Donald Trump Akan Tinggalkan Gedung Putih pada Hari Pelantikan Joe Biden

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Donald Trump dan ibu negara Melania Trump naik Air Force One di Pangkalan Militer Gabungan Andrews di Maryland, AS, 23 Desember 2020. [REUTERS / Tom Brenner]

    Presiden AS Donald Trump dan ibu negara Melania Trump naik Air Force One di Pangkalan Militer Gabungan Andrews di Maryland, AS, 23 Desember 2020. [REUTERS / Tom Brenner]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Donald Trump berencana untuk meninggalkan Gedung Putih pada pagi hari pelantikan Joe Biden Rabu depan setelah mempertimbangkan keberangkatan pada hari Selasa, kata dua sumber yang mengetahui masalah pada Jumat.

    Donald Trump, yang telah mengatakan dia tidak akan menghadiri pelantikan Joe Biden, merencanakan perpisahan seremonial di Pangkalan Militer Gabungan Andrews, pangkalan di luar Washington tempat Air Force One bermarkas, kata sumber tersebut, dikutip dari Reuters, 16 Januari 2021.

    Perpisahan itu bisa mencakup upacara penghormatan dengan salvo 21 senjata, kata satu sumber.

    Sumber tersebut menekankan bahwa rencana tersebut bisa berubah. Tidak jelas apakah Trump akan memberikan pidato saat upacara perpisahan pada hari Rabu.

    Trump kemudian akan terbang ke Palm Beach, Florida, untuk memulai masa jabatan kepresidenannya di klub Mar-a-Lago, sumber tersebut mengatakan. Dia kemungkinan akan berada di Florida pada saat Biden dilantik pada Rabu siang hari.

    Resor Mar-a-Lago yang dimiliki oleh Presiden AS Donald Trump terlihat di Palm Beach, Florida, AS, 5 April 2017. [REUTERS / Joe Skipper]

    Sejumlah pembantu Gedung Putih berencana untuk terus bekerja untuk Trump di Palm Beach, ketika mantan taipan real estate itu berupaya mempertahankan pengaruhnya di Partai Republik.

    Beberapa penasihat telah mendesak Trump untuk menjamu Joe Biden di Gedung Putih menjelang Hari Pelantikan, tetapi belum ada tanda-tanda Trump bersedia melakukan itu, kata seorang pejabat pemerintah.

    Baca juga: Gladi Resik Pelantikan Joe Biden Ditunda Atas Alasan Keamanan

    Trump, satu-satunya presiden dalam sejarah AS yang dimakzulkan dua kali, berencana untuk mengeluarkan lebih banyak pengampunan sebelum pergi, menurut sumber yang menambahkan bahwa dia telah mempertimbangkan opsi yang belum pernah terjadi sebelumnya, yakni untuk mengampuni dirinya sendiri.

    Trump telah mencoba untuk mencegah dakwaan di Senat atas pasal pemakzulan yang menuduhnya menghasut penyerangan ke Capitol AS pada 6 Januari.

    Ketua DPR AS, Nancy Pelosi, mengatakan DPR akan mengirimkan pasal pemakzulan ke Senat pekan depan, kata sumber, CNN melaporkan.

    Menurut juru bicara Pelosi, belum ada keputusan tentang kerangka waktu yang dibuat.

    "Dari segi perencanaan waktu, seperti yang saya sebutkan, seminggu yang lalu, pada 6 Januari, ada pemberontakan aktif yang dilakukan di ibu kota Amerika Serikat dengan dorongan dari Presiden Amerika Serikat," ujar Pelosi pada Jumat.

    Perencanaan waktu yang tepat bagi DPR untuk mengirimkan pasal tersebut penting karena Konstitusi mewajibkan Senat untuk memulai persidangan pada pukul 1 siang hari berikutnya.

    Senat kembali bersidang pada 19 Januari, sehari sebelum pelantikan Joe Biden, yang berarti persidangan pemakzulan dapat dimulai satu jam setelah Biden dilantik pada 20 Januari, meskipun para pembantunya memperkirakan sidang pemakzulan Donald Trump paling cepat akan dimulai pada 21 Januari.

    REUTERS | CNN

    Sumber:

    https://www.reuters.com/article/us-usa-trump-depart/trump-plans-to-depart-washington-the-morning-of-inauguration-day-sources-idUSKBN29K26W

    https://edition.cnn.com/2021/01/15/politics/nancy-pelosi-house-impeachment-articles/index.html


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Tanda Masker Medis yang Asli atau Palsu

    Saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, masker adalah salah satu benda yang wajib kita pakai kemanapun kita beraktivitas. Kenali masker medis asli.