Facebook, Instagram dan Twitter Sementara Blokir Akun Trump

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Facebook dan Twitter

    Logo Facebook dan Twitter

    TEMPO.CO, Jakarta - Facebook dan Instragram akan memblokir akun media sosial Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam membuat unggahan, setidaknya sampai masa jabatannya berakhir. Kepastian itu disampaikan oleh Mark Zuckerberg, CEO Facebook dalam unggahannya, Kamis, 7 Januari 2020.

    “Kami yakin ada risiko membiarkan Presiden terus-terusan menggunakan layanan kami selama periode ini. Untuk itu, kami akan memperpanjang memblokir akun Facebook dan Instagram tanpa batas waktu, setidaknya sampai dua pekan ke depan sampai masa transisi kekuasaan rampung,” kata Zuckerberg.

    Presiden AS Donald Trump berbicara tentang hasil awal dari pemilihan presiden AS 2020 di Ruang Timur Gedung Putih di Washington, AS, Rabu, 4 November 2020. Trump mengklaim dirinya menang pemilu AS dari pesaingnya, Joe Biden, meski jutaan suara masih belum selesai dihitung. REUTERS/Carlos Barria

       

    Keputusan itu menandai sebuah langkah besar oleh Facebook dan platform media sosial lainnya, yang berada dalam tekanan dari kelompok-kelompok advokasi serta sosok berpengaruh untuk melarang Presiden Trump melakukan retorika, yang bisa mendorong adanya pemberontakan.

    Sebelumnya pada Rabu, 6 Januari 2020, Facebook dan Twitter melakukan langkah yang tidak biasa dengan mengunci sementara akun media sosial Presiden Trump pada kedua platform tersebut. Langkah tersebut dilakukan setelah para pendukung Trump menyerang gedung Capitol untuk memprotes hasil pemilu 2020.

    Jika pemblokiran ini jadi berlaku secara tetap, maka Facebook akan menjadi platform media sosial pertama yang menghapus akun Presiden Trump secara permanen.

    Tindakan Facebook itu diharapkan bisa diikuti Twitter, yang juga digunakan Trump. Twitter sudah mengkonfirmasi bahwa Trump sudah menghapus beberapa kicauannya agar bisa kembali menggunakan akun media sosialnya itu pada Kamis 7 Januari 2021. Namun Twitter menolak mengatakan kapan Trump bisa berkicau lagi di Twitter.

    Twitter hanya mengatkan, penyalahgunaan di masa mendatang akan membuat akun @realDonaldTrump dibekukan secara permanen. Menurut Adam Sharp, mantan kepala pemberitaan Twitter, ada elemen di mana semua perusahaan saling menekan hingga salah satu dari mereka mengambil sikap dan beberapa menit kemudian perusahaan yang lain mengikutinya.

    Sedangkan Zuckerberg dalam unggahannya mengatakan Facebook telah memutuskan bahwa unggahan Presiden Trump baru-baru ini tampaknya dengan sengaja ditujukan untuk meningkatkan aksi kekerasan, bukan sebaliknya.

      

        

    Sumber: https://edition.cnn.com/2021/01/07/tech/facebook-trump-restrictions/index.html


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.