Kuba Waswas Kasus Positif Covid-19 Bakal Naik

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Staf medis berbicara dengan migran di kamp Lajas Blancas, di mana migran dari Afrika, Kuba, dan Haiti terjebak di kamp karena virus corona (Covid-19), selama kunjungan oleh otoritas Panama di Provinsi Darien, Panama, 5 Juni 2020.[REUTERS]

    Staf medis berbicara dengan migran di kamp Lajas Blancas, di mana migran dari Afrika, Kuba, dan Haiti terjebak di kamp karena virus corona (Covid-19), selama kunjungan oleh otoritas Panama di Provinsi Darien, Panama, 5 Juni 2020.[REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Ahli epidemologi Kuba pada Sabtu, 9 Januari 2021 memperingatkan pesta-pesta yang digelar tak bertanggung jawab pada malam pergantian tahun, yang sering dihadiri sanak-saudara dari luar negeri, bisa memantik naiknya infeksi Covid-19 di negara itu. Untuk itu, otoritas Kuba diimbau melakukan tindakan pencegahan penyebaran virus corona.

    Otoritas di Ibu Kota Havana, Kuba, pada saat yang sama mengumumkan dilakukan kebijakan baru, demi menghentikan penyebaran virus corona. Diantara kebijakan itu adalah menghentikan sementara transportasi umum lintas-provinsi, kegiatan budaya dan penggunaan ruang-ruang publik seperti boulevard Malecon pada jam-jam malam.

    Kubah Masjid Omar Ibn Al-Khatab menampilkan tulisan yang berarti "Lawan Virus Corona", di Foz do Iguacu, Parana, Brasil, 23 April 2020. Selain untuk mendukung perjuangan para petugas medis, hal itu juga dilakukan untuk memperingati bulan Ramadan. REUTERS/Christian Rizzi

    Kuba telah menjadi negara di Amerika Latin yang sangat baik dalam penanganan wabah virus corona dibanding negara-negara lain di kawasan. Namun infeksi virus corona di sana mulai bertambah hingga dua kali lipat sejak lockdown dilonggarkan dan wilayah-wilayah perbatasan di buka pada November 2020 lalu.

    Kuba memiliki diaspora yang cukup banyak dan tidak sedikit dari mereka yang pulang atau melakukan kunjungan ke Kuba. Diaspora itu khususnya mereka yang tinggal di Amerika Serikat, sebuah negara yang amat terpukul oleh wabah virus corona atau masyarakat yang baru pulang berbelanja dari luar negeri. Pemerintah Kuba mengatakan mereka yang baru melakukan perjalanan dari luar negeri, tanpa sadar menularkan virus corona ke anggota keluarga yang lain atau melanggar aturan soal karantina.          

    Francisco Duran, Kepala Epidemologi dari Kementerian Kesehatan Masyarakat, mengatakan pekan ini Kuba mungkin saja akan melihat lonjakan kasus positif Covid-19. Pada Sabtu, 9 Januari 2021, sudah ada 365 kasus baru infeksi virus corona.       

    Dengan adanya 365 kasus baru virus corona, maka total dalam delapan hari sejak tahun baru 2021 ada 1.767 kasus baru positif Covid-19. Pasien yang terinfeksi virus corona, hampir 80 persen adalah pelancong atau mereka yang baru melakukan perjalanan dari luar negeri. Kasus baru positif Covid-19 tertinggi di Kuba terjadi pada Desember 2020 sebanyak 3.673 kasus.

    “Sanksi hukum akan diambil karena kita tidak bisa mengorbankan seluruh negara, seluruh masyarakat,” kata Duran, mengacu pada dampak lockdown terhadap perekonomian Kuba, yang terkontraksi 11 persen dari PDB pada 2020.

    Kuba yang memiliki 11 juta jiwa populasi lansia, sejauh ini melaporkan ada 148 kematian akibat virus corona. Total infeksi virus corona di negara itu sebanyak 14.188 kasus.    

    Sumber: https://www.reuters.com/article/us-health-coronavirus-cuba/cuba-tightens-covid-19-measures-as-visitors-fuel-record-contagion-idUSKBN29E0RL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.