FBI Sebut Kemungkinan Unjuk Rasa Bersenjata di Seluruh AS Jelang Pelantikan

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pendukung Presiden Trump bentrok dengan petugas polisi di depan Gedung US Capitol, 6 Januari 2021. [REUTERS / Leah Millis]

    Para pendukung Presiden Trump bentrok dengan petugas polisi di depan Gedung US Capitol, 6 Januari 2021. [REUTERS / Leah Millis]

    TEMPO.CO, - Biro Investigasi Federal (FBI) mengatakan kemungkinan adanya protes bersenjata di seluruh wilayah di Amerika Serikat jelang pelantikan presiden terpilih Joe Biden pada 20 Januari besok. Seorang sumber Reuters mengatakan peringatan FBI ini berlaku untuk akhir pekan hingga hari pelantikan.

    Garda Nasional Amerika Serikat mengatakan akan mengerahkan 15 ribu personel ke Washington. Kepala Biro Pengawal Nasional Jenderal Daniel Hokanson mengatakan dia mengharapkan sekitar 10 ribu tentara di Washington pada Sabtu untuk membantu menyediakan keamanan, logistik dan komunikasi.

    "Jumlahnya bisa meningkat menjadi 15 ribu jika diminta oleh otoritas lokal," katanya dikutip dari Reuters, Selasa, 12 Januari 2021.

    Setidaknya satu anggota parlemen meminta Pentagon untuk berbuat lebih banyak.

    Senator Chris Murphy mengatakan dia mengirim surat kepada penjabat sekretaris pertahanan pada hari Senin meminta Kementerian Pertahanan berbuat lebih. Ia tidak yakin pasukan Garda Nasional cukup untuk melindungi ibu kota negara.

    Sementara itu, Joe Biden mengatakan ia tidak takut diambil sumpahnya di halaman US Capitol di tengah situasi seperti sekarang. "Yang penting yang terlibat dalam hasutan dan mengancam nyawa orang, merusak properti publik, menyebabkan kerusakan besar dimintai pertanggungjawaban," ucap dia.

    REUTERS

    https://www.reuters.com/article/idUSKBN29G0Q5?il=0


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?