Ulama Uighur Berpengaruh Ditangkap di Arab Saudi

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga yang tergabung dalam Solidaritas Rakyat Indonesia untuk Uighur (Solighur) berunjuk rasa di depan kantor Kedutaan Besar Republik Rakyat China, kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Jumat 20 Desember 2019. Mereka menuntut pemerintah China melalui kedutaan besarnya di Indonesia untuk segera menghentikan penyiksaan, penyanderaan, dan pelarangan umat muslim Uighur dalam melaksanakan aktivitas ibadah. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    Seorang warga yang tergabung dalam Solidaritas Rakyat Indonesia untuk Uighur (Solighur) berunjuk rasa di depan kantor Kedutaan Besar Republik Rakyat China, kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Jumat 20 Desember 2019. Mereka menuntut pemerintah China melalui kedutaan besarnya di Indonesia untuk segera menghentikan penyiksaan, penyanderaan, dan pelarangan umat muslim Uighur dalam melaksanakan aktivitas ibadah. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, - Seorang ulama Uighur berpengaruh ditangkap di Arab Saudi pada Jumat pekan lalu diduga tanpa dakwaan yang jelas. Pria yang bernama Aimidoula Waili atau Hemdullah Abduweli ini berpotensi dideportasi ke Cina untuk dipenjara.

    Seperti diberitakan Middle East Eye, Waili menduga Konsulat Cina meminta pemerintah Arab Saudi mendeportasinya. Salah satu aktivis Uighur, Abduweli Ayup, mengatakan koleganya itu ditangkap tanpa alasan yang jelas. Saat ini ia ditahan di Penjara Buraiman di Jeddah.

    "Tidak ada dakwaan resmi terhadapnya, dan dia tidak memiliki catatan kriminal di Turki atau Arab Saudi," kata Ayup dikutip dari Middle East Eye, Selasa, 24 November 2020.

    Waili diketahui tinggal di Turki. Ia pergi ke Arab Saudi untuk umrah dari sana pada Februari kemarin. Sejak saat itu ia terus tinggal di Arab Saudi.

    Ayup menuturkan Waili ditangkap pada Jumat pukul 20.00 waktu setempat bersama dengan orang Uighur lainnya, Nurmemet Rozi. Ia hanya dapat berbicara dengan istrinya melalui telepon sejak penangkapannya.

    “Abduweli menelepon istrinya dan mengatakan kepadanya bahwa dia dalam bahaya dan dia harus mengambil tindakan. Istrinya kemudian menelepon saya dan memberi tahu saya bahwa aparat keamanan negara Saudi telah menangkapnya dan dia mencoba menghubungi pengacara, "kata Ayup.

    Menurut Ayup, Waili menjadi sasaran karena ia adalah seorang ulama berpengaruh dan sebelumnya pernah ditangkap di Xinjang pada 2013 dan 2014 karena dakwahnya.

    Ayup mengatakan, karena catatan Waili sebagai tahanan politik di China, pemerintah terus mengganggu dan mengejarnya ke luar negeri. “Arab Saudi sangat penting bagi orang Uighur karena Mekah ada di sana, dan warga kami tidak dapat dihalangi pergi ke sana. Bagaimana Arab Saudi bisa mempertahankan reputasinya sebagai pelindung tempat-tempat suci ketika mereka tidak bisa melindungi orang Uighur?" kata Ayup.

    Sementara untuk Nurmemet Rozi, kata Ayup, dia adalah seorang pengusaha Uighur berusia 44 tahun. Sama seperti Waili, Rozi tiba di Arab Saudi pada Februari 2020 untuk umrah.

    Menurut Ayup, dia ditangkap karena membantu Waili dengan memberinya telepon genggam dan menghubungi aktivis-aktivis Uighur.

    MIDDLE EAST EYE

    Sumber:

    https://www.middleeasteye.net/news/china-uighur-saudi-arabia-scholar-arrested-risk-deportation


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Tanda Masker Medis yang Asli atau Palsu

    Saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, masker adalah salah satu benda yang wajib kita pakai kemanapun kita beraktivitas. Kenali masker medis asli.