Angela Merkel Minta Lockdown COVID-19 Jerman Diperketat Hingga Tengah Januari

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kanselir Jerman Angela Merkel. Bernd von Jutrczenka/Pool via REUTERS

    Kanselir Jerman Angela Merkel. Bernd von Jutrczenka/Pool via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Kanselir Jerman Angela Merkel menyarankan agar pemerintah negara-negara bagian Jerman memperketat lockdown hingga tengah Januari nanti. Menurutnya, walau sudah ada vaksin COVID-19, hal itu akan percuma jika warga tidak menjaga jarak terhadap satu sama lain.

    Angela Merkel meminta negara-negara bagian Jerman untuk mempertimbangkan masukannya karena pengetatan lockdown hanya bisa dilakukan oleh mereka. Di sisi lain, kata Merkel, masukan tersebut sudah didukung oleh para pakar epidemiologi jika Jerman ingin menekan kurva pertumbuhan COVID-19 lebih cepat.

    "Alangkah baiknya jika kita menanggapi dengan serius masukan-masukan dari pakar sains kita,' ujar Merkel, dikutip dari kantor berita Reuters, Rabu, 9 Desember 2020.

    Jerman, per berita ini ditulis, berada di urutan kesebelas negara paling terdampak COVID-19. Mereka mencatatkan 1,2 juta kasus dan 20 ribu korban meninggal. Dalam 24 jam terakhir, kasus serta kematian di sana bertambah 8939 dan 205.

    Untuk menekan pertumbuhan COVID-19, Jerman menerapkan lockdown secara parsial. Hal itu sudah berjalan secara enam pekan di mana bar dan restoran ditutup sementara toko dan sekolah tetap buka. Nah, Angela Merkel meminta toko dan sekolah juga ditutup begitu libur Natal dimulai.

    Lepoldina, Badan Penasehat Sains Pemerintah Jerman, memang merekomendasikan penutupan sekolah dan toko menjelang libur Natal. Bahkan, kalau bisa, penutupan dilakukan lebih awal dan berlangsung hingga 10 Januari untuk merespon kemungkinan kasus meningkat akibat pesta Natal.

    "Jadi, sekolah sebaiknya memperpanjang libur Natal hingga 10 Januari atau memberikan kelas online dahulu," ujar Merkel yang menyebut negara-negara Eropa menerima dampak COVID-19 lebih parah dibandingkan negara-negara lain, terutama secara ekonomi.

    Terakhir, Merkel menegaskan bahwa dirinya hanya menganjurkan, bukan memaksakan. Ia mengapresiasi perbedaan pendapat soal penanganan COVID-19 dan tidak ingin bertindak layaknya diktator. Namun, menurutnya, lockdown lebih ketat perlu dipertimbangkan karena suplai vaksin COVID-19 pun terbatas.

    ISTMAN MP | REUTERS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.