Kapal Perang Cina Buntuti Kapal Perang AS di Selat Taiwan

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal perusak AS USS Mustin bermanuver dan mendekati kargo kering dan kapal amunisi USNS Wally Schirra (tidak diperlihatkan) dalam persiapan untuk pengisian ulang logistik di laut di Pasifik Barat, 19 Februari 2018. Gambar diambil pada 19 Februari 2018. [Dominique M Lasco / AS Navy / Handout melalui REUTERS]

    Kapal perusak AS USS Mustin bermanuver dan mendekati kargo kering dan kapal amunisi USNS Wally Schirra (tidak diperlihatkan) dalam persiapan untuk pengisian ulang logistik di laut di Pasifik Barat, 19 Februari 2018. Gambar diambil pada 19 Februari 2018. [Dominique M Lasco / AS Navy / Handout melalui REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Militer Cina mengatakan kapal perang mereka membuntuti kapal perang AS saat melewati Selat Taiwan yang sensitif pada Sabtu, kata militer Cina.

    Cina, yang mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya, telah mengecam dukungan AS untuk pulau itu, termasuk penjualan senjata dan kapal perang yang berlayar melalui Selat Taiwan, yang semakin memperburuk hubungan Beijing-Washington.

    Dikutip dari Reuters, 19 Desember 2020, Angkatan Laut AS mengatakan kapal perusak berpeluru kendali USS Mustin telah melakukan "transit rutin Selat Taiwan pada 19 Desember sesuai dengan hukum internasional."

    Transit kapal melalui Selat Taiwan menunjukkan komitmen AS terhadap Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, kata US Navy. Ini adalah pelayaran ke-12 melalui selat oleh Angkatan Laut AS tahun ini.

    Militer Cina, dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh Komando Teater Timur, mengatakan angkatan udara dan angkatan lautnya membuntuti dan memantau seluruh kapal.

    "Misi semacam itu dengan sengaja memanaskan ketegangan Taiwan, karena mereka takut akan ketenangan di Selat Taiwan, dan memprovokasi pasukan kemerdekaan Taiwan, yang secara serius membahayakan perdamaian dan stabilitas di selat," kata militer Cina.

    Pasukan angkatan laut dan udara Tentara Pembebasan Rakyat Cina (PLA) mengikuti dan memantau kapal perang AS USS Mustin ketika berlayar melalui Selat Taiwan China pada Jumat malam, Kolonel Senior Zhang Chunhui, juru bicara Komando Teater Timur PLA, dikutip dari media Cina CGTN.

    Amerika Serikat terlibat dalam unjuk kekuatan dan mencoba menggunakan Taiwan sebagai pion untuk tujuan strategis egoisnya sendiri, kata pernyataan Komando Teater Timur PLA.

    Di Taipei, Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan kapal AS telah bergerak ke arah selatan. Taiwan juga memantau pergerakannya dan situasinya berlangsung seperti biasa, kata Kemenhan Taiwan.

    Cina percaya Presiden Taiwan Tsai Ing-wen bertekad untuk mendeklarasikan kemerdekaan resmi untuk pulau itu, yang akan menjadi garis merah untuk Beijing. Tsai Ing-wen mengatakan Taiwan sudah menjadi negara merdeka yang disebut Republik Cina, nama resminya.

    Tsai telah menjadikan penguatan angkatan bersenjata Taiwan sebagai prioritas dalam menghadapi aktivitas militer Cina di dekat pulau itu, salah satunya insiden tahun ini ketika Cina mengirim jet tempur melintasi garis median Selat Taiwan, sebuah garis penyangga tidak resmi dari kedua belah pihak.

    Sumber:

    https://www.reuters.com/article/china-usa-taiwan/china-says-tailed-u-s-warship-in-taiwan-strait-idUSKBN28T0GX?il=0

    https://news.cgtn.com/news/2020-12-19/China-monitors-passage-of-U-S-warship-through-Taiwan-Straits-WlSgWZ8Rsk/index.html


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.