Donald Trump Pergi dari Gedung Putih Setelah Electoral College Pilih Joe Biden

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Donald Trump mengampuni seekor ayam Kalkun Thanksgiving Nasional yang ke-73 di Rose Garden di Gedung Putih di Washington, AS, 24 November 2020. REUTERS/Hannah McKay

    Presiden AS Donald Trump mengampuni seekor ayam Kalkun Thanksgiving Nasional yang ke-73 di Rose Garden di Gedung Putih di Washington, AS, 24 November 2020. REUTERS/Hannah McKay

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Donald Trump pada Kamis mengatakan dirinya akan meninggalkan Gedung Putih setelah Electoral College memilih Joe Biden.

    Electoral College, perwakilan kandidat yang didelegasikan pada setiap negara bagian, akan membawa mandat hasil suara elektorat yang sudah dihitung di semua negara bagian dan bertemu pada 14 Desember. Jika Electoral College bertemu dan memilih Joe Biden, maka Biden akan dilantik pada 20 Januari.

    Dikutip dari Reuters, 27 November 2020, Trump membuat komentar ini di Gedung Putih setelah berbicara dengan pasukan AS selama pidato Hari Thanksgiving kepada anggota tentara AS.

    "Tentu saya akan melakukannya. Dan Anda tahu itu," kata Trump ketika ditanya apakah dia akan meninggalkan Gedung Putih jika Electoral College memilih Biden, seperti dilaporkan The Hill.

    "Jika mereka melakukannya, mereka membuat kesalahan," ujar Trump.

    "Ini akan menjadi hal yang sangat sulit untuk dibobol," kata Trump kepada wartawan selama konferensi pers hari Kamis.

    Ini adalah pertama kalinya Trump menjawab pertanyaan langsung dari wartawan sejak pemilu lebih dari tiga minggu lalu.

    Sebelumnya Trump berulang menolak untuk menyerahkan transisi kekuasaan yang damai.

    "Kita harus melihat apa yang terjadi, Anda tahu, tapi saya telah mengeluh dengan sangat tegas tentang surat suara. Surat suara itu bencana," katanya pada bulan September.

    Saat itu, Trump mengatakan tidak perlu berkomitmen menyerahkan kekuasaan ke Biden karena yakin bahwa dia akan memenangkan pemilihan.

    Pada hari Senin, setelah berminggu-minggu menunda proses transisi, Trump mengizinkan Administrasi Layanan Umum (GSA) untuk melakukan proses transisi ke tim kampanye Biden, memberi mereka akses ke sumber daya dan personel pemerintah.

    Joe Biden memenangkan pemilihan presiden 3 November dengan perolehan 306 suara Electoral College, lebih dari 270 suara yang dibutuhkan, dibandingkan dengan 232 suara yang diperoleh Trump. Joe Biden juga memimpin Trump dengan lebih dari 6 juta dalam penghitungan suara populer.

    Donald Trump sejauh ini menolak untuk mengakui hasil pemilu dan terus mengklaim tanpa bukti bahwa pemilihan tersebut diwarnai oleh penipuan yang meluas, dan bahwa dialah yang memenangkannya dan bukan Joe Biden.

    Sumber:

    https://de.reuters.com/article/us-usa-election-trump/trump-says-he-will-leave-the-white-house-if-electoral-college-votes-for-biden-idUSKBN2862HC

    https://thehill.com/homenews/administration/527701-trump-tells-reporters-its-going-to-be-a-very-hard-to-thing-to-concede


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fatwa MUI Nyatakan Vaksin Covid-19 Sinovac Berstatus Halal, Ini Alasannya

    Keputusan halal untuk vaksin Covid-19 itu diambil setelah sejumlah pengamatan di fasilitas Sinovac berikut pengawasan proses pembuatan secara rinci.