masa tahanannya.  

        

    Sumber: https://perureports.com/alberto-fujimori-profile/5793/


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.