Israel Incar Negara Muslim Kelima untuk Normalisasi Sebelum Trump Purnatugas

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyambut kedatangan pesawat DHL yang membawa batch pertama vaksin Pfizer / BioNTech COVID-19, di Bandara Ben Gurion dekat Tel Aviv, Israel 9 Desember, 2020. Siapa pun yang telah divaksin akan dapat mendapatkan sertifikat atau aplikasi yang memungkinkan mereka masuk ke acara, mal, dan semua jenis layanan. Abir Sultan/Pool via REUTERS

    Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyambut kedatangan pesawat DHL yang membawa batch pertama vaksin Pfizer / BioNTech COVID-19, di Bandara Ben Gurion dekat Tel Aviv, Israel 9 Desember, 2020. Siapa pun yang telah divaksin akan dapat mendapatkan sertifikat atau aplikasi yang memungkinkan mereka masuk ke acara, mal, dan semua jenis layanan. Abir Sultan/Pool via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Israel sedang mengupayakan kesepakatan normalisasi hubungan dengan negara Muslim kelima selama masa jabatan Presiden AS Donald Trump, yang berakhir bulan depan, kata seorang menteri pemerintah Israel mengatakan kepada Ynet TV pada Rabu.

    Gedung Putih telah menjadi perantara normalisasi hubungan antara Israel dan Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan dan Maroko tahun ini. Maroko menjadi tuan rumah delegasi Israel-AS pada hari Selasa untuk merampungkan proses diplomatik dengan Israel.

    "Kami sedang bekerja ke arah itu," kata Menteri Kerja Sama Regional Israel Ofir Akunis kepada Ynet TV, ketika ditanya apakah negara kelima dapat menandatangani kesepakatan normalisasi sebelum Trump mundur pada 20 Januari, dikutip dari Reuters, 23 Desember 2020.

    "Akan ada pengumuman Amerika tentang negara lain yang go public dengan normalisasi hubungan dengan Israel dan, pada dasarnya, dengan infrastruktur untuk kesepakatan, sebuah kesepakatan damai," katanya.

    Dia menolak menyebutkan nama negaranya tetapi mengatakan ada dua kandidat utama. Salah satunya adalah di Teluk, katanya, yang mengisyaratkan Oman sebagai kandidat yang mungkin. Oman telah disebut-sebut media Israel sebagai calon negara yang akan normalisasi hubungan dengan Israel.

    "Kandidat lainnya, lebih jauh ke timur, adalah negara Muslim yang tidak kecil tapi bukan Pakistan, kata Akunis.

    Indonesia, negara berpenduduk Muslim terbesar, mengatakan pekan lalu tidak akan mengakui Israel selama tuntutan status kenegaraan Palestina tetap tidak terpenuhi.

    Warga Palestina khawatir normalisasi hubungan dengan Israel oleh negara-negara Arab akan melemahkan posisi pan-Arab yang sudah ada sejak lama, yang menuntut penarikan diri Israel dari wilayah pendudukan dan penerimaan kenegaraan Palestina dengan imbalan hubungan normal dengan negara-negara Arab.

    Sementara itu Times of Israel melaporkan, Amerika Serikat menjanjikan Indonesia bantuan sebesar US$ 2 miliar, atau Rp 28,5 triliun, kepada Indonesia jika berdamai dengan Israel.

    Ini diungkapkan CEO US International Development Finance Corp, Adam Boehler, pada Selasa.

    "Kami sedang membicarakannya dengan mereka (Indonesia). Jika mereka siap, mereka siap, dan jika mereka siap, maka kami akan dengan senang hati bahkan mendukung lebih banyak secara finansial daripada yang kami lakukan," kata Boehler dikutip dari Times Of Israel, Rabu, 23 Desember 2020.

    Sebelumnya, Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan bahwa ia Presiden Indonesia Joko Widodo atau Jokowi telah bicara melalui telepon terkait rumor normalisasi hubungan dengan Israel. Presiden Jokowi, kata Abbas, menegaskan Indonesia tidak akan menjalin kerja sama dengan Israel.

    Sumber:

    https://www.reuters.com/article/us-israel-diplomacy-usa/israel-hopes-for-rapprochement-with-fifth-muslim-country-before-trump-exit-minister-idUSKBN28X17H?il=0

    https://www.timesofisrael.com/trump-administration-offering-indonesia-billions-in-aid-for-israel-normalization/


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.