10 Politisi Republikan Mendukung Pemakzulan Trump

Pendemo membawa bendera AS dalam aksi "Keluarkan dia! Bela demokrasi", sehari setelah pendukung Presiden AS Donald Trump menyerbu Capitol, di wilayah Brooklyn, New York City, New York, AS, 7 Januari 2021. Ini merupakan ancaman pemakzulan kedua bagi Trump. REUTERS/Jeenah Moon

TEMPO.CO, Jakarta - Sepekan pasca kerusuhan US Capitol, yang diduga melibatkan Presiden Donald Trump, Parlemen Amerika sepakat untuk memakzulkannya. Dikutip dari kantor berita Reuters, Kamis, keputusan itu dicapai usai voting memenangkan kubu pro pemakzulan Trump dengan perolehan 232 melawan 197. Dari jumlah yang mendukung, 10 di antaranya adalah anggota parlemen dari Republikan.

Dikutip dari CNN, kesepuluh anggota parlemen dari Republikan itu adalah Adam Kinzinger, Liz Cheney, John Katko, Fred Upton, Jaime Herrera, Dan Newhouse, Peter Miejer, Anthony Gonzalez, Tom Rice, dan David Valadao. Berikut beberapa pernyataan dari mereka soal kenapa memutuskan untuk mendukung pemakzulan sementara kolega mereka tidak:

1. John Katko (New York)
"Membiarkan Presiden Amerika memicu serangan tersebut tanpa menderita konsekuensi apapun adalah ancaman terhadap demokrasi kita," ujar Katko.

2. Liz Cheney (Wyoming)
"Presiden (Donald Trump) memiliki kesempatan untuk sesegera mungkin dan secara paksa menghentikan kekerasan (di US Capitol). Dia tidak menghentikannya. Tidak ada pengkhianatan lebih besar oleh seorang Presiden Amerika terhadap sumpahnya ke konstitusi," ujar Cheney.

3. Adam Kinzinger (Illinois)
"Tidak ada keraguan pada diri saya bahwa Presiden Amerika (Donald Trump) telah melanggar sumpahnya ketika dilantik dengan memicu kerusuhan (di US Capitol)," ujar Kinzinger.

4. Dan Newhouse (Washington)
"Ini (Pemakzulan Trump) adalah momen penting pada sejarah Amerika. Saya sepenuh hati mempercayai negeri ini, dan sistem pemerintahannya, akan terancam apabila kita tidak menyatakan sikap tegas. Saya serius dengan keputusan ini," ujar Newhouse.

5. Jaime Herrera Butler (Washington)
"Butuh waktu berjam-jam hingga Presiden (Donald Trump) mengambil tindakan yang diperlukan untuk menghentikan serangan (ke US Capitol). Apa yang dia lakukan sebelumnya malah sibuk menelepon para senator, yang tengah diamankan, untuk terus mendukung upayanya menunda pengesahan hasil pemilu elektoral," ujar Beutler.

Seperti diberitakan sebelumnya, dukungan tersebut belum tentu berlanjut menjadi sidang pemakzulan. Walaupun Parlemen sudah memutuskan untuk memakzulkan Donald Trump, hal itu tetap harus dibawa ke Senat Amerika untuk kemudian menjadi materi sidang pemakzulan. Problemnya, Senat yang mayoritas dipimpin Republikan itu sedang dalam masa reses hingga 19 Januari 2021. Hingga berita ini ditulis, belum ada tanda-tanda reses itu akan diakhiri lebih cepat walaupun ada desakan dari Demokrat.

Hal itu membuat sidang pemakzulan Trump sulit diwujudkan. Kepala Senat Mayoritas Mitch McConnell pun menganggap mustahil menggelar sidang pemakzulan ketika sepekan lagi Joe Biden dilantik sebagai pengganti Donald Trump. 

ISTMAN MP | REUTERS

https://graphics.reuters.com/USA-TRUMP/IMPEACH/azgvolmrkpd/






Mengenal Arti Vibes yang Bertebaran di Media Sosial

2 hari lalu

Mengenal Arti Vibes yang Bertebaran di Media Sosial

Istilah vibes kerap diucapkan dalam percakapan atau mungkin sering terlihat di caption media sosial. Lalu apa arti vibes tersebut?


Fitur Emergency SOS via Satellite iPhone 14 Selamatkan Pria di Alaska

2 hari lalu

Fitur Emergency SOS via Satellite iPhone 14 Selamatkan Pria di Alaska

Aktivasi fitur Emergency SOS via Satellite milik Apple ini diharapkan meluas ke Prancis, Jerman, Irlandia dan Inggris pada Desember ini.


Biden dan Macron Berselisih soal Subsidi untuk Perusahaan Amerika

4 hari lalu

Biden dan Macron Berselisih soal Subsidi untuk Perusahaan Amerika

Biden menjadi tuan rumah Macron pada kunjungan kenegaraan pertama sejak pemimpin AS itu menjabat pada awal 2021.


Tiga Warga Amerika Didakwa Mendanai Pemberontak Kamerun

5 hari lalu

Tiga Warga Amerika Didakwa Mendanai Pemberontak Kamerun

Warga Amerika tersebut diduga mengumpulkan dana untuk kelompok separatis Kamerun. Mereka bersekongkol menculik warga sipil untuk minta tebusan.


Departemen Luar Negeri Amerika Menyetujui Penjualan Sistem Anti-drone ke Qatar

5 hari lalu

Departemen Luar Negeri Amerika Menyetujui Penjualan Sistem Anti-drone ke Qatar

Potensi penjualan ke Qatar disetujui setelah pada awal tahun ini Presiden Amerika Joe Biden menunjuk Qatar sebagai sekutu utama non-NATO.


Amerika Serikat Mendukung Protes Damai di China

6 hari lalu

Amerika Serikat Mendukung Protes Damai di China

Amerika menyatakan ini adalah momen untuk menegaskan kembali apa yang mereka yakini terkait dengan kebebasan berkumpul dan protes damai.


Gedung Putih Mengawasi Informasi yang Salah di Twitter

6 hari lalu

Gedung Putih Mengawasi Informasi yang Salah di Twitter

Menurut Gedung Putih, perusahaan media sosial seperti Twitter punya tanggung jawab mencegah platformnya digunakan untuk menghasut kekerasan.


Bertemu Tokoh Antisemit, Donald Trump Dikritik Republikan

7 hari lalu

Bertemu Tokoh Antisemit, Donald Trump Dikritik Republikan

Donald Trump dikritik politikus Partai Republik karena bertemu tokoh antisemit Nick Fuentes. Trump mengatakan pertemuan itu tak disengaja.


Iran Kecam Amerika karena Hapus Simbol Allah di Bendera Mereka

7 hari lalu

Iran Kecam Amerika karena Hapus Simbol Allah di Bendera Mereka

Federasi Sepak Bola Iran mengatakan telah mengajukan keluhan kepada FIFA atas penghapusan simbol Allah dari bendera Republik Islam.


Amerika Tambah Daftar Produk Perusahaan Teknologi Terlarang Asal Cina

8 hari lalu

Amerika Tambah Daftar Produk Perusahaan Teknologi Terlarang Asal Cina

Produk-produk yang dimaksud dilarang masuk wilayah perbatasan Amerika. Bukan hanya Huawei.