Rencana Vaksinasi Joe Biden: Perbanyak Jarum Suntik dan Siapkan Pensiunan Dokter

Presiden AS terpilih Joe Biden menerima dosis kedua vaksin COVID-19 di Rumah Sakit ChristianaCare Christiana di Newark, Delaware, 11 Januari 2021. REUTERS/Tom Brenner

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden terpilih AS, Joe Biden, pada Jumat mengatakan dia akan memesan lebih banyak produksi jarum suntik dan pasokan lainnya untuk meningkatkan vaksinasi Covid-19.

Joe Biden mengatakan akan memperbaiki kegagalan program pengendalian wabah oleh pemerintahan Donald Trump.

Di bawah rencana Biden, pekerja bantuan bencana federal akan mendirikan ribuan pusat vaksinasi, di mana pensiunan dokter akan memberikan suntikan kepada guru, pekerja toko bahan makanan, orang-orang yang berusia di atas 65 tahun dan kelompok lain yang saat ini tidak memenuhi syarat.

Demokrat akan meminta Undang-Undang Produksi Pertahanan AS untuk meningkatkan produksi peralatan yang dibutuhkan untuk mendistribusikan vaksin, seperti botol kaca dan jarum suntik, menurut sebuah dokumen yang dirilis oleh tim transisi, dilaporkan Reuters, 16 Januari 2021. Biden juga akan menggunakan hukum untuk mendukung pendinginan dan penyimpanan vaksin Covid-19.

Biden mengatakan timnya telah mengidentifikasi perusahaan yang siap diaktifkan melalui undang-undang ini, yang memungkinkan presiden memerintahkan bisnis untuk memproduksi barang-barang yang diperlukan untuk pertahanan nasional.

Negara bagian yang menggunakan Garda Nasional mereka dalam upaya itu akan diganti oleh pemerintah federal, kata tim transisi.

Presiden AS terpilih Joe Biden menerima suntikan kedua vaksin Covid-19 di Rumah Sakit ChristianaCare Christiana di Newark, Delaware, 11 Januari 2021. Vaksin Pfizer-BioNTech membutuhkan suntikan kedua sekitar tiga minggu setelah suntikan pertamanya. REUTERS/Tom Brenner

Virus corona telah menewaskan lebih dari 390.000 orang di Amerika Serikat, dan penasihat Joe Biden mengatakan pada hari Jumat jumlah kematian bisa mencapai 500.000 pada Februari.

Biden telah berjanji untuk melakukan pengendalian yang lebih baik daripada Presiden Donald Trump, untuk mengekang virus dan memberikan 100 juta suntikan vaksin ke pelukan orang Amerika selama 100 hari pertamanya menjabat.

Baca juga: Joe Biden Ungkap Paket Stimulus Corona Rp 26 Ribu Triliun, Berikut Rinciannya

Berbicara di dekat rumahnya di Wilmington, Delaware, Biden menyerukan untuk meningkatkan distribusi vaksin di lingkungan berpenghasilan rendah yang saat ini tidak terlayani dengan baik oleh rumah sakit dan apotek. Biden juga merencanakan kampanye pemasaran untuk mendorong mereka yang skeptis terhadap vaksin tersebut untuk diinokulasi.

Tim transisinya mengatakan dia akan mengatur ulang tim distribusi vaksin yang saat ini disebut "Operasi Warp Speed", dan telah meminta mantan kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan David Kessler untuk bekerja sama dengan produsen guna meningkatkan ketersediaan vaksin.

Biden mengatakan, pemerintahannya akan merilis sebagian besar dosis saat tersedia, daripada menahan sebagian besar untuk memastikan bahwa penerima bisa mendapatkan dosis kedua, yang telah menjadi pendekatan pemerintahan Trump untuk sebagian besar peluncuran. Negara bagian akan mendapatkan pembaruan rutin untuk mengetahui berapa banyak dosis yang datang untuk memastikan mereka dapat mendistribusikannya secara efisien.

Joe Biden akan memerintahkan Badan Manajemen Darurat Federal untuk mendirikan 100 pusat vaksin dalam satu bulan, yang katanya pada akhirnya akan melayani jutaan orang. Apotek permukiman juga akan terdaftar sebagai situs vaksinasi, katanya.

Biden meluncurkan rencana stimulus US$ 1,9 triliun (Rp 26.878 triliun) pada hari Kamis yang mencakup US$ 20 miliar (Rp 282,9 triliun) untuk distribusi vaksin serta US$ 50 miliar (Rp 707,3 triliun) untuk pengujian virus corona, yang menurut para ahli dan pejabat akan membantu mempercepat proses tersebut.

Namun, proposal stimulus menghadapi perjuangan berat di Kongres. Ketika Biden menjabat, Demokrat akan mengontrol Senat dan DPR tetapi dengan margin yang sempit. Beberapa Partai Republik menolak keras besar anggaran itu, sementara kaum liberal mendorong lebih banyak anggaran untuk bantuan langsung tunai kepada warga AS yang terdampak wabah.

Pemerintahan Trump bertujuan untuk memberikan dosis vaksin kepada 20 juta orang Amerika pada akhir tahun 2020. Tetapi hanya 12,3 juta suntikan vaksin yang telah diberikan pada Jumat pagi dari lebih dari 31 juta dosis yang didistribusikan ke negara bagian, menurut data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.

Seorang pejabat pemerintahan Donald Trump, berbicara dengan syarat anonim, mengatakan Amerika Serikat akan memiliki 300 juta dosis yang tersedia pada akhir 100 hari pertama Joe Biden menjabat.

Sumber:

https://www.reuters.com/article/us-health-coronavirus-biden/retired-doctors-and-more-syringes-biden-lays-out-plan-to-get-america-vaccinated-idUSKBN29K0NF






Rumah Digeledah, Joe Biden Tetap Yakin Tak Bersalah

16 jam lalu

Rumah Digeledah, Joe Biden Tetap Yakin Tak Bersalah

Penggeledahan berlanjut ke rumah kedua Joe Biden.


FBI Geledah Rumah Joe Biden, Tidak Temukan Dokumen Rahasia Tercecer

18 jam lalu

FBI Geledah Rumah Joe Biden, Tidak Temukan Dokumen Rahasia Tercecer

Departemen Kehakiman AS tidak menemukan dokumen rahasia selama pencarian tiga setengah jam di rumah pantai Presiden Joe Biden di Rehoboth, Delaware.


Jokowi Cerita Kebingungannya di Awal Pandemi Covid-19 hingga Tolak Lockdown

1 hari lalu

Jokowi Cerita Kebingungannya di Awal Pandemi Covid-19 hingga Tolak Lockdown

Jokowi menyebut akibat kegagapan menangani pandemi, terjadi turbulensi ekonomi dan membuat pertumbuhan ekonomi jatuh.


Blinken ke Tepi Barat, Tegaskan Dukungan AS atas Solusi Dua Negara

2 hari lalu

Blinken ke Tepi Barat, Tegaskan Dukungan AS atas Solusi Dua Negara

Menlu AS Antony Blinken menegaskan kembali dukungan Washington untuk solusi dua negara atas konflik puluhan tahun antara Israel dan Palestina.


Amerika Serikat Akan Akhiri Darurat COVID-19 Pada 11 Mei

2 hari lalu

Amerika Serikat Akan Akhiri Darurat COVID-19 Pada 11 Mei

Mantan presiden Donald Trump pertama kali menyatakan pandemi COVID-19 sebagai darurat nasional Amerika Serikat pada 13 Maret 2020


Joe Biden Tolak Permintaan Ukraina soal Pengiriman Jet Tempur F-16

2 hari lalu

Joe Biden Tolak Permintaan Ukraina soal Pengiriman Jet Tempur F-16

Presdien AS Joe Biden menolak permintaan pengiriman jet tempur F-16 seperti yang diminta oleh Ukraina.


Begini Cara Mendapatkan Vaksin Booster Kedua, Apa Syaratnya?

2 hari lalu

Begini Cara Mendapatkan Vaksin Booster Kedua, Apa Syaratnya?

Kementerian Kesehatan mengumumkan bahwa pemberian vaksin booster kedua sudah bisa diperoleh masyarakat umum. Apa saja syaratnya?


Wisata Normal, Kasus Covid-19 Harian Yogyakarta Nyaris Nol

2 hari lalu

Wisata Normal, Kasus Covid-19 Harian Yogyakarta Nyaris Nol

Kasus harian yang muncul tak pernah melebihi tiga kasus dari seluruh temuan lima kabupaten/kota di DI Yogyakarta.


Jokowi Kembali Cerita Soal Kebijakan di Awal Pandemi Ekonomi RI Bisa Minus 17 Persen Kalau Lockdown

4 hari lalu

Jokowi Kembali Cerita Soal Kebijakan di Awal Pandemi Ekonomi RI Bisa Minus 17 Persen Kalau Lockdown

Untuk ketiga kalinya, Presiden Jokowi bercerita soal kebijakan yang dia ambil di awal pandemi Covid-19 dengan tidak menerapkan lockdown.


Kementerian Kesehatan Persiapkan Vaksinasi Covid-19 untuk Bayi dan Balita

4 hari lalu

Kementerian Kesehatan Persiapkan Vaksinasi Covid-19 untuk Bayi dan Balita

Kementerian Kesehatan akan melakukan upaya sosialisasi vaksinasi Covid-19 untuk balita kepada masyarakat.