Donald Trump Ingin Dimakzulkan, Ini Hambatannya

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Donald Trump meninggalkan lokasi setelah meletakkan karangan bunga di Makam Prajurit Tidak Dikenal dalam perayaan Hari Veteran di Pemakaman Nasional Arlington di Arlington, Virginia, AS, Rabu, 11 November 2020. Sebelumnya Trump telah menyatakan yakin menang, dan menuduh telah terjadi kecurangan. REUTERS/Carlos Barria

    Presiden AS Donald Trump meninggalkan lokasi setelah meletakkan karangan bunga di Makam Prajurit Tidak Dikenal dalam perayaan Hari Veteran di Pemakaman Nasional Arlington di Arlington, Virginia, AS, Rabu, 11 November 2020. Sebelumnya Trump telah menyatakan yakin menang, dan menuduh telah terjadi kecurangan. REUTERS/Carlos Barria

    TEMPO.CO, - Para petinggi Partai Demokrat di Kongres meminta Wakil Presiden Mike Pence dan Kabinet Trump menggunakan Konstitusi AS untuk memakzulkan Presiden Donald Trump karena ucapannya yang diduga menyebabkan kerusuhan di Gedung Capitol.

    Permintaan pemakzulan ini disampaikan oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Nancy Pelosi dan pemimpin Senat Demokrat Chuck Schumer. "Tindakan berbahaya dan hasutan presiden mengharuskannya segera dicopot dari jabatannya," kata mereka dalam sebuah pernyataan dikutip dari Reuters, Jumat, 8 Januari 2021.

    Amandemen Konstitusi Amerika Serikat ke-25 memungkinkan mayoritas kabinet untuk menggulingkan presiden dari kekuasaan jika dia tidak dapat menjalankan tugas kantornya. Proses pemakzulan ini harus dipimpin oleh wakil presiden.

    Namun seorang penasihat Wakil Presiden Mike Pence mengatakan, Pence menentang penggunaan amandemen untuk menggulingkan Trump dari Gedung Putih.

    Jika Pence enggan bertindak, Pelosi mengisyaratkan dia kemungkinan akan mengumpulkan kembali DPR untuk memulai proses pemakzulan terhadap Trump. Ketua Komite Kehakiman DPR Jerry Nadler, yang komitenya kemungkinan akan menyusun artikel pemakzulan, menyuarakan dukungannya pada Kamis pagi.

    Rencana pemakzulan Trump ini harus berhadapan dengan waktu. Pasalnya sisa masa jabatan Trump kurang dari dua pekan.

    Jika dimakzulkan di DPR, Trump secara teoritis akan menghadapi persidangan di tingkat Senat yang dikendalikan Partai Republik. Senat dijadwalkan masuk masa reses hingga 19 Januari.

    Ajudan Mitch McConnell, pemimpin mayoritas Senat AS, belum mengatakan apa yang akan dia lakukan jika DPR menyetujui. artikel impeachment.

    Sebelumnya, ribuan pendukung Donald Trump menggelar unjuk rasa di depan Gedung Capitol saat Kongres AS sedang menghitung suara elektoral pemilihan presiden. Unjuk rasa berakhir ricuh setelah demonstran menerobos masuk.

    Penghitungan suara pun sempat dihentikan sementara dan dilanjutkan kembali dengan memastikan kemenangan Joe Biden. Akibat kerusuhan itu, lima orang tewas dan 52 orang ditangkap.

    Donald Trump sempat memuji para pendukungnya yang menerobos penjagaan polisi itu. Ia juga yang meminta pendukungnya berkumpul di Gedung Capitol. Belakangan ia mengutuk kerusuhan ini dan mengatakan para perusuh telah mencemari kursi demokrasi Amerika serta harus dimintai pertanggungjawaban. 

    REUTERS

    https://www.reuters.com/article/idUSKBN29D0LE?il=0

    https://www.reuters.com/article/idUSKBN29C0YQ?il=0


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Tanda Masker Medis yang Asli atau Palsu

    Saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, masker adalah salah satu benda yang wajib kita pakai kemanapun kita beraktivitas. Kenali masker medis asli.