Polisi Jerman Bubarkan Kebaktian Gereja Karena Langgar Protokol Covid-19

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aparat kepolisian Jerman pada Selasa, 17 November 2020, menggeledah 18 apartemen untuk mencari pencuri perhiasan abad ke-18 di sebuam museum. Sumber: Reuters/news.yahoo.com

    Aparat kepolisian Jerman pada Selasa, 17 November 2020, menggeledah 18 apartemen untuk mencari pencuri perhiasan abad ke-18 di sebuam museum. Sumber: Reuters/news.yahoo.com

    TEMPO.CO, - Kepolisian Jerman membubarkan sebuah kebaktian gereja yang dihadiri 150 jemaat di Kota Herford, negara bagian Rhine-Westphalia, pada Sabtu malam waktu setempat. Alasannya acara ini melanggar pembatasan virus corona karena ratusan orang berkumpul di satu tempat.

    Di masa pembatasan sosial, Jerman mengatur acara yang berlangsung di dalam ruangan hanya boleh paling banyak 20 orang dan wajib menjaga jarak serta menjaga kebersihan.

    Menurut polisi, sebagian besar pengunjung gereja di Herford itu, termasuk anak-anak, tidak memakai masker wajah, tidak menjaga jarak satu sama lain, dan terkadang bernyanyi. 

    Mengutip dari Deutsche Welle, Senin, 4 Januari 2020, menyanyi bersama di dalam ruangan dilarang keras karena bukti yang menunjukkan hal itu menghasilkan aerosol dan bisa membantu menularkan Covid-19. Beberapa acara paduan suara di Eropa telah diidentifikasi sebagai klaster penyebaran virus corona.

    Penguncian ketat Jerman selama periode Desember membuat banyak perayaan agama Kristen yang populer dinikmati di seluruh negeri dibatalkan, seperti pasar Natal, ritual Adven, dan adegan kelahiran Yesus.

    Insiden serupa terjadi di sebuah gereja Pantekosta di kota barat Essen beberapa hari sebelum Natal. Saat itu polisi membubarkan sebuah kebaktian dan mengeluarkan hampir 60 pemberitahuan untuk pelanggaran kuncian.

    DW

    https://m.dw.com/en/coronavirus-german-police-raid-church-service-with-over-100-maskless-worshippers/a-56119653


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.