Abu Bakar Baasyir Bebas, Australia Minta RI Pastikan Tidak Ada Terorisme Baru

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kuasa hukum capres Joko Widodo dan Maruf Amin, Yusril Ihza Mahendra (kanan) mengunjungi narapidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir (kiri) di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, Jumat 18 Januari 2019. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

    Kuasa hukum capres Joko Widodo dan Maruf Amin, Yusril Ihza Mahendra (kanan) mengunjungi narapidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir (kiri) di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, Jumat 18 Januari 2019. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Australia, Marise Payne, pada Selasa mengatakan pemerintah Indonesia mesti memastikan Abu Bakar Baasyir tidak akan memicu aksi terorisme setelah dibebaskan.

    Abu Bakar Baasyir dipenjara pada 2011 karena terlibat dengan kamp pelatihan militan di provinsi Aceh, Indonesia. Dia dianggap sebagai pemimpin jaringan Jamaah Islamiah (JI) yang terkait dengan al-Qaeda, dan dituduh mengatur pengeboman klub malam di Bali pada 2002.

    "Kedutaan kami di Jakarta telah menjelaskan keprihatinan kami bahwa orang-orang seperti itu dicegah untuk menghasut orang lain untuk melakukan serangan di masa depan terhadap warga sipil yang tidak bersalah," kata Payne, dikutip dari Reuters, 5 Januari 2020.

    Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengatakan Abu Bakar Baasyir akan tetap diawasi intelijen setelah bebas 8 Januari. Namun, Polri mengatakan pengawasan terhadap Baasyir bukan pengawasan khusus.

    "Sebenarnya tidak (pengawasan) khusus, jadi sifatnya tiap orang akan dilakukan pemantauan," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Komisaris Besar Ahmad Ramadhan, kepada Tempo, Senin.

    Narapidana terorisme Abu Bakar Baasyir melakukan cek kesehatan rutin RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta, pada Selasa, 29 Januari 2019. Baasyir tiba di RSCM pukul 10.00 WIB. Foto: Tim Kuasa Hukum Baasyir

    Pengamat terorisme Al Chaidar menilai pembebasan Abu Bakar Baasyir tak akan berpengaruh pada aktivitas terorisme di Indonesia. Dia mengatakan pengaruh Baasyir di organisasi terorisme sudah tidak ada. "Sudah tidak berpengaruh lagi," kata Al Chaidar saat dihubungi pada Senin

    Abu Bakar Baasyir, 82 tahun, membantah terlibat dalam bom Bali.

    Bom Bali menewaskan 200 lebih orang, di antaranya puluhan warga Australia. Para anggota JI juga dituduh mengatur serangan terhadap J.W. Hotel Marriott di Jakarta yang menewaskan 12 orang pada tahun 2003.

    Seorang anggota senior Jamaah Islamiah diyakini telah membuat bom untuk kedua serangan tersebut.

    Sumber:

    https://www.reuters.com/article/us-indonesia-security-australia/australia-says-indonesia-must-ensure-cleric-is-not-a-threat-after-release-idUSKBN29A0M5?il=0


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fatwa MUI Nyatakan Vaksin Covid-19 Sinovac Berstatus Halal, Ini Alasannya

    Keputusan halal untuk vaksin Covid-19 itu diambil setelah sejumlah pengamatan di fasilitas Sinovac berikut pengawasan proses pembuatan secara rinci.