Waspada Virus Corona, Cina Bangun 1.500 Kamar Isolasi dalam 5 Hari


TEMPO.CO, Jakarta - Kota Nangong di Cina merampungkan pembangunan 1.500 kamar untuk karantina pasien positif Covid-19. Pembangunan besar-besaran itu diselesaikan dalam tempo lima hari saja, dimana pembangunan dilakukan setelah sebuah kasus positif Covid-19 yang ditularkan masyarakat lokal terdeteksi.

Diharapkan tambahan 5 ribu kamar lagi selesai pembangunannya pekan depan. Bangsal-bangsal tempat karantina ini menjadi pusat isolasi terbesar yang dibangun disebuah lahan di sebuah pabrik diluar kota Nangong, wilayah utara Cina di Provinsi Hebei.

Baca juga: Tim WHO Memulai Investigasi Virus Corona di Wuhan

Fasilitas karantina itu terdiri dari gubuk-gubuk kamar, yang total memiliki 1.500 kamar untuk menampung orang-orang yang diduga tertular virus corona yang mematikan. Setiap kamar berukuran 18 m2 yang dilengkapi dengan sebuah ranjang, pemanas elektronik, wastafel dan toilet. WiFi juga tersedia agar pasien Covid-19 tidak jenuh selama berada dalam karantina.

   

Pembangunan pusat isolasi ini dilakukan pada 10 Januari 2021 setelah seorang warga lokal terdeteksi positif Covid-19 di Kota Nangong. Total 1.500 kamar adalah pembangunan tahap pertama yang ditujukan untuk menangkis wabah. Sedangkan pada pekan depan diharapkan akan ada tambahan kamar baru yang rampung dibangun sehingga total ada 6.500 kamar untuk pasien Covid-19.

Dibagian lain di Shijiazhuang Ibu Kota Provinsi Hebei, Cina, juga sedang dibangun pusat isolasi dengan total 3 ribu kamar. Data sampai Jumat malam, 15 Januari 2021, di Provinsi itu ada 643 kasus positif Covid-19 yang ditularkan antar masyarakat lokal dan dua kasus infeksi virus corona karena pasien tersebut baru pulang dari luar negeri  

Kepala Komisi Nasional Kesehatan Cina, Ma Xiawei, pada Sabtu, 16 Januari 2021, mengatakan kasus-kasus kluster virus corona, yang baru-baru ini muncul, sebagian besar karena pelancong yang baru pulang dari luar negeri atau barang-barang impor yang sudah terkontaminasi virus corona.

“Sejak Desember 2020, kluster penularan (virus corona) terjadi di Beijing, Sichuan, Liaoning, Hebei dan Heilongjiang. Umumnya karakteristik dari kasus yang terjadi adalah kasus impor, yang berasal dari luar negeri yang disebabkan oleh para pelancong dari luar Cina atau rantai barang-barang impor yang sudah terkontaminasi,” kata Ma.

       

       

Sumber: https://www.rt.com/news/512731-china-coronavirus-ward-construction/






Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang Mengecam Sikap Cina ke Taiwan

18 jam lalu

Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang Mengecam Sikap Cina ke Taiwan

Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang mengutuk tindakan Cina di Selat Taiwan dan menegaskan kembali pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.


Kanselir Jerman Olaf Scholz Positif Covid-19

18 jam lalu

Kanselir Jerman Olaf Scholz Positif Covid-19

Kanselir Jerman Olaf Scholz terinfeksi virus corona sepulang lawatannya ke Timur Tengah.


Batuk Berkepanjangan, Hati-hati Gejala Long COVID-19

19 jam lalu

Batuk Berkepanjangan, Hati-hati Gejala Long COVID-19

Pakar menjelaskan batuk kronik berkepanjangan hingga beberapa bulan dapat mengindikasikan penyintas mengalami long COVID-19.


Warga China Kritisi Kebijakan Nol Covid, Dorong Keterbukaan

1 hari lalu

Warga China Kritisi Kebijakan Nol Covid, Dorong Keterbukaan

Warga China minta para ahli epidemi berbicara dan pemerintah melakukan penelitian komprehensif dan transparan untuk meninjau kebijakan nol Covid.


Pemeritah Resmi Tawarkan ORI022: Mulai dari Rp 1 Juta, Kupon 5,95 Persen

1 hari lalu

Pemeritah Resmi Tawarkan ORI022: Mulai dari Rp 1 Juta, Kupon 5,95 Persen

Pemerintah resmi membuka penawaran ORI (Obligasi Negara Ritel Indonesia) seri ORI022 mulai hari ini, Senin, 26 September 2022 pukul 09.35 WIB.


Pacuan Teknologi Bom versus Bunker Iran dan Amerika

1 hari lalu

Pacuan Teknologi Bom versus Bunker Iran dan Amerika

Beton yang semakin kuat memaksa bom-bom bunker buster semakin dahsyat. Saat ini beton yang menang?


Geger Rumor Presiden Cina Xi Jinping Dikudeta

2 hari lalu

Geger Rumor Presiden Cina Xi Jinping Dikudeta

Presiden Cina Xi Jinping trending di Twitter kalau dia dikenai tahanan rumah dan dikudeta militer. Sejauh ini, kabar tersebut belum terkonfirmasi.


CEO Pfizer Kena Covid-19 Lagi

2 hari lalu

CEO Pfizer Kena Covid-19 Lagi

CEO Pfizer Inc, Albert Bourla, pada Sabtu, 24 September 2022, mengumumkan positif Covid-19 untuk kedua kalinya.


Ketika Undangan Bela Negara Rusia untuk Orang yang Sudah Mati

2 hari lalu

Ketika Undangan Bela Negara Rusia untuk Orang yang Sudah Mati

Presiden Putin memerintahkan wajib militer bagi warga untuk berperang membela Rusia di Ukraina, tapi panggilan dinilai hanya untuk warga daerah miskin


Hong Kong Hapus Kewajiban Karantina di Hotel, Cukup Tes Antigen

3 hari lalu

Hong Kong Hapus Kewajiban Karantina di Hotel, Cukup Tes Antigen

Hong Kong akan menghapus kebijakan wajib karantina hotel Covid-19 untuk semua kedatangan mulai 26 September 2022