Cina Siap Balas AS yang Batasi Pemberian Visa Untuk Pejabatnya

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bendera Republik Rakyat Cina dan bendera AS berkibar di tiang lampu di sepanjang jalan Pennsylvania Avenue dekat Capitol AS selama kunjungan kenegaraan Presiden China Hu Jintao, di Washington, DC, Amerika Serikat, 18 Januari 2011.[REUTERS/Hyungwon Kang]

    Bendera Republik Rakyat Cina dan bendera AS berkibar di tiang lampu di sepanjang jalan Pennsylvania Avenue dekat Capitol AS selama kunjungan kenegaraan Presiden China Hu Jintao, di Washington, DC, Amerika Serikat, 18 Januari 2011.[REUTERS/Hyungwon Kang]

    TEMPO.CO, - Pemerintah Amerika Serikat memberlakukan pembatasan visa tambahan pada pejabat Cina atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia pada Senin kemarin. Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengatakan pembatasan menargetkan pejabat yang diyakini bertanggung jawab atau terlibat dalam menindas praktisi agama, kelompok etnis minoritas, pembangkang, dan lainnya.

    “Penguasa otoriter Cina memberlakukan pembatasan yang kejam pada kebebasan berekspresi, beragama atau berkeyakinan, berserikat, dan hak untuk berkumpul secara damai. Amerika Serikat sudah jelas bahwa pelaku pelanggaran hak asasi manusia seperti ini tidak diterima di negara kami,” katanya dalam sebuah pernyataan dikutip dari Reuters, Rabu, 23 Desember 2020.

    Mendapatkan perlakuan seperti itu membuat pemerintah Cina bereaksi. “Kami akan mengambil tindakan balasan sebagai tanggapan. Kami akan mengambil tindakan terhadap mereka yang bertanggung jawab merusak hubungan bilateral kami," kata juru bicara kementerian luar negeri Wang Wenbin.

    Hubungan AS-Cina ditengarai jatuh ke level terburuknya dalam beberapa dekade ketika dua ekonomi teratas dunia itu kerap memperdebatkan masalah mulai dari wabah virus corona, undang-undang keamanan nasional Beijing untuk Hong Kong, perdagangan dan spionase.

    Pada Jumat pekan lalu, Washington menambahkan lusinan perusahaan Cina, termasuk pembuat chip Semiconductor Manufacturing International Corp dan produsen drone SZ DJI Technology Co Ltd, ke daftar hitam perdagangan.

    Selain itu, kepala Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) AS Chad Wolf pada Senin kemarin mengatakan pihaknya sedang melihat pembatasan lebih lanjut di Cina, yang dia sebut sebagai ancaman yang terus meningkat bagi Amerika Serikat.

    Wolf mengatakan kepada lembaga think tank Heritage Foundation, ini termasuk pembatasan visa yang lebih ketat pada anggota Partai Komunis Cina dan larangan yang lebih luas atas barang-barang yang dibuat dengan kerja paksa. Dia mengatakan DHS juga mengkaji aktivitas pembuat televisi China TCL Electronics Holdings.

    Wolf menuturkan Departemen Luar Negeri bulan ini mengurangi validitas visa AS bagi anggota Partai Komunis yang berkuasa di China menjadi satu bulan. "Kami bekerja dengan negara untuk mempertimbangkan pembatasan lebih lanjut tentang masa berlaku visa bagi anggota PKT," ujar dia.

    REUTERS

    https://www.reuters.com/article/us-usa-china-rights/u-s-issues-additional-visa-restrictions-on-chinese-officials-idUSKBN28V2B5


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.