Penyelidikan Putra Joe Biden Menguji Independensi Departemen Kehakiman AS

Wakil Presiden, Joe Biden (kanan), dan putranya Hunter jelang inagurasi presiden Barack Obama di Washington, 20 Januari 2009. Hunter dikeluarkan dari AL pada awal tahun ini dan tidak menjelaskan apa penyebabnya. REUTERS/Carlos Barria

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan pejabat Departemen Kehakiman AS dan pakar hukum mengatakan penyelidikan kriminal federal yang baru terungkap terkait bisnis putra Joe Biden, Hunter, akan mempersulit pemilihan jaksa agung AS yang baru oleh presiden terpilih.

Hunter Biden mengungkapkan pada hari Rabu bahwa Kantor Kejaksaan AS di Delaware sedang menyelidiki urusan perpajakannya. Media melaporkan bahwa masalah tersebut berasal dari pekerjaannya di sejumlah termasuk Cina.

Presiden Donald Trump dan sekutunya dari Partai Republik di Kongres menjadikan transaksi bisnis Hunter Biden di Cina dan Ukraina sebagai senjata untuk menyerang Joe Biden selama kampanye pemilu 2020. Hunter Biden membantah melakukan kesalahan, dan ayahnya merilis pernyataan dukungan setelah pengungkapan tersebut.

Namun, pengungkapan kasus ini meningkatkan pengawasan terhadap Joe Biden untuk menjalankan Departemen Kehakiman, jabatan Kabinet dengan profil tertinggi yang belum dia isi.

Siapa pun yang akan ditunjuk kemungkinan akan menghadapi serangkaian pertanyaan dari Partai Republik tentang masalah tersebut dalam sidang konfirmasi Senat awal tahun depan.

"Biden pasti akan diberi kesempatan pada awal pemerintahannya untuk membuktikan bahwa dia bersungguh-sungguh dengan apa yang dia katakan tentang menjaga independensi Departemen Kehakiman," kata Kathleen Clark, seorang profesor hukum di Universitas Washington di St. Louis dan seorang pakar etika pemerintahan, dikutip dari Reuters, 11 Desember 2020. "Ini jelas merupakan masalah yang sangat sensitif, anaknya sedang dalam penyelidikan kriminal."

Hunter Biden menyaksikan ayahnya, Joe Biden, dalam acara debat di Centre College, Danville, Ky, 11 Oktober 2012. Joe Biden belum berkomentar mengenai kabar ini. AP/Pablo Martinez Monsivais

Tim transisi Biden yakin bahwa jaksa agung akan dapat sepenuhnya menjawab pertanyaan tentang independensi kantor dan integritas penyelidikan, menurut dua pejabat transisi.

Selama kampanye, Biden mengkritik Jaksa Agung Bill Barr, yang dia tuduh mempolitisasi departemen dan terlalu setia kepada Trump dan agendanya. Dia berjanji untuk mengembalikan independensi Departemen Kehakiman dari Gedung Putih.

Dalam wawancara dengan CNN minggu lalu Joe Biden menegaskan kembali janjinya.

"Saya tidak akan memberi tahu mereka apa yang harus dan tidak harus mereka lakukan," kata Biden. "Saya tidak akan mengatakan ajukan tuntutan A, B, atau C - saya tidak akan memberi tahu mereka. Itu bukan perannya, ini bukan Departemen Kehakiman saya, ini Departemen Kehakiman rakyat."

Setelah menjabat pada 20 Januari, Biden mengatakan dia akan mengeluarkan perintah eksekutif yang mengarahkan bahwa tidak ada staf Gedung Putih atau anggota pemerintahannya yang boleh memulai, mendorong, menghalangi, atau secara tidak tepat memengaruhi penyelidikan atau penuntutan tertentu untuk alasan apa pun, dan dia akan berjanji untuk memberhentikan siapa pun yang mencoba melakukannya.

Joe Biden kemungkinan juga menghadapi tekanan Partai Republik untuk mempertahankan jaksa Delaware yang menjalankan penyelidikan terhadap Hunter Biden, David Weiss, atau bahkan menunjuk penasihat khusus untuk memastikan Gedung Putih tidak ikut campur.

Di awal masa jabatan Trump, Partai Demokrat meminta penasihat khusus untuk menyelidiki campur tangan Rusia dalam pemilu 2016. Jaksa Agung Jeff Sessions kemudian menunjuk Robert Mueller untuk memimpin penyelidikan.

Senator Josh Hawley, anggota Republik dari Komite Kehakiman, yang akan mengadakan sidang pencalonan untuk pemilihan Biden, mengatakan pada hari Kamis bahwa Joe Biden harus berjanji untuk mempertahankan semua pengacara Departemen Kehakiman yang terlibat dalam penyelidikan tersebut.

Spekulasi tentang pilihan Biden berpusat pada Doug Jones, senator AS dari Alabama yang kalah dalam pencalonannya kembali; Sally Yates, yang merupakan wakil jaksa agung selama pemerintahan Obama; serta hakim pengadilan banding federal Merrick Garland dan Deval Patrick, mantan gubernur Massachusetts.

Jones memiliki ikatan pribadi dengan Joe Biden sejak 40 tahun yang lalu, yang dapat memperumit netralitas.

Sumber:

https://uk.reuters.com/article/uk-usa-biden-hunter/probe-of-bidens-son-places-new-scrutiny-on-u-s-attorney-general-pick-idUKKBN28K37S






Video Penganiayaan Tyre Nichols oleh Polisi Memphis Dirilis

2 hari lalu

Video Penganiayaan Tyre Nichols oleh Polisi Memphis Dirilis

Polisi dikecam karena menggunakan kekuatan berlebihan dalam menghadapi orang-orang kulit hitam.


Busana Inagurasi Jill Biden Dipamerkan di National Museum of American History

3 hari lalu

Busana Inagurasi Jill Biden Dipamerkan di National Museum of American History

Jill Biden mengaku emosional saat menyerahkan busana bersejarah itu


Lima Mantan Polisi Memphis Didakwa dalam Kasus Pembunuhan Tyre Nichols

3 hari lalu

Lima Mantan Polisi Memphis Didakwa dalam Kasus Pembunuhan Tyre Nichols

Pembunuhan oleh petugas polisi Amerika terhadap orang-orang berkulit hitam telah kerap terjadi dan telah dikecam publik selama bertahun-tahun.


Setidaknya 39 Penembakan Massal Terjadi di Amerika dalam 24 Hari Pertama 2023

4 hari lalu

Setidaknya 39 Penembakan Massal Terjadi di Amerika dalam 24 Hari Pertama 2023

Fenomena ini secara historis menandai awal yang sangat cepat untuk penembakan-penembakan massal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.


Skandal Dokumen Rahasia, Biden di Kursi Panas?

6 hari lalu

Skandal Dokumen Rahasia, Biden di Kursi Panas?

Temuan ini bertepatan dengan momen dimana Biden bersiap untuk menyatakan apakah dia akan mencalonkan diri untuk periode kedua pada 2024.


Rusia Merasa Hubungan dengan Amerika di Titik Terendah dalam Sejarah

9 hari lalu

Rusia Merasa Hubungan dengan Amerika di Titik Terendah dalam Sejarah

Moskow memberi sinyal hubungan kedua belah pihak sulit di tengah masa jabatan Presiden Joe Biden.


Joe Biden Akan Bertemu Ketua DPR Bahas Ambang Batas Utang

9 hari lalu

Joe Biden Akan Bertemu Ketua DPR Bahas Ambang Batas Utang

Joe Biden mengumumkan pihaknya akan berdiskusi dengan Ketua DPR dari Partai Republik McCarthy tentang rencana menaikkan plafon utang


Dukungan Warga untuk Joe Biden Turun

10 hari lalu

Dukungan Warga untuk Joe Biden Turun

Hasil jajak pendapat mengungkap dukungan warga Amerika Serikat ke Presiden Joe Biden turun, di mana hanya 40 persen reponden yang mendukungnya.


Tuntut Hillary Clinton Tanpa Bukti, Trump dan Pengacaranya Didenda Rp14 M

10 hari lalu

Tuntut Hillary Clinton Tanpa Bukti, Trump dan Pengacaranya Didenda Rp14 M

Donald Trump dan pengacaranya dihukum denda Rp14 miliar karena tanpa bukti menuntut Hillary Clinton


Joe Biden Angkat Bicara soal Skandal Dokumen Rahasia, Mengaku tak Menyesal

10 hari lalu

Joe Biden Angkat Bicara soal Skandal Dokumen Rahasia, Mengaku tak Menyesal

Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengaku tidak menyesal ada dokumen rahasia ditemukan di kediaman dan kantornya.