Donald Trump Merasa Tak Bertanggung Jawab Atas Kerusuhan US Capitol

Presiden AS Donald Trump dan Wakil Presiden Mike Pence menghadiri rapat umum kampanye di Bandara Cherry Capital di Traverse City, Michigan, AS, 2 November 2020. Sukses di legislatif dan eksekutif, membuat Donald Trump menarik Mke Pence sebagai pasangannya dalam Pemilihan Umum presiden periode 2016-2020. REUTERS/Carlos Barria

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Donald Trump menolak dinyatakan bertanggung jawab atas kerusuhan US Capitol pada pekan lalu. Ia berkata, pernyataan (pidato) ia kepada para pendukungnya masih tergolong pantas dan bukan provokasi.

"Jika kalian membaca lagi pidato saya...apa yang saya katakan masih tergolong pantas. Pernyataan saya, dari kata, kalimat, hingga paragraf, sudah diperiksa dan dinyatakan pantas," ujar Donald Trump sebelum bertolak ke Alamo, Texas, untuk mengecek tembok perbatasan Meksiko, Selasa, 12 Januari 2021.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, gedung US Capitol diserbu pendukung Donald Trump pada Rabu pekan lalu. Mereka mencoba untuk menghentikan pengesahan hasil Pilpres Amerika yang memenangkan Joe Biden. Untungnya, upaya mereka gagal walaupun jalannya proses pengesahan menjadi tertunda selama berjam-jam.

Oleh banyak pihak, aksi kerusuhan US Capitol dikecam. Mereka yang terlibat terancam hukuman berat. Apalagi, enam orang tewas dalam kerusuhan itu.

Presiden Amerika Donald Trump ikut kena imbasnya. Ia dianggap ikut bertanggung jawab atas peristiwa itu karena memprovokasi warga untuk menolak hasil Pilpres Amerika. Dalam pidatonya, yang ia klaim pantas, Donald Trump meminta para pendukungnya untuk bergerak ke US Capitol dan melawan pengesahan Pilpres Amerika.

Per berita ini ditulis, 70 orang telah ditetapkan sebagai tersangka karena kerusuhan US Capitol. Sementara itu, peran Donald Trump tengah diselidiki oleh FBI. Di Kongres Amerika, Parlemen berupaya untuk memakzulkannya.

Daniel Goldman, konsul mayoritas yang menangani pemakzulan Donald Trump, menganggap klaim Presiden Amerika ke-45 itu bukti ia pantas dimakzulkan. Sebab, kata ia, tidak terlihat nada menyesal dari Donald Trump.

"Pemakzulan Trump harus segera dilaksanakan dan setiap anggota Kongres Amerika harus berpikir baik-baik apakah mereka akan mendukung sikap Donald Trump yang melawan hasil Pilpres Amerika dan memicu kerusuhan," ujar Goldman, dikutip dari kantor berita Reuters. 

ISTMAN MP | REUTERS

https://www.reuters.com/article/us-usa-trump-responsibility/trump-denies-any-responsibility-for-his-supporters-congress-attack-idUSKBN29H26J?il=0






Mengenal Arti Vibes yang Bertebaran di Media Sosial

1 hari lalu

Mengenal Arti Vibes yang Bertebaran di Media Sosial

Istilah vibes kerap diucapkan dalam percakapan atau mungkin sering terlihat di caption media sosial. Lalu apa arti vibes tersebut?


Fitur Emergency SOS via Satellite iPhone 14 Selamatkan Pria di Alaska

2 hari lalu

Fitur Emergency SOS via Satellite iPhone 14 Selamatkan Pria di Alaska

Aktivasi fitur Emergency SOS via Satellite milik Apple ini diharapkan meluas ke Prancis, Jerman, Irlandia dan Inggris pada Desember ini.


Biden dan Macron Berselisih soal Subsidi untuk Perusahaan Amerika

4 hari lalu

Biden dan Macron Berselisih soal Subsidi untuk Perusahaan Amerika

Biden menjadi tuan rumah Macron pada kunjungan kenegaraan pertama sejak pemimpin AS itu menjabat pada awal 2021.


Tiga Warga Amerika Didakwa Mendanai Pemberontak Kamerun

5 hari lalu

Tiga Warga Amerika Didakwa Mendanai Pemberontak Kamerun

Warga Amerika tersebut diduga mengumpulkan dana untuk kelompok separatis Kamerun. Mereka bersekongkol menculik warga sipil untuk minta tebusan.


Departemen Luar Negeri Amerika Menyetujui Penjualan Sistem Anti-drone ke Qatar

5 hari lalu

Departemen Luar Negeri Amerika Menyetujui Penjualan Sistem Anti-drone ke Qatar

Potensi penjualan ke Qatar disetujui setelah pada awal tahun ini Presiden Amerika Joe Biden menunjuk Qatar sebagai sekutu utama non-NATO.


Amerika Serikat Mendukung Protes Damai di China

6 hari lalu

Amerika Serikat Mendukung Protes Damai di China

Amerika menyatakan ini adalah momen untuk menegaskan kembali apa yang mereka yakini terkait dengan kebebasan berkumpul dan protes damai.


Gedung Putih Mengawasi Informasi yang Salah di Twitter

6 hari lalu

Gedung Putih Mengawasi Informasi yang Salah di Twitter

Menurut Gedung Putih, perusahaan media sosial seperti Twitter punya tanggung jawab mencegah platformnya digunakan untuk menghasut kekerasan.


Bertemu Tokoh Antisemit, Donald Trump Dikritik Republikan

7 hari lalu

Bertemu Tokoh Antisemit, Donald Trump Dikritik Republikan

Donald Trump dikritik politikus Partai Republik karena bertemu tokoh antisemit Nick Fuentes. Trump mengatakan pertemuan itu tak disengaja.


Iran Kecam Amerika karena Hapus Simbol Allah di Bendera Mereka

7 hari lalu

Iran Kecam Amerika karena Hapus Simbol Allah di Bendera Mereka

Federasi Sepak Bola Iran mengatakan telah mengajukan keluhan kepada FIFA atas penghapusan simbol Allah dari bendera Republik Islam.


Amerika Tambah Daftar Produk Perusahaan Teknologi Terlarang Asal Cina

8 hari lalu

Amerika Tambah Daftar Produk Perusahaan Teknologi Terlarang Asal Cina

Produk-produk yang dimaksud dilarang masuk wilayah perbatasan Amerika. Bukan hanya Huawei.