Virus Corona, Malaysia Kucurkan Tambahan Stimulus Rp 52 T

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang-orang antre untuk membayar di supermarket, sehari sebelum pemberlakuan situasi darurat di tengah wabah penyakit virus corona di Kuala Lumpur, Malaysia, 12 Januari 2021. REUTERS / Lim Huey Teng

    Orang-orang antre untuk membayar di supermarket, sehari sebelum pemberlakuan situasi darurat di tengah wabah penyakit virus corona di Kuala Lumpur, Malaysia, 12 Januari 2021. REUTERS / Lim Huey Teng

    TEMPO.CO, Jakarta - Malaysia berencana menggelontorkan stimulus tambahan sebesar 15 miliar ringgit atau Rp 52 triliun untuk membantu negara mengatasi pandemi Covid-19 yang memukul perekonomian negara itu.

    Pada Senin, 18 Januari 2021, Perdana Menteri Muhyiddin Yassin mengatakan pengetatan aturan gerak masyarakat dalam mengatasi wabah virus corona atau MCO, seharusnya tidak berdampak pada perekonomian negara itu dibanding lockdown yang diberlakukan Malaysia pada Maret 2020. Sebab lewat aturan MCO, aktivitas perekonomian masih diperbolehkan.

    Seorang petugas keamanan yang mengenakan masker berdiri di pintu masuk sebuah pusat perbelanjaan di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa, 24 November 2020. Malaysia pada Selasa (24/11) melaporkan 2.188 kasus baru COVID-19 dalam lonjakan harian tertinggi sejak wabah coronavirus merebak di negara itu. (Xinhua/Chong Voon Chung)

    Baca juga: Malaysia Perpanjang Pembatasan Kegiatan Publik karena Covid-19

    Sebelumnya pada akhir pekan lalu, Malaysia memberlakukan status darurat nasional dan memberlakukan larangan melakukan perjalanan. Ibu Kota Kuala Lumpur dan lima negara bagian lainnya, diberlakukan lockdown demi menghentikan penyebaran wabah virus corona. Kasus infeksi virus corona di Malaysia memburuk beberapa hari terakhir.       

    Mobilitas masyarakat dan aktivitas bisnis hampir berhenti selama lebih dari enam pekan pada Maret dan April 2020 setelah Malaysia memberlakukan aturan ketat untuk menghentikan wabah virus corona. Keputusan ini berdampak pada perekonomian Malaysia untuk pertama kali setelah lebih dari 10 tahun pada kuartal kedua.

    Uang bantuan tambahan total Rp52 triliun ini, diantaranya 1 miliar ringgit untuk mendanai penyediaan tenaga kesehatan gratis bagi masyarakat dan pengadaan APD serta alat pemindai.

    Bank-bank juga akan memperpanjang moratorium pinjaman dan merestrukturisasi pembayaran utang bagi individu dan pelaku usaha. Sedangkan pemerintah akan mempercepat uang bantuan langsung tunai kepada kelompok keluarga berpenghasilan rendah dan individu, memperluas lingkup rencana subsidi bagi para pemilik usaha.

      

    Pada tahun lalu, Malaysia sudah menggelontorkan dana stimulus sebesar 305 miliar ringgit. Uang bantuan itu mulai dari pemberian uang tunai sampai subsidi gaji serta moratorium pinjaman guna membantu masyarakat dan para pelaku usaha menghadapi pandemi Covid-19.  

    Sebelumnya pada November 2020, Malaysia mengungkap rekor anggaran pengeluaran tertinggi, yakni 322,5 miliar ringgit atau Rp1.119 triliun. Anggaran sebesar itu untuk pengeluaran pada 2021 guna memacu aktivitas ekonomi dan mendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi.

       

        

    Sumber: https://www.asiaone.com/malaysia/malaysia-roll-out-additional-493-billion-stimulus-measures


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.