Kerusuhan di US Capitol, Iran: Demokrasi Barat Rapuh

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Iran Hassan Rouhani berbicara selama konferensi pers di Teheran, Iran 14 Desember 2020. [Situs web resmi Kepresidenan Iran/REUTERS]

    Presiden Iran Hassan Rouhani berbicara selama konferensi pers di Teheran, Iran 14 Desember 2020. [Situs web resmi Kepresidenan Iran/REUTERS]

    TEMPO.CO, - Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan kerusuhan yang terjadi di Gedung Capitol Amerika Serikat oleh pendukung Presiden Donald Trump mengekspos kerapuhan demokrasi Barat

    "Apa yang kami lihat di Amerika Serikat kemarin (Rabu) malam dan hari ini menunjukkan di atas segalanya betapa rapuhnya dan rentannya demokrasi Barat," kata Rouhani dalam pidato yang disiarkan oleh televisi pemerintah dikutip dari Arab News, Kamis, 7 Januari 2021.

    Rouhani menyindir kepemimpinan Trump yang membawa Amerika dalam bencana kendati negaranya dikenal unggul di bidang ilmu pengetahuan dan industri. "Saya berharap seluruh dunia dan penghuni Gedung Putih berikutnya akan belajar darinya," ucap dia.

    Ia berharap ada perubahan arah dari pemerintahan Presiden terpilih AS Joe Biden.

    Dia mendesak pemerintahan baru untuk memperbaiki dan mengembalikan negara ke posisi yang layak bagi bangsa Amerika.

    "Karena bangsa Amerika adalah bangsa yang besar. Semoga mereka kembali ke akal sehat, legalitas dan kewajiban mereka. Itu untuk keuntungan mereka sendiri dan kebaikan dunia," katanya.

    Sebelumnya, penghitungan suara elektoral oleh Kongres AS diwarnai dengan unjuk rasa besar pendukung Donald Trump di depan Gedung Capitol. Unjuk rasa berakhir ricuh setelah demonstran menerobos masuk gedung Capitol.

    Penghitungan suara pun sempat dihentikan sementara dan dilanjutkan kembali dengan memastikan kemenangan Joe Biden.

    Akibat kerusuhan itu, empat orang tewas dan 52 orang ditangkap.

    ARAB NEWS

    https://www.arabnews.com/node/1788686/middle-east


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.