Arab Saudi Pecat Banyak Imam Karena Gagal Ingatkan Warga Soal Terorisme

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Umat Muslim menjaga jarak saat melakukan umrah di Masjidil Haram setelah otoritas Saudi meringankan pembatasan untuk mencegah penularan penyakit Covid-19, di kota suci Mekkah, Arab Saudi, Ahad, 1 November 2020. Arab Saudi membuka ziarah Umrah ke Mekah untuk umat Muslim dari negara lain mulai  awal November. Kantor Pers Saudi/Handout via REUTERS

    Umat Muslim menjaga jarak saat melakukan umrah di Masjidil Haram setelah otoritas Saudi meringankan pembatasan untuk mencegah penularan penyakit Covid-19, di kota suci Mekkah, Arab Saudi, Ahad, 1 November 2020. Arab Saudi membuka ziarah Umrah ke Mekah untuk umat Muslim dari negara lain mulai awal November. Kantor Pers Saudi/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, - Menteri Urusan Islam Arab Saudi Abdullatif bin Abdulaziz al-Sheikh mengatakan banyak imam masjid yang dipecat dalam beberapa pekan terakhir ini. Alasannya pemerintah menilai para imam itu gagal mengikuti arahan kementerian untuk memperingatkan warga terhadap organisasi Ikhwanul Muslimin dan ideologinya yang dianggap sebagai teroris.

    Seperti diberitakan Al Arabiya, melalui pemecatan ini pemerintah Arab Saudi ingin menekankan tentang pentingnya peran ulama atau imam dalam memperingatkan umat tentang bahaya terorisme.

      

    “Ini karena kegagalan mereka dalam melaksanakan arahan kementerian dalam menerbitkan pernyataan dari Dewan Cendekiawan Agama Senior yang menjelaskan kepada orang-orang tentang bahaya kelompok teroris Ikhwanul Muslimin,” kata al-Sheikh dikutip dari Al Arabiya, Rabu, 23 Desember 2020.

    Al-Sheikh menjelaskan para imam yang dipecat ini bukan berarti mereka anggota Ikhwanul Muslimin atau pendukung ideologinya. Pemecatan bagian dari prosedur kementerian terhadap mereka yang dianggap tidak mampu atau lambat dalam melaksanakan. "Dan mereka akan digantikan oleh yang siap dan yang memenuhi syarat," tuturnya.

    Arab Saudi secara resmi menetapkan Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris pada tahun 2014.

    Menurut media lokal, Okaz dan Saudi Gazette, Kementerian Urusan Islam berencana untuk merekrut para imam dan muazin untuk dipekerjakan dan diupah oleh negara. Para imam ini akan ditempatkan di tempat salat di kompleks-kompleks komersil.

    Menurut kementerian, mereka siap menampung para imam atau dai yang memiliki pemikiran cemerlang. "Sejumlah besar dari mereka dipersiapkan untuk pekerjaan terhormat ini, dan kementerian memiliki sejumlah besar kandidat tingkat lanjut yang tertarik dengan pekerjaan ini dan bersedia untuk menempati pekerjaan ini, termasuk banyak lulusan perguruan tinggi Syariah dan yang memiliki gelar master dan PhD dalam ilmu Syariah," ujar dia.

    AL ARABIYA

    https://english.alarabiya.net/en/News/gulf/2020/12/22/Saudi-minister-confirms-imams-fired-after-failing-to-warn-against-Muslim-Brotherhood


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Ahok dalam Empat Nama Kandidat Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru

    Nama Ahok sempat disebut dalam empat nama kandidat kepala otorita Ibu Kota baru. Siapa tiga nama lain yang jadi calon pengelola IKN Nusantara?